Launching Kostratani Jonggat Loteng, Kepala BPPSDMP: Petani dan Penyuluh Denyut Nadi Pertanian Indonesia

oleh -40 views

LOMBOK TENGAH – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran Kostratani. Selasa (20/10/2020), Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), melaunching Kostratani Jonggat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kostratani Jonggat diharapkan bisa membantu meningkatkan kualitas SDM pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian harus ditingkatkan karena sistem pertanian telah berkembang pesat.

“Pertanian kita sedang bertransformasi dari pola tradisional menjadi sistem yang modern, maju dan mandiri. Pola-pola lama tak bisa lagi digunakan untuk menentukan kemajuan pertanian hari ini dan di masa mendatang,” kata Mentan SYL.

Mentan SYL juga menegaskan, penyuluh memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Oleh sebab itu, mereka harus selalu ada di lapangan, harus selalu ada dan mendampingi petani agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Hal ini tentunya untuk mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi memaparkan, pertanian harus terus berproduksi. Apalagi, saat pandemi Covid-19, PDB pertanian pada kuartal pertama ke kuartal kedua meningkat 16,24 persen.

“Sektor lain turun bahkan minus. Padahal anggaran mita sepertiganya dialihkan untuk penanganan Covid-19,” kata Dedi Nursyamsi saat Launching Model BPP Kostratani Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia melanjutkan, fakta itu menunjukkan jika para petani tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dengan turun ke sawah dan kebun meski di tengah pandemi Covid-19.

“Petani tetap turun ke sawah untuk menggenjot produktivitas. Artinya, petani dan penyuluh merupakan denyut nadi pertanian Indonesia. Oleh karenanya, pembangunan pertanian harus dimulai dari petani dan penyuluh,” tegas Dedi.

Menurutnya, untuk memajukan sektor pertanian Indonesia hal yang perlu diprioritaskan pertama kali adalah petani dan penyuluh.

“Dia (petani dan penyuluh) ujung tombak pertanian kita. Meski dengan berbagai kekurangan, tapi ternyata PDB kita meningkat. Produksi beras kita juga meningkat. Sampai September terjadi peningkatan signifikan. Itu semua berkat kerja keras, kerja ulet petani. Kami support pembangunan SDM di Lombok Tengah, khususnya di Kecamatan Jonggat,” tutur Dedi.

Jika diibaratkan dengan perumpamaan, Dedi ingin para penyuluh bergerak bak penembak jitu yang membidik sasaran dengan baik dan benar. Tujuannya sudah barang tentu terjadinya peningkatan produktivitas hasil pertanian.

“Penyuluh harus jadi penembak jitu. Peluru kita adalah Alsintan (alat mesin pertanian), pupuk dan benih. Sasaran kita adalah produktivitas,” katanya.

Dedi bersyukur keberadaan BPP dan Kostratani di Kecamatan Jonggat mendapat dukungan penuh seluruh stakeholder. Ia percaya sinergi antar lembaga akan mempercepat target pertanian Indonesia yang maju, modern dan mandiri.

“Kami bersyukur seluruh stakeholder di sini mulai dari level kabupaten, camat bahkan hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersatu padu mendukung tumbuh kembang Kostratani. Semua berkumpul di sini dengan komitmen satu tujuan, membangun pertanian Indonesia, khususnya di Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah ini,” papar dia.

Di kesempatan yang sama, Dedi mengaku tengah menggenjot pertumbuhan petani milenial. Sebab, kata Dedi, merekalah yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan kemajuan sektor pertanian di masa mendatang. Bukan tanpa alasan lembaganya tengah fokus mencetak petani milenial. Katanya, mereka juga merupakan pemegang kunci sukses keberhasilan sektor pertanian pada masanya.

“Keberhasilan pertanian tergantung dari jumlah petani milenial-nya. Kenapa petani milenial, karena umumnya menguasai IT. Petani milenial itu adaptif dan inovatif. Untuk itu, di tahun depan kita menarget mencetak 500 petani milenial,” ungkap Dedi.

Bupati Loteng, H Muhammad Suhaili FT mengucapkan terima kasih atas program Kementerian Pertanian yang berupaya terus menerus meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh.

“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas tumbuh kembang dan peningkatan kapasitas dan penyuluh kita yang sangat dibutuhkan ini. Ini adalah program peningkatan kapasitas dan sarana prasarana sebagai penunjang tugas penyuluh. Kami siap apa yang ditugaskan kepada kami,” kata bupati.

Bupati berharap sektor pertanian di daerah yang dipimpinnya dapat lebih meningkatkan produktivitas sehingga semakin memberikan kontribusi yang besar kepada pemerintah.

“Apalagi pemerintah tengah gencar melaksanakan program food estate. Semoga kami bisa memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” harapnya.

Sementara Camat Jonggat, M Syukur juga mengucapkan terima kasih atas komitmen dan dukungan penuh yang diberikan Kementerian Pertanian untuk kemajuan sektor pertanian di wilayah yang dipimpinnya. Syukur memaparkan jika daerahnya memiliki banyak potensi di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan yang bisa menopang target pemerintah dalam hal ketersediaan ketahanan pangan nasional.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas dukungan, perhatian dan komitmen Kementerian Pertanian dalam memajukan petani dan penyuluh di Kecamatan Jonggat ini. Saya harap ke depan kita harus terus memperkuat petani dan pertanian Indonesia agar semakin maju dan modern,” ucap Syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *