Di banyak negara berbahasa Spanyol, pergantian tahun sering datang bareng suara “campanadas” atau dentang jam yang dihitung bersama. Di momen itulah muncul satu kebiasaan yang belakangan ikut meledak di media sosial: makan 12 butir anggur tepat saat tengah malam. Versi barunya lebih nyentrik lagi, anggurnya dimakan sambil bersembunyi di bawah meja, konon supaya “urusan asmara” ikut lancar sepanjang tahun.
Ritual ini kelihatan lucu, tapi sebenarnya punya akar budaya panjang dan lintasan sejarah yang menarik, dari alun alun Madrid sampai akhirnya jadi tantangan viral lintas negara.
Dari Tradisi Klasik ke Tren Viral, Apa yang Sebenarnya Dilakukan?
Secara “pakem”, tradisi yang dikenal sebagai las doce uvas de la suerte dilakukan dengan cara memakan 12 butir anggur, satu butir untuk tiap dentang jam saat pergantian tahun. Dua belas butirnya melambangkan dua belas bulan yang akan dijalani. Kalau bisa menuntaskan semuanya selaras dentang, banyak orang meyakini itu pertanda baik untuk keberuntungan dan kelancaran setahun ke depan.
Lalu muncul twist yang ramai di TikTok dan platform lain: anggurnya dimakan di bawah meja. Narasinya bergeser, bukan cuma soal “beruntung”, tapi lebih spesifik ke “dapat cinta”, “ketemu jodoh”, atau “hubungan makin serius”. Media gaya hidup di AS dan sejumlah media arus utama menyebut variasi bawah meja ini lebih merupakan tambahan modern, bukan bagian dari tradisi Spanyol yang paling dikenal.

Jejak Spanyolnya Kental, Pusatnya Ada di Dentang Puerta del Sol
Kalau membicarakan 12 anggur, nama yang paling sering muncul adalah Puerta del Sol di Madrid. Di sana ada jam ikonik yang dentangnya menjadi penanda pergantian tahun dan disiarkan luas, sehingga orang di rumah ikut “mengejar dentang” yang sama. Tradisi anggur ini juga sering dikaitkan dengan cara masyarakat menyambut tahun baru sambil menonton hitung mundur versi Spanyol.
Di titik ini, ritualnya terasa seperti olahraga kecil di ruang keluarga. Bukan hal mistis yang berat, melainkan kebiasaan kolektif yang membuat momen tengah malam jadi lebih seru. Dan seperti tradisi populer lain, ketika masuk era media sosial, ia berubah dari kebiasaan keluarga menjadi konten yang bisa ditiru siapa pun.
Dua Cerita Asal Usul yang Paling Sering Muncul, Satire dan Panen Melimpah
Tidak ada satu versi sejarah yang benar benar tunggal, tapi ada dua penjelasan yang paling sering dikutip.
Cerita pertama membawa kita ke akhir abad ke 19. Ada rujukan bahwa kalangan berada meniru gaya Prancis, merayakan malam tahun baru dengan anggur dan sampanye. Lalu muncul reaksi masyarakat yang datang ke Puerta del Sol untuk “mengolok” atau menyindir kebiasaan elit itu, dan kebiasaan makan anggur di ruang publik pelan pelan ikut mengakar.
Cerita kedua lebih “ekonomi banget” dan ini yang banyak dianggap paling masuk akal untuk menjelaskan kenapa tradisi tersebut meledak: sekitar 1909 ada panen anggur yang sangat melimpah, khususnya di wilayah seperti Alicante, sehingga produsen mendorong kampanye anggur sebagai “anggur keberuntungan” supaya terserap pasar. Dari sini kebiasaan makan 12 anggur saat pergantian tahun ikut dipopulerkan dan akhirnya menjadi tradisi yang bertahan sampai sekarang.
Yang menarik, dua versi ini tidak saling membunuh. Bisa saja praktik sosialnya sudah ada, lalu pengaruh pasar membuatnya makin masif dan “resmi” sebagai kebiasaan publik.
Kenapa Harus 12 Butir, dan Kenapa Harus Kejar Kejaran dengan Dentang Jam?
Angka 12 hampir selalu dibaca sebagai simbol dua belas bulan. Satu butir anggur menjadi semacam “pengantar niat” untuk satu bulan, entah itu harapan kerjaan lancar, keluarga sehat, rezeki aman, atau hubungan membaik. Itulah kenapa banyak orang menyebutnya juga sebagai 12 harapan yang dimakan satu per satu.
Soal dentang jam, ini yang membuat ritualnya khas. Ia bukan sekadar makan buah, tapi makan dengan tempo, seolah tahun baru bukan hanya angka di kalender, melainkan momen yang “dikejar” bersama sama. Dari sisi pengalaman, unsur inilah yang bikin orang merasa ikut upacara kolektif, bukan hanya menghabiskan snack tengah malam.
Dari Spanyol Menyeberang ke Banyak Negara, Lalu Masuk ke Timeline Kita
Seiring diaspora dan pengaruh budaya Hispanik, tradisi 12 anggur juga diadopsi di berbagai negara Amerika Latin dan komunitas berbahasa Spanyol di tempat lain. Dalam banyak tulisan populer, tradisi ini disebut sudah lama dikenal luas di wilayah tersebut, meski detail praktiknya bisa berbeda beda.
Tahun 2024 sampai 2026, gaungnya makin terasa global karena media sosial. Orang yang tidak punya keterikatan budaya sekalipun ikut mencoba karena formatnya pas untuk konten: ada countdown, ada tantangan, ada “hasil” yang bisa dipamerkan, berhasil atau gagal. Media gaya hidup menyebut momen ini sebagai tradisi lama yang mendapat “napas baru” lewat TikTok.

Versi Bawah Meja, Dari Mana Datangnya dan Kenapa Dikaitkan dengan Cinta?
Ini bagian yang membuat banyak orang bertanya, “kok jadi di bawah meja”.
Sejumlah liputan tren menyebut “makan 12 anggur di bawah meja” sebagai variasi modern yang beredar luas di media sosial, sering dibungkus sebagai ritual untuk menarik cinta atau memperlancar asmara. Ada yang menyebutnya sebagai “grape theory”, ada pula yang menggabungkannya dengan praktik tahun baru lain seperti pakaian dalam warna tertentu, semuanya masuk kategori takhayul pop yang hidup dari cerita mulut ke mulut versi internet.
Yang perlu digarisbawahi, sumber sumber yang membahas tradisi 12 anggur sebagai tradisi Spanyol jarang menempatkan “di bawah meja” sebagai inti. Artinya, bawah meja ini lebih tepat dipahami sebagai adaptasi viral, semacam bumbu baru untuk generasi yang ingin ritualnya terasa lebih personal, lebih dramatis, dan tentu saja lebih kontenable.
“Kalau tradisi aslinya soal keberuntungan setahun penuh, versi bawah meja itu terasa seperti cara generasi sekarang memberi alamat spesifik ke semesta, khususnya urusan cinta.”
Cara Melakukannya yang Paling Umum, plus Variasi yang Sering Muncul
Secara garis besar, orang yang mengikuti versi klasik biasanya menyiapkan 12 butir anggur sebelum tengah malam. Saat jam berdentang 12 kali, mereka makan satu butir per dentang, sampai dentang terakhir selesai.
Sementara itu, versi bawah meja menambahkan satu elemen: tepat menjelang tengah malam, orang duduk atau berjongkok di bawah meja dan melakukan tantangan yang sama. Motifnya yang sering disebut adalah “biar cepat dapat pasangan” atau “biar hubungan naik level”. Ini bukan aturan baku, lebih mirip aturan main komunitas internet yang berubah ubah.
Ada juga variasi kecil yang sering muncul karena alasan kenyamanan:
- Memilih anggur tanpa biji agar lebih mudah ditelan dan dikunyah cepat
- Mengupas kulit dan menyiapkan 12 butir terpisah sebelum hitung mundur agar tidak panik saat dentang
- Menyertakan 12 harapan dalam hati, ada yang menyebut satu harapan per butir, ada pula yang cukup “niat baik” secara umum
Kenapa Ritual Seperti Ini Mudah Dipercaya dan Mudah Menular?
Ritual tahun baru selalu punya satu fungsi sosial yang kuat: memberi rasa kendali saat orang memasuki fase baru yang penuh ketidakpastian. Bahkan ketika orang tidak 100 persen percaya, mereka tetap melakukannya karena “tidak ada ruginya”, lucu, dan bisa jadi bahan obrolan keluarga.
Ditambah lagi, format 12 anggur itu singkat, murah, dan bisa dilakukan di mana saja. Ini kombinasi yang membuat sebuah tradisi gampang “go internasional”. Ketika ditambah elemen bawah meja, efeknya jadi lebih teatrikal dan lebih mudah jadi meme, sehingga penyebarannya makin cepat. Media mode dan gaya hidup mencatat bahwa variasi seperti bawah meja bukan inti tradisi awal, tapi justru bagian yang membuatnya viral sekarang.
Catatan Penting, Jangan Sampai Tahun Baru Berakhir di IGD
Ada satu hal yang sering luput karena orang fokus pada tantangan: makan cepat berisiko tersedak. Beberapa media gaya hidup mengingatkan agar tidak menelan anggur utuh, mengawasi anak kecil, dan memilih ukuran yang aman. Intinya sederhana, ritualnya boleh seru, tapi keselamatan jangan jadi taruhan.
Kalau ingin ikut, cara aman yang sering disarankan adalah mengunyah benar benar, memilih anggur kecil atau membelahnya, serta tidak memaksakan diri mengejar dentang bila membuat panik. Tradisinya bukan ujian kelulusan, jadi tidak perlu “menang” sampai lupa napas.
Di Spanyol Ini Tradisi Kultural, di Internet Ini Bisa Jadi Apa Saja
Di Spanyol, 12 anggur identik dengan malam tahun baru dan dentang jam. Ia hidup sebagai tradisi budaya yang terus diulang, menjadi kebiasaan keluarga, dan bagian dari perayaan publik.
Di internet, tradisi yang sama bisa berubah fungsi. Tahun ini orang menambah bawah meja, tahun depan mungkin ada variasi lain. Polanya mirip: budaya memberi kerangka, media sosial memberi modifikasi, lalu publik memilih versi yang paling menghibur.
Kalau ditanya ritual macam apa ini, jawaban paling jujur adalah: ini tradisi 12 anggur yang punya akar Spanyol, lalu dipopulerkan lintas negara, dan belakangan diberi “bumbu romansa” lewat tren bawah meja. Selebihnya, ia berada di wilayah keyakinan personal, setengah serius setengah bercanda, tapi tetap jadi cara banyak orang menyambut tahun baru dengan harapan baik.