SL IPDMIP Berdampak Positif, Produksi Padi Petani di Manggarai Timur Meningkat

oleh -162 views

SUARAJATIM.CO.ID//NTT – Kegiatan Sekolah Lapang proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) berdampak positif buat petani di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dengan menerapkan ilmu yang didapat dari sekolah lapang, petani di Manggarai Timur mampu meningkatkan produksi padi.

Sebab IPDMIP merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, IPDMIP dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah perilaku petani.

“IPDMIP berjalan sukses di Nusa Tenggara Timur. Berangkat dari kesuksesan program IPDMIP di Nusa Tenggara Timur tepatnya di Manggarai Timur, diharapkan swasembada beras sesuai dengan Program Nawacita dapat tercapai. Apalagi pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti,” kata Mentan SYL, Kamis (1/10/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat Pelaksanaan IPDMIP.

“Kita berharap pembangunan pertanian melalui IPDMIP dapat meningkatkan pendapatan petani, khususnya di daerah irigasi dan masyarakat sekitar program tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, IPDMIP membawa perubahan pola pikir petani tentang cara mengelola usaha tani yang baik. Petani diajarkan oleh penyuluh pendampingnya tentang cara mengelola usaha tani padi sawah yang baik melalui Sekolah Lapang (SL).

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Leli Nuryati, menilai IPDMIP yang berlangsung sejak 2019 berjalan dengan baik di Daerah Irigasi yang menjadi lokasi IPDMIP di Kabupaten Manggarai Timur.

“Semua merasa senang dengan adanya program ini. Karena PPL selalu setia mendamping tentang pengelolaan usaha tani melalui sekolah lapang,” tutur Leli.

Alfianus Adur selaku penyuluh pendamping Kelompok Tani Puran Mese Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, melaporkan kalau petani binaannya, Kadir, sedang panen dengan produktivitas 11,2 ton/ha. Potensi Panen seluas 10 ha. Varietas yang digunakan Inpari 32, Harga Gabah, Rp. 5.000/kg dan Harga Beras, Rp. 11.000/kg.

Dikatakan Alfianus, keberhasilan petani dalam menerapkan ilmu dan teknologi yang telah diperoleh selama SL IPDMIP memang dirasakan betul dampaknya.

Menurut Alfianus, ia selalu menekankan kepada petani binaannya untuk tetap diterapkan apa yang didapat dari SL.

“Petani Kadir memilih varietas padi Inpari 32; pengolahan lahannya di bajak dengan traktor sampai 3 kali; Untuk penanamannya menggunakan sistem jarwo 4:1; Pemupukannya di lakukan 3 kali pada umur 7 hari, 25 hari dan 40 hari, tetapi masih belum berimbang karena pupuk yang diberikan sesuai dengan keuangan petani; Pengendalian Hama dan penyakit menggunakan pestisida; Pengaturan air berselang; Panennya menggunakan Alat panen padi,” katanya.

Lebih lanjut Alfianus katakan kalau Kadir orangnya rajin. Dia bendahara di kelompok tani yang anggotanya wanita semua. Sebelum menerapkan teknologi seperti yang diajarkan dalam SL, Kadir hanya memperoleh produksi 6-8 ton/ha, sehingga kalau sekarang mencapai 11,2 ton per ha, dia ikut bangga tidak sia sia mendampingi kelompok taninya. Demikian juga kelompok taninya juga senang ada peningkatan produksi yang cukup tinggi.

Kepala Bidang penyuluhan Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes S. Manubelu, atau Ade, mengatakan Sekolah Lapang merupakan metode alih teknologi kepada petani dan proses pembelajaran non formal bagi petani.

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, identifikasi masalah dan pemecahannya, mengambil keputusan dan menerapkan praktek budidaya serta manajemen resiko yang lebih baik.

Yulia TS selaku penyuluh pertanian pusat yang mempunyai wilayah binaan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menyampaikan, ilmu yang diperoleh dari SL diterapkan memang akan berdampak pada peningkatan produksi, maka ingatkan terus para alumni SL. (YL/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *