Genjot 20 Juta Wisman, Dubes RI Singapura Boyong 12 Dubes ke Bintan

oleh -789 views

SUARAJATIM.CO.ID, BINTAN – KBRI Singapura bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata bersinergi untuk mewujudkan target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia. Kegiatan yang digelar adalah Ambassadors’ Familiarisation Trip to Bintan & Batam. Kegiatan dilaksanakan di Bintan Lagoon Resort, Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau. Event ini diikuti oleh 12 Duta Besar dari negara-negara sahabat yang berkedudukan di Singapura dan Jakarta. Hadir juga investor, pelaku usaha dan friends of Indonesia asal Singapura.

Dalam sambutannya Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, menyampaikan potensi pariwisata di Bintan. Daerah ini tidak saja memiliki banyak destinasi dan atraksi wisata. Tetapi juga lapangan golf yang dekat dengan Singapura.

“Dipilihnya Bintan karena kedekatan lokasinya dengan Singapura sebagai hub internasional. Kita memperkenalkan destinasi ini ke kalangan diplomatik. Karena diharapkan dapat disebarkan ke masyarakat, pengusaha negara yang diwakii para Dubes. Harapannya agar mereka menyampaikan potensi wisata dan investasi di Bintan,” ujar Dubes Ngurah, Minggu (25/11).

Dalam kerja sama bilateral dengan Singapura, Bintan termasuk salah satu destinasi dalam pengembangan Twinning Destination. Yakni, memanfaatkan wisatawan asing dari berbagai negara yang ke Singapura mengunjungi Bintan. Salah satunya, melalui wisata kapal pesiar yang sudah mulai mengunjungi Bintan sejak dua bulan terakhir.

“Bagi Duta Besar dari Jakarta, Bintan menjadi alternatif destinasi baru yang bisa dikunjungi. Disamping wisata kapal pesiar, pengembangan paket wisata hot deals dan cross-border tourism juga menjadi tujuan yang gencar dipromosikan Kementerian Pariwisata. Caranya, melalui kantor perwakilannya di Singapura, atau Visit Indonesia Tourism Office/Wonderful Indonesia Tourism Office,” tambahnya.

Dubes Ngurah yakin, kerja sama yang baik antara instansi pemerintah akan memiliki dampak positif. Seperti yang dilakukan oleh KBRI Singapura dan Kementerian Pariwisata.

“Hal ini akan memperkuat kepercayaan investor, pelaku usaha, dan wisman Singapura. Mereka akan terus menanamkan modalnya dan berkunjung ke Indonesia. sehingga target 20 juta wisman dapat tercapai,” paparnya.

Sementara Kepala BP Bintan, Saleh Umar, menyambut baik kegiatan ini. Ia pun siap untuk terus berkolabosasi dengan pihak-pihak terkait. Khususnya untuk meningkatkan jumlah investasi dan wisman di Bintan.

“Bintan merupakan kawasan yang ramah terhadap investor, dan kita terus bekerja keras untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur untuk mempermudah investasi asing,” kata Umar.

Umar berharap para Duta Besar sebagai perwakilan dari negaranya dapat mempromosikan Pulau Bintan dan Indonesia di negaranya masing-masing.

Salah satu peserta, Duta Besar Portugal untuk Singapura, Luis Lorvao, mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia.

“Ini yang ketiga kalinya saya mengikuti kegiatan serupa dan selalu ada saja yang baru dari destinasi wisata di Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan Singapura masih menjadi salah satu pengunjung terbesar wisatawan asing ke Indonesia.

“Disamping itu, selama 5 tahun berturut-turut investasi asing asal Singapura juga menduduki posisi tertinggi,” katanya.

Sementara Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Marsruroh menambahkan, nilai investasi dari Singapura terus bertambah.

“Hingga bulan September 2018, nilai investasi dari Singapura tercatat sebesar USD 6,7 miliar atau naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Sementara kunjungan wisman asal Singapura juga mengalami peningkatan sebesar 9.8% menjadi 1.78 juta wisman,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengakui pentingnya Singapura bagi Indonesia.

“Sebab tidak hanya Singaporean yang bisa dijaring, kompatriot yang sedang berlibur atau bekerja di Singapura juga bisa menjadi target. Singapura ada pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Indonesia dan banyak negara Asia Tenggara,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *