READSI Kementan Pengungkit Kemajuan Pertanian Luwu

oleh -65 views

LUWU – Harapan besar disematkan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan terhadap program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) yang dijalankan Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). READSI diharapkan bisa memaksimalkan sejumlah komoditas di Luwu, termasuk kakao.

Harapan terhadap program ini disampaikan Koordinator Fungsional Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Abdul Kahar. Pria ini juga menjabat sebagai Asisten Penyuluhan dan Pelatihan READSI Kabupaten Luwu.

“Saat ini, kami mengacu pada PPSL. Kalau kita dapatkan lokasinya, kita cari lagi petani yang memenuhi syarat untuk mendukung penanaman komoditi seperti padi, jagung, dan yang utama adalah kakao,” katanya saat ditemui di Kampung Toangkajang, Desa Saluparemang Selatan.

Abdul Kahar menjelaskan, produksi pertahun kakao saat ini mencapai 1,4 ton per hektar.
“Dan setelah program READSI, kita berharap produksinya bisa mencapai dua ton per hektar. Untuk memungkinan hal itu, kita harus perbaiki lahan dan tanamannya,” katanya.

Dijelaskannya, tujuan dari penyuluhan ini adalah agar semua anggota kelompok tani mendapatkan pemahaman dasar.

“Makanya yang dipilih adalah perwakilan yang aktif dan sudah menjadi instruktur. Kita undang ke sini agar mendapat keahlian dan ilmu dari penyuluh dari Mars (pihak yang menampung Kakao) di sini,” katanya.

Abdul Kahar menambahkan, penyuluh harus lebih memahami dan detail tentang kakao.
“Prospek kakao di sini bagus, bahkan pernah jaya dan menjadi sentra. Hanya memang belakangan ada persoalan dengan sangat kompleks. Seperti gangguan tanah atau hama, sehingga dari bahan tanaman kita itu rawan sekali. Artinya sekarang kita ingin bangkit kan kembali kejayaan seperti tahun 2000 lalu,” urainya.

Pria yang biasa disapa Kahar juga mengaku sangat senang bahwa wilayahnya terus didukung program READSI. “Program ini sangat mulia, karena mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatan pendapatan dari kampung yang isinya adalah para petani Kakao. Sangat mengagumkan, dan kami sangat berterima kasih, ” Kata Kahar.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan READSI turut mendukung program-program Kementan.

“Utamanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian. READSI pun turut membantu peningkatan kualitas SDM pertanian,” tuturnya.

Sementara Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan jika READSI merupakan program dari International Fund for Food and Agriculture (IFAD) yang telah lama bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

“Saya mengapresiasi dukungan dan fleksibilitas yang diberikan IFAD kepada manajemen program dalam melakukan penyesuaian implementasi kegiatan di lapangan, khususnya di masa pandemi COVID-19,” kata Mentan Syahrul.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *