Istilah BMW supercar tidak dapat diberikan kepada setiap mobil yang menggunakan emblem M. Tenaga besar memang menjadi unsur penting, tetapi sebuah supercar biasanya memiliki desain khusus, konstruksi ringan, produksi terbatas, performa ekstrem, serta teknologi yang berbeda dari mobil reguler. Berdasarkan kriteria tersebut, BMW M1 dan BMW i8 menjadi dua nama yang paling kuat mewakili kategori ini.
BMW dikenal luas sebagai produsen sedan mewah, coupe berperforma tinggi, dan kendaraan keluarga dengan karakter berkendara kuat. Di balik jajaran tersebut, pabrikan asal München ini juga memiliki sejumlah mobil yang masuk dalam pembahasan supercar. Sebagian diproduksi untuk jalan raya, sebagian dibangun sebagai kendaraan balap, sedangkan beberapa lainnya hanya diperkenalkan dalam bentuk mobil konsep.
Selain keduanya, terdapat BMW 3.0 CSL, M1 Procar, Nazca C2, M1 Hommage, dan Vision M Next. BMW M8 Competition serta XM Label juga kerap dibahas bersama supercar karena tenaga dan kecepatannya, walaupun karakter dasar kedua mobil tersebut berada dalam kelas yang berbeda.
BMW M1 Menjadi Supercar Murni Pertama dari München
BMW M1 merupakan mobil yang paling pantas disebut sebagai supercar murni dalam sejarah BMW. Kendaraan berkode E26 ini diperkenalkan pada 1978 dengan tata letak mesin di tengah. Susunan tersebut berbeda dari kebanyakan BMW yang menempatkan mesin di bagian depan dan mengirimkan tenaga menuju roda belakang.
Bentuk tubuh M1 dirancang oleh Giorgio Giugiaro. Mobil ini memiliki atap rendah, bagian depan berbentuk runcing, lampu tersembunyi, serta garis bodi yang tegas. Proporsinya langsung memperlihatkan bahwa M1 tidak dikembangkan sebagai turunan sedan atau coupe biasa. BMW membangunnya sebagai kendaraan khusus dengan tujuan memenuhi kebutuhan homologasi balap.
Di balik kabin terdapat mesin enam silinder segaris 3,5 liter berkode M88. Mesin tanpa turbo tersebut menghasilkan tenaga sekitar 277 hp dan torsi 330 Nm. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual lima percepatan menuju roda belakang. Kecepatan tertingginya mencapai sekitar 265 kilometer per jam, angka yang menjadikan M1 sebagai salah satu mobil jalan raya Jerman tercepat pada masanya.
Produksi BMW M1 hanya mencapai sekitar 460 unit. Jumlah yang sedikit membuat kendaraan ini menjadi barang koleksi bernilai tinggi. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada kelangkaan, tetapi juga pada posisinya sebagai mobil pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh divisi BMW M.
Menurut penulis, BMW M1 tetap menjadi tolok ukur utama ketika membicarakan supercar BMW karena struktur, penampilan, dan tujuan pembuatannya tidak berasal dari kendaraan produksi massal.
BMW M1 Procar Membawa Kemampuan Balap ke Tingkat Lebih Tinggi
Kesulitan homologasi tidak menghentikan BMW untuk memperlihatkan kemampuan M1 di lintasan. Perusahaan kemudian menciptakan kejuaraan khusus bernama BMW M1 Procar Championship. Ajang tersebut berlangsung sebagai balapan pendukung Formula 1 dan mempertemukan pembalap Formula 1 dengan peserta dari berbagai kejuaraan lainnya.
BMW M1 Procar tampil jauh lebih agresif daripada versi jalan raya. Bagian spatbor dibuat lebih lebar untuk menampung ban balap. Bemper depan menerima saluran udara berukuran besar, sedangkan sayap belakang dipasang untuk meningkatkan kestabilan pada kecepatan tinggi. Kabinnya diubah menjadi ruang kerja pembalap dengan perlengkapan keselamatan lengkap.
Mesin enam silinder M88 versi balap mampu menghasilkan sekitar 470 hp. Bobotnya dikurangi secara menyeluruh sehingga respons mobil menjadi lebih tajam. Kecepatan maksimalnya dapat mencapai sekitar 310 kilometer per jam. Angka tersebut memperlihatkan besarnya perbedaan antara M1 Procar dengan kendaraan jalan raya pada penghujung dekade 1970.
Pengembangan untuk regulasi Group 5 menghasilkan M1 yang jauh lebih buas. Mesin turbo pada varian balap tertentu dikabarkan mampu menghasilkan tenaga antara 850 hingga mendekati 1.000 hp. Kendaraan ini tidak dijual sebagai mobil jalan raya, tetapi tetap mempunyai kedudukan penting dalam daftar BMW berkemampuan supercar.
BMW i8 Mengubah Wajah Supercar dengan Teknologi Hibrida
Lebih dari tiga dekade setelah M1, BMW memperkenalkan i8 sebagai mobil sport berteknologi hibrida. Versi produksinya mulai dipasarkan pada 2014 setelah sebelumnya diperlihatkan melalui kendaraan konsep BMW Vision EfficientDynamics. Bentuknya terlihat tidak biasa dengan lekukan aerodinamis, pintu yang terbuka ke atas, dan saluran udara di bagian belakang bodi.
BMW i8 memakai mesin bensin tiga silinder 1,5 liter turbo yang bekerja bersama motor listrik. Mesin pembakaran menggerakkan roda belakang, sementara motor listrik menggerakkan roda depan. Gabungan keduanya membentuk sistem penggerak seluruh roda yang dapat membagi tenaga sesuai kebutuhan.
Versi awal menghasilkan tenaga gabungan sekitar 362 hp, sedangkan pembaruan berikutnya menaikkan keluaran menjadi sekitar 374 hp. Akselerasi dari 0 sampai 100 kilometer per jam dapat diselesaikan sekitar 4,4 detik. Kecepatan tertingginya dibatasi secara elektronik pada 250 kilometer per jam.
Salah satu keunggulan utama i8 berada pada konstruksinya. Struktur penumpang dibuat menggunakan plastik yang diperkuat serat karbon. Bagian tersebut dipadukan dengan modul aluminium yang menampung mesin, motor listrik, baterai, dan komponen suspensi. Penggunaan bahan ringan membantu menjaga bobot sekaligus meningkatkan kekakuan.
BMW juga menawarkan i8 Roadster dengan atap terbuka. Varian ini menghadirkan pengalaman berkendara berbeda tanpa menghilangkan sistem hibrida khas i8. Walaupun performanya tidak setinggi sejumlah supercar bermesin besar, konstruksi khusus dan desain eksotis membuatnya memperoleh tempat tersendiri dalam sejarah mobil sport BMW.
BMW Nazca C2 Menjadi Supercar Langka yang Tidak Pernah Diproduksi Massal
BMW Nazca C2 merupakan salah satu mobil konsep paling menarik yang pernah memakai identitas BMW. Kendaraan ini dirancang oleh Italdesign di bawah arahan Giorgetto Giugiaro bersama putranya, Fabrizio Giugiaro. Nazca pertama kali diperkenalkan pada awal dekade 1990 dengan bentuk sangat rendah dan penggunaan bahan ringan.
Desain Nazca C2 memperlihatkan pengaruh mobil balap ketahanan. Kabinnya memiliki kaca luas yang menyatu dengan bagian pintu. Saluran udara ditempatkan di sejumlah bagian untuk membantu pendinginan mesin. Serat karbon digunakan dalam konstruksi bodi agar bobot kendaraan dapat ditekan.
Tenaganya berasal dari mesin V12 BMW yang mendapat penyempurnaan dari Alpina. Mesin berkapasitas sekitar 5,0 liter tersebut mampu menghasilkan tenaga kurang lebih 350 hp. Bobot kendaraan yang relatif ringan membuat performanya tetap mengesankan untuk ukuran awal dekade 1990.
Nazca C2 kemudian dikembangkan menjadi versi Spider dengan bagian atap terbuka. Namun, proyek tersebut tidak dilanjutkan menuju produksi massal. Biaya pembuatan yang tinggi serta pertimbangan pasar membuat Nazca bertahan sebagai kendaraan eksperimental. Kelangkaan inilah yang menjadikannya salah satu BMW paling misterius di kalangan penggemar otomotif.
BMW M1 Hommage Menghidupkan Kembali Siluet Sang Legenda
Pada 2008, BMW memperkenalkan M1 Hommage untuk memperingati 30 tahun kelahiran BMW M1. Mobil konsep ini mengambil sejumlah unsur dari M1 klasik dan BMW Turbo Concept 1972, kemudian menerjemahkannya ke dalam bentuk yang lebih modern.
Proporsi M1 Hommage tetap mengikuti susunan mesin tengah. Bagian hidung dibuat rendah dengan kidney grille berukuran kecil. Garis sampingnya tebal dan berotot, sedangkan bagian belakang mempunyai ventilasi besar. Warna oranye yang digunakan mengingatkan publik pada sejumlah M1 klasik.
BMW tidak mengumumkan rincian lengkap mengenai mesin dan performanya. M1 Hommage lebih difokuskan sebagai penelitian desain daripada kendaraan produksi. Meskipun demikian, kemunculannya sempat menimbulkan harapan akan hadirnya penerus langsung BMW M1.
Mobil ini tidak pernah memasuki jalur produksi. Sejumlah idenya kemudian terlihat pada bahasa desain kendaraan BMW lainnya. M1 Hommage akhirnya menjadi penghubung antara sejarah supercar BMW dengan sejumlah proyek mobil sport yang muncul setelahnya.
BMW Vision M Next Membayangkan Penerus Modern bagi M1 dan i8
BMW Vision M Next diperkenalkan pada 2019 sebagai mobil konsep berperforma tinggi. Desainnya mengambil inspirasi dari M1, tetapi menggunakan sistem penggerak hibrida seperti i8. Mobil ini memperlihatkan bagaimana BMW memadukan pengalaman berkendara khas divisi M dengan teknologi elektrifikasi.
Bentuk bagian depan sangat rendah, sementara kabin ditempatkan dekat dengan poros belakang. Pintu terbuka ke atas dan menghadirkan akses menuju ruang penumpang yang berorientasi kepada pengemudi. Warna oranye terang digunakan pada beberapa panel untuk memberikan pembeda visual.
Sistem penggeraknya memadukan mesin bensin empat silinder turbo dengan motor listrik. Tenaga gabungan yang diumumkan mencapai sekitar 600 hp. Kendaraan tersebut dirancang mampu berakselerasi dari 0 sampai 100 kilometer per jam dalam waktu sekitar tiga detik dan mencapai kecepatan maksimum 300 kilometer per jam.
Vision M Next tidak sampai memasuki produksi. Meski demikian, konsep ini memperlihatkan keseriusan BMW dalam meneliti supercar hibrida setelah i8. Posisi duduk rendah, tenaga besar, serta susunan mesinnya membuat mobil tersebut memenuhi banyak unsur sebuah supercar, walaupun keberadaannya terbatas sebagai kendaraan pameran.
BMW 3.0 CSL Menawarkan Kelangkaan dan Tenaga Besar
BMW 3.0 CSL generasi baru diperkenalkan sebagai perayaan 50 tahun BMW M. Kendaraan ini diproduksi hanya sebanyak 50 unit dan dirakit melalui proses yang banyak melibatkan pengerjaan tangan. Dasarnya memiliki hubungan dengan BMW M4, tetapi perubahan pada bodi, mesin, dan material menjadikannya jauh lebih eksklusif.
Desain eksterior mengambil inspirasi dari BMW 3.0 CSL klasik yang dikenal dengan julukan Batmobile. Bagian depan memiliki kidney grille tegak, sementara spatbor lebar dan sayap belakang besar menegaskan hubungannya dengan dunia balap. Sejumlah panel dibuat menggunakan plastik yang diperkuat serat karbon.
Mesin enam silinder segaris 3,0 liter turbo menghasilkan tenaga 560 hp. Seluruh tenaga dikirim menuju roda belakang melalui transmisi manual enam percepatan. Susunan tersebut memberi pengalaman berkendara yang semakin jarang ditemukan pada mobil berperforma tinggi modern.
BMW 3.0 CSL tidak mempunyai konstruksi mesin tengah seperti M1. Karena itu, sebagian pengamat menempatkannya dalam kategori coupe berperforma ekstrem, bukan supercar tradisional. Namun, produksi sangat terbatas, rasio tenaga terhadap bobot, penggunaan bahan khusus, serta pengerjaan manual membuat mobil ini layak dibahas bersama model eksotis BMW.
BMW M8 Competition Menawarkan Kecepatan Supercar dalam Tubuh Grand Tourer
BMW M8 Competition dibangun sebagai grand tourer mewah yang mampu bergerak sangat cepat. Mobil ini tersedia dalam bentuk Coupe, Convertible, dan Gran Coupe. Di balik tubuhnya yang besar terdapat mesin V8 4,4 liter dengan teknologi turbo ganda.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 625 hp pada sejumlah pasar. Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan dan sistem penggerak M xDrive. Sistem ini membantu mobil melesat dari 0 sampai 100 kilometer per jam dalam kisaran 3,2 detik, bergantung pada versi dan kondisi pengujian.
M8 Competition juga dilengkapi sistem yang memungkinkan pengemudi mengatur karakter penggerak. Tenaga dapat disalurkan ke seluruh roda untuk memperoleh traksi maksimal. Dalam pengaturan tertentu, kendaraan dapat memberikan karakter penggerak roda belakang yang lebih kuat.
Walaupun akselerasinya berada di wilayah supercar, M8 Competition tetap mengutamakan kenyamanan perjalanan jauh. Kabinnya luas, perlengkapan mewah tersedia lengkap, dan bagasinya masih dapat digunakan untuk perjalanan. Karena itu, sebutan super grand tourer lebih sesuai daripada supercar murni.
Menurut penulis, M8 Competition menunjukkan bahwa kecepatan setara supercar tidak selalu harus disajikan melalui bodi sempit dan kabin yang serba terbatas.
BMW XM Label Membawa Tenaga Ekstrem ke Tubuh SUV
BMW XM Label merupakan model produksi BMW M dengan tenaga yang sangat besar. Mobil ini menggunakan mesin V8 4,4 liter turbo yang dipadukan dengan motor listrik. Gabungan sistem tersebut menghasilkan tenaga sekitar 748 hp dan torsi mencapai 1.000 Nm.
Tenaga disalurkan melalui sistem penggerak seluruh roda. BMW menyebut akselerasi dari 0 sampai 100 kilometer per jam dapat dicapai sekitar 3,8 detik. Kecepatan tertingginya dibatasi pada 250 kilometer per jam dan dapat meningkat hingga sekitar 290 kilometer per jam dengan paket tertentu.
XM Label mempunyai ukuran besar dan posisi duduk tinggi. Bobotnya juga jauh melampaui BMW M1 atau i8. Atas alasan tersebut, mobil ini tidak termasuk supercar berdasarkan bentuk tradisional. BMW menempatkannya sebagai Sports Activity Vehicle berperforma tinggi dengan kemewahan serta tenaga ekstrem.
Hubungannya dengan sejarah BMW M tetap terlihat melalui beberapa detail. Logo pada sisi belakang dan sejumlah aksen desain dibuat sebagai penghormatan kepada M1. XM juga menjadi model kedua setelah M1 yang dikembangkan sebagai kendaraan khusus BMW M, bukan sekadar versi performa dari model BMW reguler.
BMW M4 CSL Membawa Teknologi Lintasan ke Jalan Raya
BMW M4 CSL merupakan varian khusus dari M4 yang dikembangkan dengan fokus pada pengurangan bobot dan kemampuan lintasan. Huruf CSL berasal dari Coupe Sport Lightweight. Nama tersebut menunjukkan prioritas BMW pada konstruksi ringan dan respons berkendara yang lebih tajam.
Mesin enam silinder segaris 3,0 liter turbo menghasilkan tenaga 550 hp. Perubahan pada sistem pendinginan, tekanan turbo, serta pengaturan perangkat elektronik membantu menghasilkan performa yang lebih tinggi daripada M4 Competition biasa. Tenaga dikirim menuju roda belakang melalui transmisi otomatis delapan percepatan.
BMW mengurangi bobot dengan menghilangkan kursi belakang, menggunakan jok serat karbon, memasang komponen bodi ringan, dan menyederhanakan sejumlah bagian kabin. Hasilnya adalah coupe yang dapat berakselerasi dari 0 sampai 100 kilometer per jam dalam kisaran 3,7 detik.
Produksinya dibatasi sekitar 1.000 unit untuk seluruh dunia. M4 CSL masih berasal dari coupe produksi reguler sehingga tidak sepenuhnya memenuhi susunan supercar klasik. Namun, kelangkaan, tenaga, kemampuan lintasan, dan penggunaan material khusus membuatnya berada dekat dengan wilayah kendaraan eksotis.
BMW M Hybrid V8 Menjadi Senjata Balap di Kelas Prototipe
BMW M Hybrid V8 merupakan kendaraan balap yang dikembangkan untuk mengikuti kelas prototipe utama. Mobil ini tidak memiliki hubungan langsung dengan sedan atau coupe BMW yang dijual di ruang pamer. Seluruh bentuknya dirancang untuk menghasilkan aliran udara, tekanan ke bawah, dan efisiensi pendinginan yang dibutuhkan dalam balap ketahanan.
Sistem penggeraknya menggabungkan mesin V8 turbo dengan komponen hibrida. Tenaga keseluruhan diatur sesuai ketentuan kelas balap yang diikutinya. Bentuk kidney grille tetap dipertahankan sebagai identitas BMW, meskipun seluruh tubuh kendaraan memiliki susunan prototipe.
Kabin hanya menyediakan ruang bagi satu pembalap. Bagian monokok dibuat untuk memenuhi standar keselamatan balap, sedangkan sayap belakang berukuran besar membantu menjaga kendaraan tetap stabil. Setiap komponen dikembangkan agar mudah diperiksa dan diganti selama balapan jarak jauh.
BMW M Hybrid V8 tidak dapat digunakan secara legal di jalan umum. Kendaraan ini juga tidak dijual kepada konsumen seperti M1 atau i8. Meski demikian, bentuk, konstruksi, dan kecepatannya menempatkan mobil tersebut sebagai salah satu mesin paling ekstrem yang pernah memakai lambang BMW.