Tolak Ijtima Ulama, UAS Bebas dari Jebakan Politik Praktis

oleh -3.088 views

SUARAJATIM.CO.ID, – Apresiasi bagi Ustadz Abdul Somad (UAS). UAS tidak terjebak dalam pilihan karir politik yang sempat ditawarkan kepadanya. Bahkan, UAS memilih mendedikasikan hidupnya untuk menjadi ustadz dan terus berdakwah.

Sebelumnya Forum Ijtima Ulama memberikan rekomendasi bagi UAS untuk maju sebagai salah satu kandidat cawapres di Pilpres 2019. Rencananya UAS akan disandingkan dengan Capres Prabowo Subianto.

Beberapa kali dikonfirmasi kesanggupannya, UAS akhirnya memilih tidak menerima pinangan tersebut. Keputusan tersebut juga kembali dilontarkan ketika mengisi Tabligh Akbar di Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Senin (30/7).

“Doakan Ustadz Somad istiqomah jadi ustadz sampai mati. Ini ada dunia pendidikan dan dakwah. Biarkan Ustadz Somad fokus pada dunia pendidikan dan dakwah saja,” katanya disambut tepuk tangan dari peserta yang mengikuti acara tabligh akbar itu.

Menanggapi sikap UAS, berbagai reaksi pun diberikan oleh publik. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah langsung mengapresiasi penolakan UAS sebagai cawapes pendamping Prabowo Subianto. wakil ketua DPR RI menyebut UAS selamat dari jebakan pilihan politik.

“Aku bersyukur Ustadz Abdul Somad telah terbebas dari jebakan pilihan politik. Hal ini dapat membuatnya salah jalan,” ujar Fahri.

“Tetaplah menjadi lentera ya Ustadz. Sebab, tak banyak yang bisa berbicara apa adanya. Juru bicara kejujuran dan ketulusan semakin langka oleh kepalsuan topeng-topeng dunia,” lanjutnya lagi.

Opini serupa juga dilontarkan oleh Gus Maliki. Pengasuh Pondok Pesantren Mardhlotillah, Krian, Sidoarjo, ini menjelaskan, UAS seorang yang jernih. Dia tidak terjebak oleh berbagai kepentingan dunia politik.

“Ustadz Abdul Somad yang sangat dicintai ummatnya ini masih berpikiran jernih. Jangan sampai terjebak dan sekedar ingin dijadikan kepentingan vote getter atau pemanis partai saja, beliau lebih dari itu, beliau adalah lentera negeri ini, ” ujarnya.

Ustadz Abdul Somad, seperti yang disampaikan dalam akun intagramnya, keputusannya ini mengikuti sikap putra Khalifah Umar bin Khattab, yakni Abdullah bin Umar. Disebutkannya, usai Sayyidina Umar bin Khattab wafat, sebagian sahabat ingin membaiat Abdullah -anak Sayyidina Umar-sebagai pengganti.

Namun, permintaan itu ditolaknya dengan lembut. Sebab, bidang pengabdian ada banyak pintu. Sikap itulah yang diikutinya oleh UAS.

“Kita terharu dan bangga, Mubalig yang dikenal tegas dan corong juru bicara kejujuran ini telah memilih dengan tegas ingin fokus di pendidikan dan dakwah ketimbang ikut menjadi kontestan Pilpres 2019,” pungkasnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *