Gerakan BISA Kemenparekraf Strategi Aceh Siap Didatangi Wisatawan Lagi

oleh -107 views

Banda Aceh – Pandemi Covid-19 sempat membuat industri pariwisata di Aceh terdampak. Sebab, pada masa itu pergerakan wisatawan betul-betul dibatasi. Namun kini pariwisata Aceh kembali bergeliat. Bahkan kota berjuluk Serambi Mekkah itu sudah siap menerima kembali kedatangan wisatawan. Segala infrastruktur yang berkaitan dengan keamanan, kenyamanan dan kesehatan wisatawan selama masa pandemi telah dipersiapkan dengan baik.

Hal itu diperkuat dengan diselenggarakannya program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) di beberapa titik destinasi wisata di wilayah Aceh. Koordinator Destinasi Area I Kemenparekraf, Wijonarko menjelaskan, program BISA merupakan gerakan kemitraan dengan anggota Komisi X DPR RI.

“Gerakan BISA ini adalah sebagai langkah awal untuk dibukanya destinasi wisata sebelum kita menerima kunjungan para wisatawan, baik domestik maupun lokal,” kata Wijonarko, Minggu (27/9/2020). Diakuinya, pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terpukul. Tak sedikit destinasi wisata yang ditutup imbas dari penyebaran Covid-19 ini di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kami dari Kementerian Pariwisata dan anggota Komisi X melaksanakan gerakan BISA. Gerakan BISA ini sebagai langkah awal kami mengingatkan kepada seluruh peserta, yang dalam hal ini sebagai kader atau usaha pariwisata, mari kita sama-sama, kita tetap sehat,” ujarnya.

Wijonarko mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga destinasi wisata di Aceh untuk menerapkan protokol kesehatan yang baik sebagai syarat utama yang menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan dalam melakukan kembali perjalanan wisata ke sejumlah destinasi di wilayah Aceh.

“Mari kita sama-sama jaga destinasi, kita jaga warga kita untuk menerapkan phisycal distancing, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Ini yang harus kita lakukan. Kemarin gerakan BISA ini kita lakukan di PLTD Apung. Sekarang kita laksanakan di Pantai Ulee Lheue Kota Banda Aceh,” tutur dia.

Sub Koordinator Area I A Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf, Andhy Marpaung menambahkan, kesiapan sejumlah destinasi di wilayah Aceh harus dipersiapkan mengingat dalam beberapa bulan ke depan memasuki libur panjang pergantian tahun. Sudah barang tentu akan menjadi momentum bagi wisatawan untuk pergi berlibur.

“Dalam rangka menyambut nanti libur panjang di bulan Desember, mari sama-sama kita kuatkan protokol kesehatan, sama-sama kita terapkan kedisiplinan kita, sehingga wisatawan yang akan datang ke Banda Aceh ini akan merasa aman dan nyaman,” papar dia.

Andhy melanjutkan, program BISA menjadi gerakan awal bagi Aceh melakukan persiapan sedini mungkin agar wisatawan tetap merasa nyaman dan aman berlibur meski di masa pandemi seperti saat ini. Selain mempersiapkan diri, hal penting yang disampaikannya adalah sosialisasi dan publikasi mengenai faktor keamanan dan kedisiplinan protokol kesehatan di destinasi wisata agar mampu meyakinkan dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

“Mari mulai gerakan BISA ini. Kami meminta kepada para duta-duta wisata yang ada di sini, gunakanlah handphone Anda, promosikan-lah apa yang kamu lakukan di sini. Sampaikanlah kepada masyarakat di luar sana bahwa kami siap menerima wisatawan. Bahwa Kota Banda Aceh siap untuk menerima kedatangan wisatawan. Dengan ini kami memberikan bantuan peralatan kesehatan, yang nanti akan kami serahkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh,” terang Andhy.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *