Penggunaan Pupuk Organik Diajarkan di ToT CSA SIMURP di Jatim

oleh -155 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//MALANG – Banyak ilmu yang didapat penyuluh Kostratani yang mengikuti Training of Trainer (ToT) Climate Smart Agriculture (CSA) proyek SIMURP di Jawa Timur, 10-13 Agustus 2020. Pelatihan yang dilakukan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, salah satunya mengajarkan cara membuat dan memaksimalkan penggunaan pupuk organik.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, proyek SIMURP merupakan kegiatan optimalisasi dan modernisasi layanan sistem irigasi yang efektif, efisien dan berkelanjutan.

“Proyek ini bersumber dari Loan Agreement antara Pemerintah Indonesia dengan World Bank (WB) dan Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB) sedangkan pengelolaannya ada pada lintas empat Kementerian dan Lembaga yaitu Bappenas, Kementan, Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri,” terangnya, Selasa (11/08/2020).

Lokasi kegiatan SIMURP Provinsi Jawa Timur hanya ada di Kabupaten Jember, meliputi dua daerah irigasi (DI) yaitu DI Talang dan DI Pondok Waluh.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, berharap kegiatan SIMURP dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) dengan fokus pada kegiatan CSA atau Pertanian Cerdas Iklim.

“Kegiatan SIMURP bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim, mengurangi gagal panen, mengurangi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP,” terangnya.

Salah satu upaya meningkatkan kemampuan penyuluh adalah dengan menggelar ToT CSA SIMURP. Salah satu materi yang didapat dari kegiatan ini adalah membuat dan memaksimalkan penggunaan pupuk organik.

Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian, baik secara kualitas maupun kuantitas. Penggunaan pupuk organik juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.

Menurut Dedi, pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripada kadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Manfaat dari penggunaan pupuk organik bagi tanaman cukup banyak antara lain Menyuburkan tanah dalam waktu yang panjang, Memperbaiki sifat kimia tanah, sifat fisika tanah (struktur tanah) dan biologi tanah dan masih banyak manfaat lainnya.

“Kalau ini diterapkan di petani akan memberikan dampak yang cukup besar disamping menekan penggunaan pupuk kimia dan petani sudah bisa menerapkan pertanian ramah lingkungan,” ujar Dedi lagi.(NF/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *