Program Manis Menipu Muhamad-Saraswati Jadi Senjata Makan Tuan

oleh -82 views

TANGERANG SELATAN – Apresiasi bagi sikap kritis dan realistis publik Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka cerdas dan peka terhadap program ‘manis menipu’ dari Calon Walikota/Calon Wakil Walikota, khususnya milik Muhamad-Saraswati. Paslon nomor 1 ini berencana membangun 1 lapangan sepakbola pada tiap kelurahan.

Tampaknya Muhamad-Saraswati harus mencari program baru yang lebih inovatif dan kreatif lagi. Lebih penting tentunya realistis menyangkut ketersediaan lahan dan anggarannya. “Buat proker (program kerja) yang realistis aja. Ga usah janji ke masyarakat kalau ga bisa dibuktikan,” tulis Nabilah Armelia melalui akun media sosialnya.

Jerat suara Muhamad-Saraswati melalui program 1 lapangan sepakbola tiap kelurahan di Tangsel tidak berhasil. Publik Tangsel ternyata tidak terbuai oleh janji yang seolah dongeng pengantar tidur. Janji yang terkesan asal-asalan. Tidak cerdas menyelesaikan beragam persoalan mendasar masyarakat Tangsel. Apalagi, Muhamad-Saraswati langsung menganulir janji lapangan sepakbola menjadi lapangan futsal.

“Lapangan sepakbola tidak membantu pengurangan angka pengangguran (di Tangsel),” ujar Fernando dalam platfom media sosialnya.

Janji tersebut dipaparkan dalam visi-misi Debat Publik Calon Walikota/Wakil Walikota Tangsel, Minggu (22/11). Hasilnya, kalkulasi diberikan Senang Bola melalui akun media sosialnya. Menurutnya, membuat 1 lapangan futsal sekalipun butuh anggaran sekitar Rp1 Miliar. Asumsinya, budget pengadaan lahan 38×18 Meter atau seluas 684 Meter Persegi. Bila ditambah infrastruktur lain, lahan membengkak 1.000 Meter Persegi. Nah, harga per Meter Persegi sekitar Rp1 Juta. Kesimpulan, tidak valid direalisasikan.

“Pak Muhamad bukannya Ketua Persitangsel. Gak ada peningkatan prestasi serta kuantitas lapangan,” tulis Haidar Chandra dalam media sosial yang dilanjutkan, “Musim kampanye selalu jadikan sepakbola sebagai komoditas isu. Nyatanya Persitangsel tidak ada prestasi. Mainnya di Liga 3 Banten. Home base gak punya. Kok muluk banget mau bikin lapangan sepakbola per kelurahan.”

Melihat respon negatif publik, Muhamad-Saraswati tampaknya harus mencari program kerja yang lebih revolusioner. Rakyat Tangsel butuh stabilitas ekonomi, keamanan, kesehatan, pendidikan, hingga sosial. Elemen dasar masyarakat untuk hidup. Apalagi, sekarang ini dalam kondisi pandemi Covid-19. Mereka tidak terbuai oleh janji, apalagi kesannya asal-asalan, dipaksakan, dan tidak cerdas.

Kalaupun janji lapangan sepakbola tiap kelurahan Muhamad-Saraswati menjadi program kerja terbaik, maka biarlah menjadi komoditi bodoh bagi pendukungnya. “Oh ya si Bapak kumisnya dah dirapikan belum karena saya lihat kemarin Bapaknya grogi kurang menggigit. Ah mau jadi pemimpin Tangsel kaya gitu,” keluh Julius Toto melalui akun media sosial pribadinya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *