Kualitas SDM Pelaku Ekonomi Kreatif Desa Tamanagung Diupgrade Melalui Bimtek Fotografi dan Gerakan BISA

oleh -71 views

MUNTILAN – Kualitas SDM para pelaku ekonomi kreatif di desa Tamanagung diupgrade melalui Bimbingan Teknis SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Jawa Tengah, Jumat (25/9)

Dalam sambutannya Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, mengungkapkan bahwa kegiatan Gerakan BISA yang diselenggarakan di Kabupaten Magelang ditambah dengan 3 kegiatan ini, total berjumlah sudah mencapai 28 kegiatan di Kabupaten Magelang sedangkan Kabupaten Malang mempunyai 52 desa wisata yang salah satunya di Desa Tamanagung ini, kemudian dari 52 desa wisata ini sudah diadakan Gerakan BISA sebanyak 28 Desa.

Iwan Sutiarso menambahkan, Di Kabupaten Magelang mempunyai tiga sektor utama (sektor unggulan), yang pertama adalah Sektor Pertanian, yang kedua Sektor Industri Kecil Menengah dan yang ketiga adalah Sektor Pariwisata, Sektor pariwisata ini adalah sektor yang paling berdampak dengan adanya pandemi covid-19 karena prinsip prinsip dasar protokol kesehatan itu, agak bersinggungan keras dengan kebutuhan pariwisata,, seperti orang yang tidak berkepentingan atau mendesak diminta hanya tinggal dirumah, padahal piknik dan berwisata itu tentunya harus keluar rumah dan tidak tinggal dirumah”.

“Kabupaten Magelang mempunyai 210 daya tarik wisata, saat ini sudah 50 daya tarik wisata yang sudah dibuka lengkap dengan kajian dari gugus tugas covid-19 dan sudah mendapatkan izin dari Bapak Bupati.” kata Iwan Sutiarso

“Pengembangan SDM di bidang Ekonomi Kreatif itu harus terus di lakukan ditengah situasi pandemi covid-19, dan kita harus tetap optimis ditengah situasi pandemi covid-19, dimasa pandemi kita harus tetap bergerak, tetap kreatif dan inovatif agar roda ekonomi terus berjalan.

Semoga dengan kegiatan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan Gerakan BISA ini dapat dimanfaatkan sebaik baiknya oleh masyarakat di Desa Tamanagung,” tutup Iwan

Menurut Rita Dwi Kartika Utami pejabat Analis Kebijakan Ahli Madya Koordinator Edukasi I, mengungkapkan “Dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata ini mengakibatkan dampak beruntun terhadap ekonomi kreatif”.

Oleh karena itu Pariwisata harus tetap berjalan dengan protokol kesehatan ketat agar ekonomi kreatif juga tetap bergerak. Dengan terjadinya pandemi COVID-19 bukan berarti menghentikan seluruh kegiatan pariwisata.

“Pandemi ini menjadi momentum bagi kita untuk menata kembali sektor pariwisata dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya,”

Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani menerangkan dasar penyelenggaraan acara, Bimtek fotografi dan Gerakan BISA dikreasi untuk mengakselerasi pariwisata dan ekonomi kreatif. Gerakan ini juga sebagai bentuk dukungan dan penguatan terhadap industri pariwisata di Kabupaten Magelang.

Di sisi lain, Ricky menjelaskan Bimtek fotografi diselenggarakan dengan narasumber berkompeten yang merupakan fotografer bersertifikat yakni Ibu Dewi Sartika Bukit yang langsung mengaplikasikannya di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Bimtek fotografi dan Gerakan BISA akan mendukung penuh kebangkitan pariwisata Kabupaten Magelang yang terdampak Covid-19. Keduanya merupakan sinergi apik untuk menggeliatkan kembali industri pariwisata Magelang. “Bimtek fotografi menjadi pemikat wisatawan, sementara Gerakan BISA menjadi pedoman pengelola destinasi dan wisatawan untuk dapat melakukan perjalanan wisata yang aman di masa adaptasi kebiasaan baru ini,” terangnya.

Pada Bimtek fotogeafi, peserta yang berjumlah sekitar 100 orang itu akan diajarkan mengambil foto dengan alat sederhana seperti smarphone namun dengan teknik dan kualitas tinggi.

“Konten branding menjadi kebutuhan yang sangat vital. Bukan hanya harus bagus, tapi foto harus bisa merepresentasikan dan bercerita sebuah produk atau destinasi wisata secara menyeluruh. Dengan begitu, wisatawan bisa langsung tergerak untuk datang ke desa Tamanagung. Hal seperti inilah yang diperlukan,” jelas Ricky lagi.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya mengungkapkan, program BISA dan Bimtek sudah barang tentu akan memperkuat posisi Sentra Seni Pahat Batu yang berada di Desa Tamanagung di masa pandemi ini.

“Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesiapan Desa Tamanagung dalam menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru terus ditingkatkan melalui program BISA. Sementara program Bimtek fotografi merupakan stimulus bagi mereka untuk melakukan branding dengan konten-konten yang semakin bagus,” ungkap Wisnu.

Program Gerakan BISA, Wisnu melanjutkan, sebagai dasar bagi destinasi wisata agar dapat memberikan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan yang berkunjung. “Sebab, program Gerakan BISA ini menjadi implementasi penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata. Pogram Gerakan BISA juga memberikan transformasi pengetahuan baru melalui audiensi. Melalui Gerakan BISA kami juga berupaya untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata,” ujarnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *