18 BPP di Bima Siap Mendukung Laporan Utama Kostratani

oleh -363 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//NUSA TENGGARA BARAT – Sebanyak 18 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Bima, Nusa Tenggara Barat, siap mendukung dan mengirimkan data laporan utama Kostratani. Apalagi, 18 BPP tersebut telah mengikuti Sosialisasi Laporan Utama Kostratani tingkat Kabupaten Bima, di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Kamis (13/08/2020).

Sosialisasi tersebut dihadiri berbagai unsur terkait, terdiri dari Kepala BPP, Operator Data Tingkat Kecamatan, Pejabat struktural dan fungsional lingkup Distanbun Kabupaten Bima serta, Konsultan Program IPDMIP Setempat. Hadir sebagai narasumber Pamela Fadhilah dan Sahnan dari Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap BPP yang telah mendapatkan sosialisasi bisa bergerak cepat untuk menyusun laporan.

“Kementerian Pertanian memperkuat peran dari Kostratani. Salah satu fungsi yang dijalankan Kostratani adalah sebagai pusat data dan informasi pertanian. Oleh karena itu, BPP yang telah menjadi Kostratani harus mendukung dengan rutin mengirimkan laporan kegiatan ke AWR di Kementerian Pertanian,” tuturnya Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menambahkan, Kostratani memiliki fungsi lain selain sebagai Pusat Data dan Informasi.

“Kostratani juga menjadi Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, juga sebagai Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis, serta Pusat Kegiatan Pengembangan Jejaring Kemitraan. Untuk memperkuat itu, Kostratani kita lengkapi dengan sarana komputer, modem, dan jaringan internet. Sehingga Kostratani bisa terhubung dengan Agriculture War Room (AWR),” katanya.

Dengan demikian, Menteri Pertanian dapat memantau langsung perkembangan capaian produksi berbagai komoditas pertanian melalui AWR,” jelasnya.

Kabid Penyuluhan Distanbun Kabupaten Bima, Kisman dalam laporannya saat membuka kegiatan sosialiasi menyampaikan, untuk rangka mendukung kegiatan Kostratani, di Kabupaten Bima terdapat 193 orang tenaga Penyuluh yang tersebar di 18 BPP dengan total 4.767 Poktan yang tersebar di 18 Kecamatan dan 191 Desa.

Ditambahkannya, bahwa dengan semangat kebersamaan gerak para penyuluh dan seluruh unsur terkait, kegiatan Kostratani di Kabupaten Bima akan terwujud sesuai harapan, khususnya dalam menuju satu data yang berbasis IT.

Sementara itu, Narasumber kegiatan, Pamela Fadhilah, menyampaikan pesan bahwa aplikasi Laporan Utama Kostratani merupakan salah satu upaya pembenahan data pertanian sebagaimana diamanatkan oleh Menteri Pertanian.

“Tujuan Sosialisasi aplikasi Laporan Utama Kostratani adalah dalam rangka mengawali proses transformasi BPP menjadi Kostratani dalam fungsinya sebagai Pusat Data dan Informasi,” terangnya.

Pada kesempatan ini, disampaikan pula penjelasan tentang peran jajaran pertanian di setiap tingkat dan sistem pendataan pertanian yang dibangun melalui Program Kostratani Kementerian Pertanian yang dimulai input datanya dari tingkat Kecamatan (BPP) sebagai Kostratani, Kabupaten sebagai Kostrada, Propinsi sebagai Kostrawil, sampai di tingkat Pusat sebagai Kostranas.

Usai acara pembukaan dan arahan dari Narasumber, dilanjutkan dengan uji coba Aplikasi Laporan Utama Kostratani yang diikuti oleh seluruh Kepala BPP di Kabupaten Bima dan Operator Data di masing-masing BPP dengan dipandu oleh Tim Narasumber Pusat.

Pada akhir pertemuan seluruh BPP berhasil melakukan input data luas tanam, luas panen dan produktivitas komoditas strategis di Kabupaten Bima sejak Januari 2020 sebagai laporan yang dapat digunakan dan dipantau langsung perkembangannya setiap minggu oleh Dinas lingkup Pertanian di tingkat kabupaten, tingkat provinsi, dan Kementerian Pertanian.(Kmn/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *