Perhatian IFI untuk Pengembangan Fisioterapi di Indonesia

oleh -1.980 views
Jpeg

SUARAJATIM.CO.ID, JAKARTA-Terbentuk sejak tahun 1968, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) terus berupaya untuk dapat berkontribusi dan mengambil peran strategis dalam permasalahan kesehatan di Indonesia. Selama perjalanan kepengurusan IFI terus menghadapi beragam tantangan di setiap era-nya.

Saat ini masih dijumpai adanya permasalahan pelayanan fisioterapi di masyarakat berupa hambatan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan fisioterapi.

Hambatan akses dapat berupa terbatasnya jumlah pelayanan fisioterapi di Indonesia, adanya peraturan yang saling tumpang tindih bahkan cenderung berlawanan dengan peraturan dan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Menurut Ketua Umum IFI, Ali Imron, hal ini terjadi oleh karena ketidakpahaman dan kurangnya kemampuan literasi pengambil kebijakan tentang Fisioterapi sebagai profesi, fisioterapi sebagai ilmu dan fisioterapi sebagai pelayanan.

“Solusi terbaik adalah memberikan kewenangan kepada fisioterapis untuk menjalankan proses fisioterapi sesuai dengan standar pelayanan fisioterapi yang tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 tahun 2015. Agar para fisioterapis dapat memberikan kompetensinya secara penuh untuk sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Ali dalam keterangan pers, Senin (11/6).

Dijelaskan Ali, IFI  telah melakukan berbagai langkah untuk dapat meningkatkan kompetensi anggotanya baik secara formal dan informal.

Tercatat kegiatan P2KB (Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan) yang diselenggarakan dalam rentang 18 bulan terakhir pada kepengurusan ini terdapat 868 kegiatan ilmiah baik dalam bentuk seminar dan workshop Fisioterapi dengan nara sumber dalam dan luar negeri. Hal ini menunjukkan tingginya intensitas pembelajaran di lingkungan fisioterapi untuk meningkatkan kompetensi Anggotanya.

“Upaya pengembangan organisasi dan profesionalisme, IFI terus berupaya meningkatkan standar kompetensi anggotanya dengan berbagai kegiatan pendidkan, ilmiah dan pengabdian masyarakat. Atas dukungan dari para pemangku kepentingan, IFI berusaha memberikan kemampuan terbaiknya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif dan berprestasi,” tutur Ali.

Secara organisasi data terakhir sejumlah 34 Daerah Provinsi dengan 160 cabang dengan jumlah anggota terdaftar sebanyak 12.967 anggota.

Pada ulang tahun yang ke 50, IFI akan melaksanakan sebuah agenda besar yaitu, International Conference Indonesian Physiotherapy Asoociation 2018 (2018) yang akan di hadiri oleh peserta dan nara sumber berbagai negara. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 14-16 Agustus 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *