Hadapi Pandemi, Stakeholder Pariwisata Aceh Diminta Bangun Sinergi

oleh -93 views

Banda Aceh – Pandemi Covid-19 tak ditampik berdampak serius terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif hampir seluruh daerah, tak terkecuali Aceh. Meski sempat terdampak, namun industri pariwisata dan ekonomi kreatif Aceh perlahan mulai bangkit. Kebangkitan dua komponen penting penggerak roda ekonomi masyarakat itu ditandai dengan terlaksananya program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).

Gerakan BISA menjadi penanda jika destinasi wisata yang dituju dapat dipastikan memenuhi standar protokol kesehatan yang cukup baik. Itu sebabnya, wisatawan kembali melakukan kunjungan wisata ke sejumlah destinasi di Aceh yang menjamin keamanan dan keselamatan selama perjalanan wisata dilakukan.

Tentu saja hal ini tak bisa berjalan sendiri , Lektor Kepala Poltekpar Medan, Abdul Kadir Ritonga menuturkan, aspek transendental selalu menjadi garis penuntun masyarakat dalam menghadapi situasi ini. “Di dalam Alquran juga dikatakan oleh ‘Allah tidak akan mengubah suatu kaum itu kalau dia sendiri tidak jadi lebih baik’. Makanya, kita berdiri, berjalan bersama-sama, bergandengan. Baik pemerintah, masyarakat dan stakholder yang ada. Semua pihak harus bersinergi,” pesannya, Sabtu (26/9/2020).

Ia menilai tak mungkin suatu persoalan tak memiliki solusi atau jalan keluar untuk mengatasinya. Menurutnya, sinergi di tengah pandemi amat penting dilakukan agar semua sektor memperhatikan dengan baik segala hal yang berkaitan dengan destinasi wisata, ekonomi kreatif dan keselamatan masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara dapat mengeluarkan uang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Untuk itu kita harus bersinergi demi kepentingan dan keberlanjutan hajat hidup kita bersama. Tunduk pada kesepakatan bersama, kepada aturan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan kita bersama,” papar dia.

Menurutnya, masyarakat yang berkecimpung dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, indah, sehat dan aman. “Kita harus berkontribusi pada pelaksanaan aturan yang menjadi kesepakatan kita bersama. Kita harus bersama-sama menjalankan aturan itu,” katanya.

Ya, Kemenparekraf/Baparekraf memaksimalkan gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) untuk memulihkan industri pariwisata yang terdampak Covid-19. Program BISA salah satunya diimplementasikan pada sejumlah destinasi wisata di Provinsi Aceh . Koordinator Destinasi Area I Kemenparekraf, Wijonarko mengulas, program BISA yang diselenggarakan di Kota Banda Aceh merupakan gerakan kali ketiga yang telah dilaksanakan. “Hari ini di PLTD Kapal Apung, kemudian besok Pantai Ulee Lheue Park. program ini adalah program kegiatan kemitraan antara Kemenparekraf/Baparekraf dengan anggota DPR RI yang diwakili oleh ibu Illiza Sa’aduddin Djamal. Bersyukurlah Banda Aceh memiliki ibu yang sangat peduli terhadap lingkungan destinasi pariwisata,” kata dia.

Saat ini, ia melanjutkan, industri pariwisata dan ekonomi kreatif tengah berada di dalam masa pandemi Covid-19. Keduanya merupakan sektor yang cukup terpukul imbas dari hal tersebut. Tak hanya di Aceh, namun juga di seluruh destinasi wisata yang tersebar di seluruh Indonesia. “Oleh karena itu, kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga sudah memberikan bantuan Balasa yaitu bantuan Lauk Siap Saji yang sudah diberikan juga ke seluruh provinsi Indonesia,” ujarnya.

Program gerakan BISA, Wijonarko mengimbuhkan, merupakan salah satu gerakan untuk tetap menjaga eksistensi destinasi wisata itu sendiri di masa normal kelak. “Saya tadi mendengar dari Bapak Iskandar bahwa kunjungan wisatawan Kota Banda Aceh 500.000 pengunjung. Itu sangat luar biasa. Sekarang kita mengajak kepada bapak dan ibu para pelaku pariwisata di Kota Banda Aceh dan provinsi Aceh untuk bersama-sama kita bangkitkan kembali wisata di Banda Aceh,” tutur dia.

Salah satu hal penting adalah tetap menjaga protokol kesehatan di destinasi wisata agar wisatawan merasa aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan wisata ke sejumlah destinasi di Aceh. “Mari jaga kesehatan, apalagi disiapkan di sana tempat cuci tangan. Ke depan kami bersama-sama mengajak seluruh potensi masyarakat yang ada di sini, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan masyarakat pelaku pariwisata untuk mari bersama-sama kita jaga protokol kesehatan di wilayah kita masing-masing,” ingatnya.

“Oleh karena itu, kami akan mengajak seluruh stakholder yang ada di sini, mari bersama-sama sebagai langkah awal normal dengan menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan kami akan sedikit memberikan peralatan kesehatan. Ada juga ada sedikit tempat sampah, bisa diterapkan di mana saja sesuai dengan kondisi wilayah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *