1
Bitcoin Bitcoin btc
Price$83,352
24h %-0.13%
Circulating Supply$20,098,025
2
Ethereum Ethereum eth
Price$2,502
24h %-0.07%
Circulating Supply$122,133,648
3
Tether Tether usdt
Price$0.999
24h %0.00%
Circulating Supply$184,157,562,926
4
BNB BNB bnb
Price$742
24h %0.37%
Circulating Supply$133,158,577
5
XRP XRP xrp
Price$1.37
24h %0.93%
Circulating Supply$63,129,671,205
Wednesday, October 14, 2026
Home Kementerian PertanianPenggunaan BWD Diajarkan ke Petani Bima Lewat Sekolah Lapang IPDMIP

Penggunaan BWD Diajarkan ke Petani Bima Lewat Sekolah Lapang IPDMIP

by Suara Jatim
0 comments

Pelatihan petani di Bima, Nusa Tenggara Barat, beberapa tahun terakhir makin berwarna, bukan cuma karena hamparan padi di sawah, tapi juga karena hadirnya BWD atau Bagan Warna Daun yang diajarkan lewat Sekolah Lapang IPDMIP. Di lahan milik Kelompok Tani Lende 2 di Desa Simpasai, Daerah Irigasi Pela Parado, Kecamatan Monta, para petani diajak belajar cara memakai alat sederhana ini supaya pemupukan mereka lebih tepat dan nggak boros.

Sekolah lapang di Simpasai yang bikin petani betah belajar

Sekolah lapang IPDMIP di Desa Simpasai ini suasananya jauh dari kaku. Pertemuan digelar langsung di petak sawah, jadi setiap penjelasan penyuluh bisa langsung dicontohkan di tanaman yang ada di depan mata. Petani tidak cuma duduk mendengar, tetapi diajak mengamati, memegang daun padi, lalu mempraktikkan teknik yang baru saja dijelaskan. Cara belajar seperti ini bikin materi terasa dekat dengan kehidupan sehari hari.

Lokasi, peserta, dan komposisi petani yang ikut

Kegiatan BWD ini berlangsung pada 19 Juli 2021 di lahan Kelompok Tani Lende 2, Desa Simpasai, Daerah Irigasi Pela Parado. Pesertanya sekitar 20 orang petani, terdiri dari petani laki laki dewasa, ibu ibu wanita tani, dan beberapa pemuda tani yang jadi harapan regenerasi di desa. Komposisi yang beragam ini sengaja dihadirkan supaya ilmu soal BWD tidak hanya dikuasai petani senior, tapi juga diteruskan ke generasi muda dan anggota keluarga lain di rumah.

Di belakang layar, ada penyuluh pertanian lapangan, staf lapangan, dan penyuluh swadaya yang mendampingi proses belajar. Di atasnya lagi, ada supervisi dari tim IPDMIP di tingkat kabupaten bersama pejabat dinas pertanian setempat dan kepala balai penyuluhan. Rantai pendampingan seperti ini penting supaya sekolah lapang tidak berhenti di satu pertemuan saja, tetapi berlanjut dalam bentuk pemantauan dan diskusi setelah petani mencoba di lahan masing masing.

IPDMIP, program irigasi yang juga serius mengurus ilmu petani

IPDMIP atau Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project adalah program yang fokus di wilayah irigasi dengan tujuan besar meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani. Caranya bukan hanya membangun atau memperbaiki jaringan irigasi, tapi juga menguatkan kemampuan petani dan penyuluh lewat pelatihan, sekolah lapang, serta pendampingan rutin.

Sekolah lapang seperti di Simpasai ini adalah salah satu “wajah” IPDMIP di lapangan. Di sinilah materi teknis seperti cara mengatur pola tanam, pengairan, sampai penggunaan BWD disampaikan dengan bahasa sederhana. Intinya, irigasi yang bagus saja belum cukup kalau petaninya tidak paham cara mengelola lahan dan pupuk dengan benar.

Apa itu BWD yang lagi ngehits di kalangan petani Bima

Salah satu materi yang paling menarik perhatian di sekolah lapang ini adalah BWD atau Bagan Warna Daun. Banyak petani awalnya mengira BWD itu alat canggih yang ribet dan mahal. Begitu lihat langsung, ternyata bentuknya sangat sederhana, semacam kartu atau papan kecil berisi beberapa kolom warna hijau dengan gradasi dari hijau muda sampai hijau gelap.

BWD ini dipakai untuk menilai apakah tanaman padi sudah cukup mendapatkan pupuk nitrogen atau belum. Dulu, banyak petani mengandalkan feeling, misalnya kalau daun terlihat agak pucat langsung ditambah pupuk. Kadang tanaman sebenarnya masih cukup, tapi karena takut kurang, pupuk tetap ditambahkan. Di sinilah BWD dipakai untuk membantu mata petani supaya penilaian tidak hanya “kira kira”.

Alat kecil yang bantu petani menebak kebutuhan pupuk

Cara kerja BWD sebenarnya sesederhana melihat warna. Petani mengambil daun padi contoh, lalu menempelkan daun itu di samping kolom warna yang ada di BWD. Mereka tinggal mencocokkan warna daun dengan skala di BWD, lalu melihat angka yang tertera. Angka inilah yang dipakai untuk memutuskan apakah tanaman masih butuh pupuk nitrogen atau sudah cukup.

Di sekolah lapang, penyuluh menjelaskan bahwa BWD sudah melalui riset, sehingga setiap tingkat warna punya arti tertentu. Semakin pucat warna daun, semakin besar kemungkinan tanaman kekurangan nitrogen. Sebaliknya, kalau warnanya terlalu gelap, bisa jadi pupuk nitrogen yang diberikan sudah berlebihan. Jadi, alat kecil ini sebenarnya adalah ringkasan hasil penelitian yang diterjemahkan dalam bentuk sederhana yang mudah dipahami petani.

BWD bikin diskusi di pematang sawah makin seru

Begitu BWD dibagikan, suasana pelatihan di Bima jadi makin ramai. Ada yang iseng menempelkan daun yang berbeda beda, membandingkan hasilnya, lalu berdebat santai soal apakah dosis pupuk mereka selama ini terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Penyuluh memanfaatkan momen ini untuk mengajak peserta berpikir: kalau selama ini mereka menebak kebutuhan pupuk tanpa alat, apakah mungkin selama ini tanaman malah kelebihan pupuk. Dari obrolan santai di pematang sawah itu, pelan pelan muncul kesadaran bahwa selama ini pupuk sering dipakai lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan tanaman.

Langkah langkah penggunaan BWD yang diajarkan di sekolah lapang

Dalam pertemuan di Simpasai, materi BWD tidak berhenti di teori. Peserta diajak berjalan di petak sawah, lalu mempraktikkan langsung satu per satu langkah penggunaannya. Tujuannya supaya sepulang pelatihan, mereka tidak cuma ingat garis besar, tapi benar benar paham apa yang harus dilakukan di lahan sendiri.

Mulai dari pilih daun yang tepat sampai baca angka skala

Penyuluh menjelaskan, untuk memakai BWD, petani harus memilih daun yang betul betul mewakili kondisi tanaman. Biasanya diambil daun teratas yang sudah terbuka sempurna dari beberapa rumpun padi yang sehat, bukan tanaman yang terserang hama atau sakit. Daun dipegang sejajar dengan kolom warna di BWD, lalu dicocokkan mana warna yang paling mendekati.

Setelah warna cocok, petani melihat angka skala yang tertera pada kolom BWD. Kalau angkanya berada di bawah batas tertentu, artinya tanaman butuh tambahan pupuk nitrogen. Kalau berada di atas batas, pemupukan bisa ditunda atau dikurangi. Di sekolah lapang, angka angka ambangnya dijelaskan dengan contoh sederhana, misalnya “kalau warnanya segini, nanti pupuk urea cukup sekian kilogram per hektar, tidak perlu ditambah lagi”.

Latihan berulang supaya petani langsung hafal alurnya

Supaya lebih mantap, peserta pelatihan tidak hanya mencoba sekali. Mereka diminta mengulangi beberapa kali di lokasi tanaman yang berbeda. Ada juga sesi kecil di mana peserta saling bertukar peran, ada yang memegang BWD, ada yang mengambil daun, lalu mereka sama sama berdiskusi hasilnya.

Dari latihan berulang ini, banyak peserta mulai merasa percaya diri. Mereka jadi tahu bahwa memutuskan dosis pupuk bukan lagi perkara “pokoknya segini seperti musim lalu”, tapi bisa didasarkan pada angka yang terlihat jelas lewat BWD.

Hemat pupuk tapi panen tetap bagus, itu yang dikejar

Salah satu pesan yang paling sering diulang penyuluh adalah soal efisiensi pemupukan. Di tengah harga pupuk yang sering naik turun, memakai pupuk sembarangan jelas bikin kantong cepat tipis. Dengan BWD, harapannya pupuk nitrogen bisa digunakan lebih hemat tanpa mengganggu hasil panen. Penelitian di beberapa daerah menunjukkan bahwa penggunaan BWD bisa membantu petani menghemat pupuk nitrogen sekitar belasan persen, sambil tetap menjaga produktivitas.

Di pelatihan Bima, cerita sukses itu dipertegas lagi. Ada petani alumni sekolah lapang tahun sebelumnya yang berbagi pengalaman bahwa setelah menerapkan sistem tanam jajar legowo dan memanfaatkan BWD, kebutuhan pupuknya turun sekitar 15 sampai 20 persen, sementara hasil panen tidak menurun. Pengalaman nyata seperti ini jauh lebih mudah diterima oleh peserta lain, karena datang dari sesama petani, bukan sekadar teori.

Dampak keuangan yang langsung terasa di kantong petani

Buat petani, selisih pupuk beberapa karung saja sudah terasa besar. Kalau sebelumnya mereka biasa menabur pupuk dengan pola “lebih banyak lebih aman”, sekarang mereka mulai berani mengurangi karena punya pegangan dari hasil pembacaan BWD. Biaya pemupukan per musim tanam jadi turun, sementara hasil gabah masih stabil.

Uang yang tadinya habis untuk pupuk bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, misalnya membeli benih unggul, memperbaiki saluran kecil di petak sawah, atau sekadar menambah tabungan keluarga. Di titik inilah pelatihan BWD terasa bukan cuma soal teknis bercocok tanam, tapi juga soal kesehatan keuangan rumah tangga petani.

Lingkungan juga diuntungkan saat pupuk tidak dipakai berlebihan

Selain manfaat ekonomi, penggunaan BWD juga membantu menekan risiko pemakaian pupuk berlebihan yang bisa mengganggu kesehatan tanah dan air. Pupuk nitrogen yang tidak terserap tanaman bisa tercuci ke saluran irigasi atau menguap ke udara, dan dalam jangka panjang merusak keseimbangan lingkungan.

Dengan BWD, pemupukan jadi lebih mendekati kebutuhan nyata tanaman. Artinya, residu pupuk yang terbuang ke lingkungan bisa dikurangi. Konsep pertanian yang lebih ramah lingkungan seperti ini makin relevan, apalagi di daerah irigasi yang intensitas tanamnya tinggi dan lahan terus dipakai bergantian musim demi musim.

Suara petani Bima setelah kenal BWD

Salah satu bagian paling menarik dari pelatihan di Simpasai adalah sesi berbagi pengalaman. Di sini, petani yang sudah pernah ikut sekolah lapang sebelumnya bercerita bagaimana BWD mengubah cara mereka memandang pupuk. Ada yang mengaku dulu merasa tidak tenang kalau tidak menabur pupuk dalam jumlah besar. Setelah belajar dan mencoba BWD beberapa musim, mereka baru sadar bahwa kebiasaan lama itu sebenarnya banyak borosnya.

Seorang petani alumni sekolah lapang tahun 2020 menceritakan bahwa awalnya dia agak ragu, tapi setelah melihat hasil di lahan percobaan dan membandingkan dengan petaknya yang masih pakai cara lama, bedanya cukup nyata. Tanaman yang dipupuk berdasarkan BWD terlihat lebih seragam dan sehat, sementara pupuk yang dipakai lebih sedikit. Cerita seperti ini membuat peserta baru semakin tertarik untuk mencoba di lahan mereka sendiri.

Peran petani perempuan dan pemuda yang ikut aktif bertanya

Kehadiran ibu ibu dan pemuda tani di pelatihan juga memberi warna tersendiri. Petani perempuan yang sehari hari ikut turun ke sawah dan mengurus keuangan keluarga, biasanya sangat peka dengan pengeluaran pupuk. Mereka banyak bertanya soal bagaimana mencatat pengurangan pupuk, dan bagaimana menjelaskan perubahan ini ke anggota keluarga yang lain.

Sementara itu, pemuda tani terlihat lebih cepat menangkap konsep teknis BWD. Ada yang langsung mengusulkan untuk memotret BWD dan membuat catatan digital di ponsel, supaya gampang diingat saat turun ke sawah tanpa membawa kertas. Kombinasi petani senior yang berpengalaman, ibu ibu yang teliti, dan pemuda yang melek teknologi membuat diskusi soal BWD jadi hidup dan dinamis.

Tantangan mengubah kebiasaan lama di tengah sawah

Walaupun respon peserta sekolah lapang umumnya positif, penyuluh tidak menutup mata bahwa mengubah kebiasaan lama butuh waktu. Di banyak daerah, termasuk di Bima, masih ada anggapan bahwa semakin banyak pupuk berarti tanaman makin subur. Padahal, tanaman yang tampak hijau pekat bukan selalu berarti seimbang, bisa saja terlalu gemuk dan rentan rebah atau terserang hama.

Di pelatihan, penyuluh sengaja memperlihatkan contoh tanaman yang kelebihan nitrogen. Daunnya memang hijau gelap dan lebat, tapi batangnya cenderung lemah dan lebih mudah rebah saat angin kencang atau hujan lebat. Dengan contoh nyata seperti ini, peserta mulai menyadari bahwa “hijau” saja tidak cukup sebagai patokan. BWD membantu mereka membedakan mana hijau yang sehat dan mana hijau yang kebanyakan pupuk.

Menjembatani ilmu penyuluh dengan praktik harian petani

Tantangan lain adalah bagaimana memastikan ilmu BWD yang didapat di sekolah lapang benar benar diterapkan di lahan masing masing. Tidak jarang, setelah pelatihan selesai, petani kembali sibuk dengan rutinitas dan perlahan lupa detail teknis yang diajarkan.

Untuk mengatasi hal ini, penyuluh bersama tim IPDMIP di Bima mendorong adanya pertemuan lanjutan di tingkat kelompok tani. Di sana, anggota kelompok bisa saling mengingatkan cara membaca BWD, mencatat pengalaman musim tanam yang sedang berjalan, dan mengukur apakah pengurangan pupuk benar benar terasa hasilnya. Pendekatan seperti ini menjadikan BWD bukan sekadar materi pelatihan sekali datang, tetapi bagian dari budaya baru di kelompok tani.

Harapan setelah pelatihan BWD di Simpasai

Dari satu kali pelatihan di Desa Simpasai, harapan ke depan tentu tidak berhenti hanya pada 20 orang peserta yang hadir. Penyuluh dan tim IPDMIP di Bima berharap para peserta ini menjadi semacam “duta BWD” di lingkungan mereka masing masing. Saat ngobrol di pos ronda, saat kumpul di mushala setelah magrib, atau saat istirahat di pematang, mereka bisa berbagi cerita soal manfaat memakai BWD.

Kalau pola seperti ini berjalan, perlahan akan terbentuk komunitas petani yang terbiasa bicara soal efisiensi pupuk, bukan hanya soal seberapa banyak pupuk yang sanggup mereka beli. Dalam jangka panjang, bukan hanya pengeluaran yang turun, tapi juga kualitas lahan dan hasil panen bisa lebih stabil. Sekolah lapang IPDMIP di Bima dengan materi BWD yang praktis dan dekat dengan keseharian petani menjadi salah satu contoh bagaimana program pelatihan bisa benar benar menyentuh kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar formalitas pertemuan di ruangan tertutup.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasitren mahjong mengikuti pergeseran gaya hiburan di layar mobilemahjong dan popularitas motif klasik di tengah budaya digitalmengapa tema mahjong menarik perhatian penggemar game moderntren visual mahjong berkembang lewat simbol dan animasimahjong menjadi bagian dari perbincangan komunitas game internetperpaduan warisan budaya dan teknologi dalam tren mahjongtren mahjong dilihat dari perubahan desain permainan digitaldari tile tradisional ke layar modern perjalanan tren mahjongmahjong dan munculnya gaya ilustrasi baru dalam gamemembaca fenomena mahjong melalui kreativitas komunitas digitalmahjong online menghadirkan nuansa klasik dalam budaya internetsisi visual mahjong online jadi bahan ulas media digitalmahjong online dan pergeseran selera pengguna gamemengenal identitas grafis di balik mahjong onlinemahjong online terlihat dari sudut pandang desain interaktifkomunitas internet membahas popularitas mahjong onlinemahjong online menggabungkan simbol lama dan gaya barucatatan media menelusuri fenomena mahjong onlinemahjong online dalam perbincangan industri hiburan digitalketika mahjong online menjadi objek observasi budaya internetqris mulai dibahas dalam tren mahjong online terkinipanduan transaksi mahjong online melalui pembayaran digitalmemahami proses scan qris untuk layanan game onlinegame online mahjong dan perubahan kebiasaan pembayaransebelum transaksi kenali risiko qris pada game onlinemetode qris menjadi sorotan pengguna mahjong digitalmenilik keamanan pembayaran mahjong online berbasis qrispilihan pembayaran digital dan popularitas game mahjongdari scan hingga verifikasi alur qris game onlinefenomena mahjong online dilihat dari sisi transaksi qrispg soft menghadirkan identitas visual bernuansa asiamengenal pg soft dari sisi desain game digitalindustri game online mencermati karya pg softpg soft dan perkembangan animasi dalam permainan mobiledi balik simbol pg soft ada konsep desain yang khasmedia digital menyoroti karakter permainan pg softperjalanan pg soft dalam persaingan industri gamefitur interaktif menjadi bahasan dalam game pg softpg soft dalam sorotan tren hiburan berbasis mobilemembaca popularitas pg soft melalui perspektif desain