Sejumlah Peserta Kecewa dengan Hasil Forum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional

oleh -1.808 views

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA- Sejumlah ulama peserta forum Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional yang digelar di Hotel Menara Peninsula Jakarta, kecewa dengan hasil rekomendasi forum tersebut, yang memunculkan nama Prabowo Subianto sebagai calon presiden pilihan umat untuk berlaga di Pilpres 2019 mendatang.

Kekecewaan itu lantaran dalam kriteria yang dirumuskan, calon harus memiliki kualitas keislaman yang mumpuni. Sementara, sebelumnya Prabowo sendiri telah mengakui bahwa kualitas keislaman dirinya jauh dari baik. Bahkan dirinya mengaku siap mendukung calon yang dikehendaki umat dalam forum tersebut.

“Kami di komisi politik telah merumuskan kriteria umum dan khusus calon pemimpin bangsa. Di antaranya harus muslim yang taat beribadah, dalam arti luas. Dengan tolok ukur menjalankan sholat lima waktu dan kemampuan membaca alquran dan menjadi imam sholat. Itu pedoman kami sebagai peserta dalam mencari sosok pemimpin,” ungkap Saifullah Huda atau yang akrab dipanggil Gus Huda, di lokasi acara, Minggu, (29/7/2018).

Pengasuh Ponpes Nurul Islam Pasuruan Jatim itu menambahkan, sebelumnya saat pembukaan acara Prabowo selain mengakui jika kualitas keislamannya kurang baik, juga menyatakan siap untuk mendukung siapapun calon yang dikehendaki umat. “Itu kan sudah sikap negarawan yang bijak dan baik. Kami salut semua. Sehingga kami fokus merumuskan kriteria untuk mencari figur pemimpin yang Islami sekaligus Nasionalis,” imbuhnya.

Ditambahkan Abdul Hamid Mudjib, yang juga pengasuh ponpes asal Pasuruan Jatim bahwa dirinya mengaku berharap sosok lain yang muncul dari forum Ijtima’ Ulama ini. “Saya sempat berpikir bahwa Pak Prabowo sebagai negarawan akan mendorong sosok lain sebagai pemimpin umat. Kan ada nama-nama lain, seperti Yusril Ihza Mahendra, Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Bahkan saat sambutan pembukaan kemarin, orasi yang disampaikan Pak Yusril kan sangat memukau kami sebagai umat,” paparnya.

Di tempat yang sama, KH Mustofa Qutby, pengasuh ponpes Ponpes Al Munawariyah Bululawang, Malang Jatim menyatakan, terkait dengan rekomendasi nama Capres Prabowo dan dua nama Cawapres Salim Segaf Aljufri serta Ustadz Abdul Somad yang disebut oleh panitia atas arahan Habib Rizieq Shihab, dirinya mengaku khusnudzon (berbaik sangka) saja dengan Habib Rizieq.

“Yang pasti kalau itu benar atas arahan Habib Rizieq, kami khusnudzon saja. Tetapi kami juga yakin bahwa Habib Rizieq pasti memberi ruang untuk kami bertanya dan mempertanyakan. Sebab, kami sudah menyusun kriteria yang merujuk pada Kitabullah, yang juga harus kami pertanggungjawabkan. Itu yang pertama. Yang kedua, nama dua pilihan cawapres itu sebelumnya tidak ada, kok tiba-tiba muncul,” ungkap Gus Mus, panggilan akrab putra KH Badri Mashduqi pengasuh Ponpes Badridduja Kraksaan Probolinggo itu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *