Stadion Sport Centre Siap Gelar Pertandingan Kasta Tertinggi Sepak Bola Indonesia

oleh -407 views

TANGERANG, Banten — Setelah memastikan diri lolos dan akan berkompetisi di Liga 1 2020, Persita Tangerang mulai berbenah untuk mempersiapkan segala keperluan untuk kompetisi musim depan. Usai menyelesaikan seluruh pertandingan di Liga 2 2019, tim Persita menjalani libur selama dua pekan sebelum berkumpul kembali untuk memulai latihan di Jumat, 13 Desember 2019.

Selain persiapan tim, salah satu persiapan terpenting untuk musim depan, yakni urusan infrastruktur pun mulai dibenahi. Salah satunya adalah pembenahan Stadion Sport Centre, Kelapa Dua, Tangerang yang akan menjadi markas Persita di Liga 1 musim depan. Sejak resmi digunakan Persita di akhir musim 2018 lalu, Stadion Sport Centre ini memang menjadi salah satu kebanggaan tim yang berjuluk Pendekar Cisadane ini. Kualitas rumput dan kelengkapan fasilitas menjadi salah satu keunggulan stadion ini.

Dan sebagai persyaratan untuk berlaga di Liga 1 2020, pihak pengelola Stadion Sport Centre, Kelapa Dua pun menerima kehadiran pihak PT. Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai penyelenggara kompetisi untuk melakukan verifikasi kelayakan stadion pada Kamis, 12 Desember. Selama kurang lebih delapan jam, tim dari LIB melakukan sejumlah pengecekan untuk seluruh kondisi stadion secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil verifikasi, secara umum LIB menyatakan kepuasan mereka atas performa dan kondisi Stadion Sport Centre. Namun demikian, LIB tetap memberikan beberapa catatan penting untuk pembenahan yang harus dilakukan pengelola stadion agar stadion tetap bisa memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga 1 musim depan. Salah satu catatan penting yang diberikan adalah untuk pembaruan keamanan.

Verifikator PT. LIB Somad dan Muhammad Hidayatullah mengungkap, untuk fasilitas lapangan dan lampu di Stadion Sport Center Kelapa Dua sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh PT. LIB. Untuk lapangan, catatannya hanya pada ketersediaan gawang cadangan dan garis lapangan yang harus lebih akurasi saat pengecatan.

“Untuk lampu itu sudah memenuhi standar, karena rata-rata tingkat keterangan itu mencapai 1.367 lux, sebenarnya bisa lebih kalau pengaturan lampunya diperbaharui. Kalau itu dilakukan standar tertingginya 1.800 lux, sementara standar PT. LIB itu 1.200 lux,” ungkap Somad.

Menyoal masalah keamanan stadion, Somad menyoroti kurangnya barikade untuk menyortir arus keluar masuk orang ke dalam stadion. Penilaian itu didasari kondisi stadion yang memang tidak memasang barikade saat verifikasi dilakukan. “Tapi dari keterangan yang diberikan panitia soal barikade sudah sesuai dengan ketentuan. Tambahannya dari kami hanya soal barikade di lobi VIP yang harus lebih tinggi, agar Field of Play (area pertandingan) tidak sembarangan orang yang masuk,”tambah Somad lagi.

Masih soal keamanan yang banyak disorot saat proses verifikasi, Somad meminta pihak Persita atau pengelola stadion meningkatkan penerangan di sekitar stadion dan bawah tribun. Itu dimaksudkan agar ada kenyamanan buat penonton dan menjamin keamanan saat pertandingan. “Sedang fasilitas ruangan dan media sudah cukup bagus, untuk media hanya butuh meja di tribun media serta fasilitas sambungan wifi sehingga teman-teman media nyaman bekerja.”

Setelah verifikasi ini dilakukan, langkah selanjutnya pihak LIB akan mengirimkan surat hasil penilaian ke manajemen Persita beserta catatan yang harus diperbarui nantinya.

Menanggapi proses verifikasi yang telah dilakukan, Manajer Persita, I Nyoman Suryanthara menyebut bahwa Persita akan memenuhi segala catatan dan masukan yang akan diberikan LIB kelak. “Yang jelas kami ingin standar fasilitas yang ada di stadion akan kita upgrade sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh PT. LIB. Dan kami akan memenuhinya sesegera mungkin.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *