No data found
Wednesday, September 30, 2026
Home NewsBertemu dengan Ketua DPD Ini Keluhan Pelaku Bisnis Kepelabuhanan di Tanjung Perak

Bertemu dengan Ketua DPD Ini Keluhan Pelaku Bisnis Kepelabuhanan di Tanjung Perak

by Suara Jatim
0 comments

Suasana di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya biasanya identik dengan hiruk pikuk truk kontainer, suara kapal, dan aktivitas bongkar muat yang nyaris tidak pernah tidur. Tapi di balik ramainya lalu lintas barang, pelaku bisnis kepelabuhanan di sana lagi banyak banget uneg uneg. Momen bertemu dengan Ketua DPD RI dimanfaatkan habis habisan untuk menyampaikan keluhan yang selama ini dirasa menekan napas usaha mereka.

Mereka datang bukan sekadar curhat, tapi membawa daftar masalah yang sudah menumpuk lama. Mulai dari aturan yang dirasa makin memberatkan, persaingan usaha yang dianggap tidak sehat, sampai urusan teknis seperti pendangkalan alur dan perizinan yang ribet. Semua disampaikan langsung di hadapan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam sebuah pertemuan di Surabaya pada Agustus 2020.


Pertemuan Penuh Uneg Uneg di Tengah Lesunya Bisnis Pelabuhan

Pertemuan ini digelar di tengah kondisi ekonomi yang lagi serba berat. Pandemi membuat kegiatan ekspor impor melambat, volume barang turun, dan aktivitas di pelabuhan otomatis ikut tersendat. Buat para pelaku usaha yang sehari harinya hidup dari arus logistik, situasi ini jelas bikin napas makin sesak.

Di forum itu, hadir para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Asosiasi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Mereka mewakili berbagai asosiasi yang selama ini menjadi tulang punggung aktivitas kepelabuhanan di Surabaya. Semua datang dengan harapan sederhana, supaya suara mereka sampai ke pusat dan ada solusi nyata, bukan cuma janji normatif.

Asosiasi Asosiasi yang Hadir Membawa Keluhan

Satu hal yang bikin pertemuan ini terasa berat adalah daftar panjang asosiasi yang ikut nimbrung. Ada perwakilan dari Organda Tanjung Perak yang mengurus angkutan darat, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Jawa Timur, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Jawa Timur, asosiasi pemilik kapal, sampai gabungan pengusaha ekspor impor dan asosiasi depo kontainer.

Masing masing punya masalah sendiri, tapi benang merahnya sama, iklim usaha di pelabuhan terasa makin menekan. Mulai dari biaya operasional yang naik, aturan yang berubah ubah, sampai kekhawatiran soal keberadaan anak dan cucu perusahaan BUMN yang dinilai masuk ke lini usaha yang sudah lama digarap pengusaha lokal.

Buat pengusaha pengusaha ini, pertemuan dengan Ketua DPD RI bukan acara seremonial biasa. Mereka menganggap momen ini sebagai kesempatan untuk menyampaikan langsung apa yang selama ini cuma berputar di level surat, rapat teknis, atau keluhan informal di grup grup WhatsApp pelaku usaha.


Keluhan Utama Pelaku Usaha di Tanjung Perak

Kalau ditarik garis besar, keluhan yang disampaikan ke Ketua DPD RI bisa dibagi jadi beberapa kelompok. Ada yang menyangkut aturan impor dan perizinan, ada yang terkait peran BUMN di sektor pelabuhan, ada juga soal kondisi fisik pelabuhan dan biaya biaya yang harus ditanggung pelaku usaha.

Mereka tidak sekadar bilang, “kami keberatan”, tapi memaparkan contoh konkret yang selama ini menghambat aliran barang dan menambah biaya. Dari sisi pengusaha, semua hambatan itu pada akhirnya bikin produk Indonesia kurang kompetitif dan membuat arus logistik terasa berat di ongkos.

Aturan Impor yang Dianggap Terlalu Ribet

Salah satu keluhan paling sering muncul adalah soal aturan Persetujuan Impor atau PI. Buat importir, PI ini semacam pintu yang harus dilalui dulu sebelum barang bisa masuk. Masalahnya, menurut pelaku usaha, proses mengurus PI dianggap berbelit dan makan waktu lama.

Ketika PI terlambat terbit, barang yang sudah datang di pelabuhan bisa tertahan. Akibatnya, biaya penumpukan di pelabuhan naik, jadwal produksi di pabrik terganggu, dan pada akhirnya harga produk ikut terdongkrak. Di tengah situasi ekonomi yang lagi lesu, tambahan biaya seperti ini terasa sangat menyakitkan.

Pelaku usaha berharap, untuk masa sulit seperti ini, pemerintah bisa lebih lentur. Bukan berarti aturan dilanggar, tapi ada penyesuaian yang membuat dunia usaha bisa bergerak tanpa terus menerus merasa dikejar regulasi yang kaku.

Perizinan yang Harus Lewat Banyak Meja

Selain PI, keluhan lain yang muncul adalah soal perizinan yang dirasa berjilid jilid. Untuk urusan tertentu, pengusaha mengaku perlu surat keterangan dari PT Pelindo sebagai operator pelabuhan, lalu masih harus melapor ke instansi lain seperti Bea Cukai atau kantor kelurahan.

Alur perizinan yang panjang ini bikin pelaku usaha merasa seperti bolak balik tanpa ujung. Setiap tambahan meja yang harus dilalui berarti tambahan waktu dan, pada praktiknya, tambahan biaya. Di era ketika banyak layanan publik sudah mulai beralih ke sistem digital, pelaku usaha di Tanjung Perak berharap urusan perizinan pelabuhan juga bisa lebih ringkas dan transparan.


Iklim Usaha dan Kehadiran Anak Cucu BUMN

Di luar urusan regulasi, pelaku usaha juga menyampaikan keresahan soal persaingan usaha di lingkungan pelabuhan. Bukan sekadar soal kompetitor biasa, tapi tentang masuknya anak dan cucu perusahaan BUMN yang menggarap lini bisnis yang sebelumnya diisi pihak swasta lokal.

Dalam kacamata pelaku usaha, BUMN seharusnya fokus pada peran strategis yang memang tidak bisa dijalankan swasta. Kalau sampai anak cucu BUMN ikut bermain di sektor yang sudah lama diisi pengusaha lokal di Surabaya, muncul kekhawatiran soal persaingan yang dirasa tidak seimbang.

Kekhawatiran Terpinggirkan di Rumah Sendiri

Keluhan ini disampaikan ke Ketua DPD RI sebagai alarm agar dunia usaha lokal tidak pelan pelan tergusur di rumah sendiri. Mereka mengaku sudah berpuluh tahun investasi di sekitar Tanjung Perak, membangun jaringan, menyiapkan SDM, dan ikut memutar roda ekonomi Jawa Timur.

Ketika anak cucu BUMN yang punya akses modal besar, jaringan kuat, dan hubungan dekat dengan pengelola pelabuhan masuk ke lini yang sama, pelaku usaha swasta khawatir akan terjebak di posisi serba kalah. Margin makin tipis, ruang gerak menyempit, dan posisi tawar di depan pelanggan maupun pengelola pelabuhan ikut turun.

Mereka berharap, masukan dari lapangan ini bisa membuat pemerintah menegaskan lagi komitmen agar BUMN dan turunannya tidak justru mematikan usaha swasta, apalagi skala menengah dan kecil yang mempekerjakan banyak tenaga kerja.


Masalah Fisik Pelabuhan yang Tidak Bisa Diabaikan

Selain soal aturan dan persaingan bisnis, pelaku usaha juga menyoroti kondisi fisik pelabuhan. Tanjung Perak adalah salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia, sehingga masalah kecil di lapangan bisa berdampak besar pada arus logistik.

Di antara hal yang disorot adalah pendangkalan di beberapa area, terutama di sekitar galangan kapal. Kondisi ini membuat kapal tertentu kesulitan sandar dengan aman dan efisien. Buat perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan dan galangan, pendangkalan berarti penurunan kapasitas, risiko kerusakan kapal, dan tentu saja potensi kerugian finansial.

Pendangkalan yang Bikin Biaya Membengkak

Pendangkalan membuat kapal tidak bisa masuk dengan muatan maksimal. Akhirnya, pemilik kapal harus mengurangi muatan atau mencari alternatif lain, yang pada ujungnya menambah biaya pengiriman. Buat pemilik galangan, mereka mungkin harus mengatur ulang jadwal docking dan memilih kapal kapal dengan draft tertentu saja.

Situasi seperti ini bikin pelaku usaha merasa seolah olah mereka beroperasi di jalur yang separuhnya berlubang. Mereka menuntut adanya pengerukan dan perbaikan yang konsisten, bukan sekadar proyek sesaat yang tidak tuntas.

Biaya Biaya Tambahan yang Dirasa Tidak Ringan

Masalah lain yang ikut disorot adalah soal biaya yang harus dibayar kapal kapal ketika melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya atau APBS. Laporan soal fee pelintasan ini juga sampai ke telinga Ketua DPD RI. Para pelaku usaha merasa, di tengah kondisi ekonomi yang serba berat, setiap rupiah biaya tambahan terasa sangat kentara di laporan keuangan.

Pelaku usaha tidak menolak adanya kewajiban tertentu, tapi mereka berharap ada transparansi yang jelas. Berapa besar biaya, untuk apa digunakan, dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan layanan. Kalau pelabuhan tertib, efisien, dan infrastruktur terjaga, pelaku usaha umumnya masih bisa menerima. Tapi kalau layanan dirasa biasa saja sementara biaya terus naik, di situlah keluhan makin keras terdengar.


Pandemi yang Bikin Bisnis Kepelabuhanan Makin Berat

Di luar masalah struktural yang sudah lama ada, pandemi menjadi semacam pukulan tambahan buat pelaku usaha. Ketika ekspor impor turun dan banyak pabrik mengurangi produksi, otomatis aktivitas di pelabuhan ikut menurun.

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Kepelabuhanan Tanjung Perak, Henky Pratoko, menyampaikan bahwa pandemi membuat aktivitas ekonomi di dalam negeri banyak yang tersendat, tidak terkecuali bisnis di lingkungan Tanjung Perak. Di masa seperti ini, pelaku usaha berharap pemerintah memberi ruang bernapas lebih longgar.

Harapan Ada Toleransi Lebih ke Dunia Usaha

Pelaku usaha berkali kali menekankan bahwa mereka bukan minta aturan dihapus, tapi minta pendekatan yang lebih mengedepankan pelayanan ketimbang sekadar penegakan aturan kaku. Menurut mereka, dunia usaha sedang berjibaku untuk mempertahankan kegiatan bisnis supaya tidak mati sama sekali.

Dalam kondisi seperti ini, kebijakan yang terlalu keras tanpa melihat konteks bisa membuat banyak perusahaan berjatuhan. Efeknya bukan cuma ke pemilik modal, tapi juga ke karyawan, mitra, dan rantai ekonomi yang ikut hidup dari aktivitas di pelabuhan. Itu sebabnya, mereka menyampaikan langsung harapan agar pemerintah mempertimbangkan relaksasi di beberapa titik yang dirasa terlalu menekan.


Respons Ketua DPD RI di Tengah Deretan Keluhan

Di hadapan pelaku usaha, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti tidak hanya mendengar, tapi juga menyatakan siap menindaklanjuti. Ia meminta asosiasi asosiasi kepelabuhanan untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis agar bisa dibedah lebih dalam, apa saja substansi permasalahannya.

Sebagai pimpinan lembaga perwakilan daerah, ia mengaku siap meneruskan berbagai temuan dan keluhan ini ke kementerian terkait, bahkan ke Presiden jika diperlukan. Hal ini senada dengan penjelasan di situs resmi DPD RI, yang menyebut bahwa masalah iklim usaha di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi perhatian dalam rapat rapat kerja dengan instansi terkait.

Janji Mengawal Sampai ke Level Kebijakan

LaNyalla menegaskan, beberapa keluhan yang menyangkut ekspansi anak cucu BUMN di sektor usaha yang sudah diisi swasta, aturan yang memberatkan, hingga potensi pelanggaran peraturan perundangan akan menjadi bahan rekomendasi dari Komite DPD RI. Rekomendasi ini nantinya akan diteruskan ke kementerian maupun lembaga penegak hukum untuk pendalaman lebih lanjut.

Buat pelaku usaha, pernyataan ini penting. Mereka butuh sinyal bahwa apa yang disampaikan bukan sekadar masuk ke catatan notulensi dan hilang begitu saja. Ada harapan bahwa keluhan di level pelabuhan bisa bergerak naik menjadi bahan kajian di level nasional.


Tanjung Perak Sebagai Nadi Ekonomi dan Kenapa Keluhan Ini Krusial

Pelabuhan Tanjung Perak bukan pelabuhan kecil yang pengaruhnya terbatas di satu kota. Ini adalah salah satu pelabuhan utama di Indonesia, terutama untuk wilayah Indonesia timur. Arus barang dari dan ke berbagai daerah banyak yang bersandar di sini.

Itu sebabnya, setiap masalah yang terjadi di Tanjung Perak efeknya bisa berantai. Kalau perizinan lama, barang tertahan. Kalau biaya mahal, harga di pasar ikut naik. Kalau pelaku usaha lokal tersingkir, struktur ekonomi jadi timpang. Keluhan yang disampaikan ke Ketua DPD RI bukan sekadar curhat lokal, tapi menyangkut desain besar ekosistem logistik nasional.

Suara dari Lapangan yang Jarang Terdengar ke Pusat

Sering kali, kebijakan dibuat di pusat dengan semangat memperbaiki tata kelola, menutup celah pelanggaran, atau mengejar penerimaan negara. Tapi di lapangan, pelaku usaha merasakan sisi lain yang kadang tidak tertangkap di dokumen resmi. Mereka melihat antrean truk yang mengular, kapal yang harus menunggu di luar karena alur dangkal, serta dokumen yang harus bolak balik diteken di beberapa meja.

Pertemuan di Surabaya ini menjadi salah satu momen ketika suara dari bawah bisa naik ke atas tanpa filter terlalu banyak. Pelaku usaha bicara apa adanya, lengkap dengan contoh kasus, sementara Ketua DPD mendengar dan menanggapi dengan janji mengawal.


Harapan Pelaku Bisnis Setelah Pertemuan

Bagi pelaku bisnis kepelabuhanan, pertemuan dengan Ketua DPD RI ini tidak otomatis menyelesaikan masalah. Tapi setidaknya, mereka merasa ada pintu yang terbuka untuk menyampaikan persoalan secara lebih sistematis.

Mereka berharap, keluhan soal perizinan yang rumit, aturan impor yang memberatkan, ekspansi anak cucu BUMN, biaya pelintasan alur, sampai masalah teknis seperti pendangkalan, tidak berhenti di ruang pertemuan saja. Di mata mereka, perubahan kecil di satu regulasi atau satu prosedur saja bisa punya efek besar pada kelancaran usaha.

Ke depan, pelaku usaha di Tanjung Perak ingin melihat pelabuhan yang bukan cuma sibuk secara fisik, tapi juga sehat dari sisi iklim usaha. Pelabuhan yang aturan dan biayanya jelas, infrastrukturnya terjaga, serta ruang bagi pengusaha lokal dan BUMN diatur secara adil.

Bagi mereka, itulah makna paling konkret dari pertemuan dengan Ketua DPD RI di Surabaya, sebuah upaya untuk memastikan bahwa denyut nadi logistik Indonesia yang berpusat di pelabuhan pelabuhan besar seperti Tanjung Perak tidak tersendat hanya karena masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan jika semua mau duduk bareng dan mendengar suara lapangan lebih serius.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasimahjong ways dalam bingkai desain visual dan budaya digitaljejak klasik menemukan bentuk baru melalui mahjong waysmahjong ways dan perjalanan simbol menuju layar interaktif moderncerita visual mengikuti perkembangan mahjong ways di era teknologimahjong ways dilihat dari sisi kreativitas dan identitas platformperubahan tampilan membawa mahjong ways ke perspektif yang berbedamahjong ways dalam percakapan seputar tradisi dan budaya digitaldari konsep lama ke format baru menelusuri mahjong wayssimbol dan tema mengiringi perjalanan mahjong ways di ruang digitalmahjong ways menjadi bagian dari perubahan desain hiburan moderngame online dan perubahan kebiasaan di tengah budaya internetkomunitas digital menjadi bagian dari perjalanan game onlinegame online dalam potret interaksi sosial di era platform modernjejak mobile membawa game online ke pengalaman yang semakin beragamketika game online bertemu dengan kreativitas dan komunitas digitalgame online dan pergeseran cara menikmati hiburan interaktifdari komunitas ke platform menyusuri perkembangan game onlinedesain visual membentuk identitas baru dalam dunia game onlinegame online di tengah perubahan teknologi dan budaya populerperjalanan game online mengikuti arah baru ekosistem digitaltekanan emosional muncul di tengah kebiasaan judi online yang berulangstres dan judi online menjadi bahasan dalam perubahan kondisi keuanganketika pengeluaran judi online mulai membawa tekanan dalam kehidupanbeban pikiran dapat bertambah seiring kebiasaan judi online berlangsungmasalah keuangan dan stres muncul dalam pembahasan seputar judi onlinejudi online dan tekanan emosional menjadi sorotan di ruang digitaldampak stres mulai dibahas seiring perubahan kebiasaan judi onlinetekanan hidup dan kebiasaan judi online dalam sorotan mediastres finansial menjadi bagian dari pembahasan dampak judi onlinememahami kaitan tekanan emosional dengan kebiasaan judi onlinegame digital mulai masuk dalam sorotan budaya hiburan modernperkembangan game digital menjadi bahasan di tengah perubahan teknologimedia mengulas perjalanan game digital dari konsol menuju platform modernfenomena game digital muncul dalam perbincangan industri hiburangame digital dan perubahan kebiasaan menjadi catatan di era internetsorotan terkini membahas arah baru perkembangan game digitalteknologi interaktif membawa game digital ke percakapan media yang lebih luasgame digital menjadi bagian dari pergeseran budaya hiburan masa kinicatatan media menyoroti perubahan wajah game digital dari waktu ke waktuplatform baru membuka babak berbeda dalam perjalanan game digitaljudi online kembali menjadi sorotan dalam pemberitaan digital terkinimedia menyoroti perkembangan platform judi online di ruang internetfenomena judi online masuk dalam pembahasan seputar budaya digitalberita terkini mengulas perubahan ekosistem judi online masa kinijudi online dan perkembangan teknologi menjadi bahan perbincangan mediasorotan baru membahas pergeseran perilaku di seputar judi onlineruang digital kembali mengangkat pembahasan tentang judi onlineperkembangan internet membawa judi online ke sorotan media terkinicatatan media mengulas fenomena judi online dari sisi digitalperubahan platform menjadi bahasan baru dalam pemberitaan judi onlineandi pratama dan cerita keberuntungan 8 juta di mahjong waysrizky membahas pengalaman 17 juta dalam permainan mahjong wayskisah dimas berawal dari game online hingga hasil 25 jutafajar menjadi perbincangan usai mendapat hasil 12 jutacerita bayu muncul di tengah tren mahjong ways masa kinirio mengulas pengalaman bermain dengan hasil sekitar 19 jutayoga dan perjalanan singkat menuju hasil permainan 7 jutaarif membagikan catatan pribadi soal hasil 14 jutabima dan pengalaman 28 juta yang ramai dibicarakandoni mengungkap cerita di balik hasil 22 juta mahjong wayscerita reza dengan hasil 9 juta dari mahjong ways16 juta jadi bagian pengalaman rangga di game onlinemaulana membahas perolehan 23 juta dari mahjong winsgame digital membawa cerita baru bagi ilham dengan hasil 11 jutahasil 28 juta diceritakan bagus saat memainkan mahjong ways 2yusuf mengulas pengalaman bermain dengan perolehan 14 jutamahjong online dan cerita farhan tentang hasil 8 jutadava mengungkap pengalaman 19 juta saat memainkan game mahjonggame online menjadi bagian cerita akmal dengan hasil 26 jutafauzan dan perolehan 21 juta dalam permainan mahjong winscerita rendi dengan hasil 7 juta dari mahjong ways18 juta jadi pengalaman baru bagi rafli di game onlinemahjong wins menghadirkan cerita hasil 27 juta bagi hendrapengalaman dion dan perolehan 13 juta dalam game digitalhasil 22 juta diceritakan arya setelah memainkan mahjong ways 2fikri mengulas permainan online dengan hasil sekitar 16 jutamahjong online dan kisah ilham soal perolehan 10 jutasatria mengungkap pengalaman 24 juta dalam game mahjonggame online menjadi catatan baru bagi wahyu dengan hasil 15 jutaperolehan 30 juta dikaitkan dengan cerita rehan di mahjong wins