GenPI Papua Branding 2 Festival Crossborder di JIC 2019

oleh -447 views

JAYAPURA – Gema 2 festival crossborder di Papua dijamin semakin kuat. Brandingnya diberikan bagi Festival Crossborder Skouw dan Festival Crossborder Keerom 2019. Dukungan masif diberikan oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Papua. GenPI Papua berencana berpartisipasidalam Business and Research Meeting agenda Jayapura International Conference (JIC) 2019, 29-30 April.

JIC 2019 akan digelar di Swissbel-hotel Jayapura, Kompleks Pasifik Permai Dok II, Kota Jayapura, Papua. Diselenggarakan oleh Bappeda Kota Jayapura, JIC 2019 mengambil tema ‘Fostering Regional Economy, Tourism & Smart Border Cities’. Ada 8 keynote speakers yang dihadirkan, beberapa berpaspor Australia dan Malaysia.

Latar belakang keynote speakers diantaranya, Walikota Jayapura dan Walikota Surabaya. Ikut bergabung juga CORE, University of Sydney, Institut Teknologi Bandung, hingga USAID IUWASH. Ada juga Junior Prestasi Indonesia, Bank Indonesia, dan Universitas Cenderawasih. Koordinator GenPI Provinsi Papua Agus Jerry Aronggear mengatakan, JIC momentum promosi ideal 2 festival crossborder di Papua.

“GenPI Papua akan ikut pameran di JIC 2019. JIC merupakan event besar. Pesertanya ada yang datang dari mancanegara. Event ini tentu jadi momentum terbaik untuk mempromosikan Festival Crossborder Skouw dan Keerom sekaligus. Nantinya kedua festival ini akan kami promosikan pada seluruh peserta,” ungkap Jerry, Jumat (19/4).

Digelar 2 hari, JIC 2019 memiliki agenda padat. Hari pertama, Senin (29/4), menyajikan seminar sehari ‘One Day Conference on Economy, Tourism, and Smart Border Cities’. Narasumbernya 10 nama. Ada juga launching 2 buku dan gala dinner. Hari berikutnya full digelar workshop dengan tema ‘Pertemuan Bisnis dan Penelitian International Jayapura’. Total ada 8 narasumber yang ditampilkan.

“Kami optimistis, respon besar akan diberikan publik bagi 2 festival crossborder di Papua. Secara umum, konten dari Festival Crossborder Skouw dan Keerom tahun ini sangat menarik. Ada nama besar yang dihadirkan di sana. Penyelenggaraan kedua event juga sebentar lagi,” jelas Jerry lagi.

Memiliki tata waktu berdekatan, Festival Crossborder Keerom (FC-Keerom) 2019 akan direlease lebih dahulu. Evetnya digelar 3-5 Mei 2019 dengan venue Lapangan Swakarsa, Waris, Kabupaten Keerom, Papua. FC-Keerom 2019 menghadirkan konten Ras Muhammad, Corby-The Comen Rasta, XD Band, dan Mixmate Band asal Papua New Guinea (PNG).

Selain pesta reggae, FC-Keerom 2019 menghadirkan konten lain. Ada parade Drum Band, Bazaar, hingga Kesenian Tradisional. Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, JIC 2019 memiliki space lebar untuk branding 2 festival crossboder yang akan digelar di Papua awal Mei depan.

“JIC 2019 tentu akan menaikan popularitas dari 2 festival crossborder Papua. Apalagi, jarak waktu JIC dan festival crossborder berdekatan. Kami harap, peserta JIC bisa datang Keerom dan Skouw. Mereka bisa bergembira bersama menikmati pesta reggae,” kata Ricky.

Selain Keerom, pesta reggae juga digelar masif di Skouw. Festival Crossborder Skouw 2019 akan dihelat 9-11 Mei. Lokasinya berada di PLBN Skouw, Jayapura, Papua. Event ini memberikan banyak kesegaran melalui aksi Ras Muhammad, Dave Solution, Vanimo Natives Band (PNG). Festival Crossborder Skouw 2019 juga menawarkan Festival Paduan Suara, Tari Tradisional, Games, dan Bazaar.

“Silahkan berkunjung ke crossborder Papua. Waktu penyelenggaraan eventnya sudah di depan. Kami tentu mengundang masyarakat PNG untuk datang ke Keerom dan Skouw. Kedua festival crossborder itu tidak dipungut biaya atau gratis. Kami tunggu semua di perbatasan Papua,” tegas Ricky.

Branding masif bagi 2 festival crossborder di Papua diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar pun meminta GenPI Papua untuk terus menyokong branding pariwisata Indonesia. “Apresiasi bagi GenPI Papua. Branding festival crossborder di JIC sangat tepat. Dengan fungsinya, GenPI Papua ini harus terus mempromosikan seluruh potensi pariwisata Papua dan Indonesia pada umumnya,” tutup Menpar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *