Program BISA Kemenparekraf Hidupkan Denyut Nadi Wisata Bahari Mertak Lombok Tengah

oleh -67 views
Toar RE Mangaribi, Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf saat memberikan arahan jelang Bimtek dan BISA di Desa Mertak, Lombok Tengah
Toar RE Mangaribi, Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf - Kemenparekraf/Baparekraf saat memberikan arahan jelang Bimtek dan BISA di Desa Mertak, Lombok Tengah

Lombok Tengah – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali berdenyut. Ada dua program yang digulirkan yakni Bimbingan Teknis (Bimtek) SDM Ekonomi Kreatif Fotografi dan program Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA). Keduanya merupakan stimulus agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit kembali setelah dihantam pandemi Covid-19. Hasilnya positif. Kedua program yang saling mendukung tersebut mampu menghidupkan kembali denyut nadi pariwisata dan ekonomi kreatif obyek wisata bahari Mertak Lombok Tengah.

Obyek wisata yang terletak di Desa Mertak, Kecamatan Pujut itu menawarkan banyak atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Salah satu yang terkenal adalah Restoran Apung Desa Mertak. Wisatawan dapat merasakan sensasi menikmati kuliner seafood yang dipadukan dengan olahan khas Desa Mertak. Rasanya sudah barang tentu membuat ketagihan.

Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekraf Kemenparekraf/Baparekraf, Toar RE Mangaribi menuturkan, program BISA akan semakin memperkuat posisi tawar obyek wisata bahari Desa Mertak di mata wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Program Bimtek dan gerakan BISA ini merupakan satu kesatuan utuh untuk meningkatkan posisi tawar obyek wisata bahari Desa Mertak. Bimtek berupaya meningkatkan kualitas SDM-nya. Sementara gerakan BISA menguatkan nilai obyek wisatanya dalam hal kebersihan, keindahan, kesehatan serta keamanan dan kenyamanan wisatawan saat melakukan perjalanan wisata,” kata Toar di sela implementasi program BISA di obyek wisata bahari Desa Mertak, Rabu (30/9/2020).

Tak hanya resto apung, obyek wisata yang diinisiasi oleh pemuda Dusun Serenang, Karang Taruna Desa Mertak serta Bumdes Berkarya Mertak itu juga memiliki pantai bernama Pantai Batu Berang yang berlokasi di Dusun Serenang Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Pantai Batu Berang ini merupakan ujung timur dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pantai ini memiliki banyak perbedaan dengan pantai-pantai yang ada pada umumnya. Salah satu perbedaannya adalah rindangnya pohon kelapa yang bisa kita temui di sepanjang bibir pantai.

Jika biasanya cuaca di sekitar pantai akan terasa terik oleh sinar matahari, tidak dengan di Pantai Batu Berang. Kerindangan pepohonan di Pantai Batu Berang membuat cuaca tetap sejuk meski pada siang hari saat matahari memancarkan cahayanya. Tak hanya itu, kita juga ditawarkan spot selfie yan lg cukup indah dengan latar belakang samudera yang membentang. Hutan mangrove yang menghijau alami juga menawarkan daya tarik tersendiri bagi keindahan wisata bahari di Pantai Batu Berang. Di sini Anda juga dapat menikmati water sport seperti speed boat, kano, surfing dan lain sebagainya. Jika ingin menyelam juga tersedia fasilitas diving. Keindahan alam bawah laut di sini tak kalah menarik dibanding obyek wisata lainnya.

“Program BISA ini merupakan gerakan untuk memperbaiki kebersihan, keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. Kita lihat juga sudah ada peralatan kebersihan. Ini merupakan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) dan peralatan ini untuk disumbangkan ke masyarakat yanga ada di sekitar sini,” kata dia.

Apalagi, kata Toar, Lombok bakal menjadi lokasi perhelatan balap motor bergengsi tingkat dunia, MotoGP. Tentu saja tak hanya penyiapan destinasi dan fasilitas pendukungnya, termasuk juga di dalamnya adalah penyiapan sumber daya manusianya. “Kita tahu MotoGP akan diselenggarakan di sini. Tentu saja segala fasilitas pendukungnya harus dipersiapkan dengan baik, termasuk sumber daya manusianya. Program Bimtek ini memperkuat sumber daya manusianya. Sementara kegiatan BISA mempercantik serta menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang datang berlibur,” tuturnya.

 

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, sebagai kawasan wisata, NTB khususnya Lombok Tengah memiliki destinasi wisata unggulan yang perlu untuk terus didukung. Salah satunya adalah kawasan Mandalika, khususnya wisata bahari Desa Mertak ini. “Lombok memiliki potensi industri ekonomi kreatif yang beragam. Potensi sebagai destinasi wisata dunia tentu harus didukung. Untuk itu, sinergi besar seluruh stakeholder pariwisata sangat diperlukan di sini,” tegas Wisnu.

Menaikkan daya tawar wisata bahari Desa Mertak, aksi riil pun dilakukan. Melalui program BISA, dukungan berupa Wastafel Portable Anti Covid-19 dan peralatan kebersihan diberikan. Wastafel ini didesain khusus dengan meminimalkan sentuhan tangan. Bila ingin mengalirkan air, tinggal menekan pijakan kaki di bawah. Pun demikian dengan sabun pencucitangannya.

Rangkaian program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi ditutup dengan aksi bersih-bersih di kawasan wisata Desa Mertak. Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, seluruh potensi yang dimiliki Desa Mertak mendapatkan porsi branding ideal.

“Program BISA dan Bimtek SDM Ekonomi Kreatif Fotografi memiliki posisi strategis. Keduanya saling terkait. Yang jelas, Mandalika, dalam hal ini obyek wisata bahari Desa Mertak mendapatkan porsi branding yang besar dari program ini. Sebagai destinasi wisata dunia tentu harus di-support karena potensinya luar biasa untuk menarik arus kunjungan wisatawan,” ujar Ricky.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Lombok Tengah, Nurman tak menampik jika pandemi Covid-19 memiliki dampak yang cukup serius terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya. “Sejak Maret hotel dan pariwisata di Kuta ini sepi pengunjung. Alhamdulillah sekarang mulai ada tamu dari Kemenparekraf. Bukan hanya sekadar datang, tetapi ada hikmah dan hidayah dari Allah yang di sampaikan dari tangan tangan beliau-beliau yang hadir ini,” kata dia.

Menurutnya, potensi pariwisata di obyek wisata bahari Desa Mertak sangat luar biasa. Masyarakat pun menikmati langsung pendapatan dari sektor pariwisata melalui desa-desa wisata yang sudah terbentuk. “Potensi ini sangat luar biasa. Tapi potensi ini tidak luar biasa kalau SDM-nya tidak mengelola potensi itu. Apa yang kita miliki kalau SDM-nya tidak ditingkatkan kualitasnya. Tidak akan bermanfaat secara baik. Kami dari pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang terus menerus membangun dan memajukan pariwisata di Lombok,” papar dia.

Menurutnya, SDM merupakan faktor produksi utama dari keberlangsungan sebuah destinasi wisata. Dalam mengembangkan ekonomi kreatif, modal pokoknya adalah ide dan pemikiran. “Nah, itu bisa didapat kalau SDM-nya mumpuni. Kalau hasilnya bagus, pasti akan lebih mahal dari kegiatan-kegiatan lainnya. Termasuk gerakan BISA ini, dengan protokol Covid-19 ini harus dilaksanakan. Jadi semua harus memakai masker, menjaga jarak dan cuci tangan biar tidak menular kepada kita dan yang lainnya,” ujarnya.

“kedatangan pemerintah pusat ini memberikan semangat kepada kita untuk menyambut MotoGP. Dua program inilah sebagai momentum untuk kita bangkit dari pandemi yang berkepentingan. Terima kasih Kemenparekraf,” tambah Nurman.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *