Dispar Banten Mulai Bergerak Pulihkan Pariwisata

oleh -535 views

SUARAJATIM.CO.ID, SERANG – Dinas Pariwisata Banten mulai bergerak. Sektor pariwisata yang sempat terkena bencana tsunami Selat Sunda mulai dipulihkan. Sejumlah cara disiapkan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati mengatakan, pihaknya menyusun tiga langkah pendekatan guna me-recovery pariwisata di daerah terdampak bencana. Pertama menyentuh SDM (Sumber Daya Manusia), kedua penataan destinasi, dan ketiga promosi.

“Dari SDM ini kan ada pelaku industri pariwisata. Bagaimana nanti trauma hilling-nya, pendataan kerusakan, kerugian dan sebagainya. Kemudian dipenataan destinasi, kan ada atraksi, amenitas, apa saja yang bisa dan bagaimana masing-masing pengelola bisa merehab dan me-recovery kembali. Lalu dalam konteks promosi secara bertahap akan dilakukan, pertama merencanakan yang tidak terdampak di Anyer,” paoar Eneng, Senin (7/1).

Menurut Eneng, sektor pariwisata pantai di dua kabupaten itu diperkirakan baru akan pulih dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan. Namun dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menentukan langkah cepat memulihkan kondisi tersebut.

“Pemulihan ini membutuhkan waktu 3-6 bulan, tidak terlalu lama. Kita segera berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata,” ujar Eneng.

Eneng juga meminta Dispar masing-masing kabupaten di Banten untuk mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa dilakukan supaya recovery lebih cepat tertangani. Eneng juga meminta seluruh pihak ikut membantu proses pemulihan.

“Saya sudah berbicara dengan Dispar Serang dan Pandeglang, untuk bersama mengidentifikasi kegiatan apa saja yang bisa diarahkan untuk wilayah terdampak dalam waktu 3-6 bulan ini. Seluruh stekholder diharapkan turut serta dalam proses pemulihan, jadi tidak semata menjadi tanggungjawab pemerintah saja,” jelasnya.

Sejauh ini Dispar Banten baru sebatas merangkum jumlah kerusakan hotel maupun fasilitas lain. Sehingga berapa kerugiannya belum terhitung. Begitu juga berapa angka penurunan kunjungan wisatawan belum dipastikan.

“Kami sudah meminta masing-masing kabupaten untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan setelah bencana, termasuk jumlah kerugian. Jadi sampai saat ini kami belum membuat resume, baru sebatas berapa hotel maupun fasilitas penunjang yang rusak,” kata Eneng.

Sementara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan pemulihan (recovery) pascabencana tsunami pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung bisa rampung pada April 2019 mendatang.

“Ketika pemulihan sudah masuk maka tiga bulan recovery Insyaallah selesai, kemungkinan bulan ke-4 (April) sektor wisata di pesisir Banten mudah-mudahan sudah recovery kembali, namun yang namanya bencana tidak bisa kita prediksi,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti.

Guntur melanjutkan, pemerintah juga bakal memberikan relaksasi keuangan bagi warga terdampak bencana agar bisa kembali memulihkan perekonomiannya.

“Seperti penangguhan utang cicilan bank, itu sudah biasa kita lakukan di sektor wisata pada saat menghadapi bencana,” imbuh Guntur.

Tak hanya itu, lanjut Guntur, promosi dan pemasaran nabtinya juga akan digencarkan. Termasuk di daerah yang tidak terkena dampak langsung namun turut kecipratan citra penurunan kunjungan karena ketakutan pengunjung.

“Sebagian besar ada di kawasan Anyer, ada hotel Marbella, Coconut Island, yang sampai saat ini ikut terpukul walaupun tidak ikut terdampak langsung. Tapi itu kita lakukan setelah fase pemulihan,” pungkasnya.

Menpar Arief Yahya berharap masa pemulihan sendiri akan berlangsung maksimal tiga bulan untuk kembali normal. Menurutnya, bila melebihi tiga bulan, pelaku industri sudah tidak kuat. Hal ini juga yang terjadi di Bali dan Lombok pasca bencana.

“Recovery harus secepat mungkin. Untuk Anyer dan sekitar saya prediksi satu bulan sudah mulai pulih. Pemerintahlah yang harus memulai. Karena bila pemerintah sudah masuk, kepercayaan masyarakat sudah tentu ikut,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, hal yang paling mudah untuk mengembalikan lagi kepercayaan wisatawan hingga investor adalah keteladanan dari Pemerintah.

“Hal yang sama saya lakukan pasca erupsi Gunung Agung di Bali. Saya mengundang pak Presiden Jokowi untuk datang ke Pantai Kuta. Tidak perlu banyak pidato, Bali cepat pulih. Begitu juga yang saya lakukan di Lombok. Poinnya adalah ketika pemerintah turun ke lapangan. Tidak perlu banyak bicara sudah pasti akan pulih. Baik dari wisatawan ataupun investor,” pungkas Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *