Mahasiswa mahasiswa ITNY yang sebagian besar berasal dari program studi Teknik maupun Vokasi mengikuti sebuah kompetisi nasional di cabang olahraga karate. Mereka bergabung dalam tim kampus sambil membawa semangat bahwa mahasiswa teknik tidak hanya ahli di bidang teori dan perhitungan tetapi juga punya kemampuan fisik dan ketangkasan luar biasa.
Keterlibatan mereka bukan sekadar kegiatan iseng tetapi melalui persiapan serius. Latihan rutin selama berminggu minggu, disiplin tinggi, serta fokus saat sesi sparring menjadi bagian penting agar performa mereka stabil di ajang pertandingan. Salah satu peserta bahkan bercerita bahwa latihan intens selama tiga minggu sebelum turnamen menjadi faktor yang membuatnya siap menghadapi lawan di arena.
Detail Turnamen dan Perolehan Medali
Turnamen yang mereka ikuti bernama Yogyakarta Open Tournament II. Ajang ini berlangsung pada tanggal 14 sampai 16 Oktober 2022 dan diselenggarakan di GOR Amongrogo Yogyakarta. Meskipun kompetisinya luas dan diikuti banyak peserta dari berbagai daerah, ITNY tetap mengirim hanya lima mahasiswa untuk bertanding.
Jumlah peserta dari ITNY kecil, tetapi hasilnya mengejutkan. Semua yang berangkat pulang membawa medali dengan total tiga emas dan dua perak. Berikut rincian perolehannya.
Peraih Medali Emas
Tiga medali emas diperoleh melalui kategori kumite perorangan dari tiga mahasiswa berikut
- Hans William Hutabarat dari Teknik Pertambangan meraih Juara 1 Kumite Perorangan Mahasiswa Putra.
- Bagas Abimanyu dari Teknik Pertambangan meraih Juara 1 Kumite Perorangan Mahasiswa kelas plus 60 kg Putra.
- Kurniawan Saputra dari D3 Teknik Mesin meraih Juara 1 Kumite Perorangan Mahasiswa kelas minus 60 kg Putra.
Hasil ini menunjukkan performa kuat mahasiswa ITNY di tiga kelas berbeda sekaligus.
Peraih Medali Perak
Dua medali perak diraih oleh
- Yuwanda Syahputra dari Teknik Pertambangan sebagai Juara 2 di kategori Kata Perorangan Mahasiswa.
- Pramudya Putra Andika dari Perencanaan Wilayah dan Kota sebagai Juara 2 Kumite Perorangan Mahasiswa kelas minus 60 kg Putra.
Artinya dari lima mahasiswa yang dikirim, semua menyumbang medali. Prestasi ini jarang terjadi dan layak dibanggakan.
Cerita di Balik Medali
Sebelum tampil di pertandingan, para mahasiswa ini menjalani persiapan yang cukup keras. Jadwal latihan mereka tak hanya soal kekuatan fisik, tapi juga membangun mental bertanding. Salah satu mahasiswa menceritakan bagaimana ia harus menjaga pola makan, latihan teknik dasar, dan memperbaiki refleks selama beberapa minggu agar siap tampil di hari H.
Mereka juga membawa tanggung jawab moral untuk mengharumkan nama kampus. Bagi mereka, keberhasilan meraih medali bukan hanya soal prestasi pribadi tetapi juga kebanggaan bagi keluarga, teman, serta civitas akademika ITNY. Semangat kolektif inilah yang membuat setiap pukulan, gerakan, dan strategi di arena terasa lebih bermakna.
Kemenangan ini membuktikan bahwa mahasiswa teknik bukan hanya kuat dalam hal akademik tetapi juga unggul dalam disiplin dan fisik. Ini bisa jadi inspirasi bahwa aktif di UKM olahraga tidak akan mengganggu akademik, justru memberi keseimbangan dan mengasah mental.
Dampak Prestasi bagi Lingkungan Kampus
Keberhasilan meraih lima medali ini membawa pengaruh positif yang cukup besar untuk suasana kampus. Unit kegiatan mahasiswa terutama yang berkaitan dengan beladiri menjadi lebih terlihat dan dihargai. Banyak mahasiswa jadi tahu bahwa aktivitas seperti karate bisa membawa prestasi nyata dan mengharumkan nama kampus.
Prestasi seperti ini juga membuat UKM terasa lebih hidup. Mahasiswa yang tadinya ragu untuk bergabung mungkin jadi tertarik setelah melihat hasil luar biasa dari tim karate kampus. Ini juga bisa mendorong pihak kampus untuk memberi dukungan lebih, baik dalam bentuk fasilitas maupun pendampingan pelatih.
Selain itu, identitas mahasiswa ITNY sebagai pribadi yang gigih, terampil, dan tangguh semakin kuat. Tidak lagi sekadar dipandang sebagai mahasiswa teknik yang sibuk hitungan dan teori, tetapi sebagai individu yang punya semangat berjuang dan disiplin tinggi.
Pesan untuk Mahasiswa Lain
Kisah ini memberi pesan bahwa potensi mahasiswa sangat luas. Selama ada kemauan untuk berlatih konsisten serta dukungan lingkungan kampus, prestasi bisa dicapai di berbagai bidang. Tidak perlu merasa bahwa kemampuan kita terbatas pada jurusan yang sedang dipelajari. Dunia luar kelas membuka peluang untuk menemukan bakat baru dan meraih hal besar.
Buat kampus lainnya, kisah ini bisa jadi pengingat bahwa mendukung kegiatan non akademik itu penting. Mahasiswa butuh ruang berkembang yang lebih luas, bukan hanya ruang kelas. Prestasi seperti ini muncul dari kombinasi latihan, dukungan, serta keberanian mahasiswa untuk mencoba hal baru.
Untuk teman teman mahasiswa yang membaca kisah ini, mungkin saja kamu adalah atlet atau juara berikutnya. Prestasi tidak selalu datang dari mereka yang sudah berpengalaman. Terkadang muncul dari orang yang berani mencoba untuk pertama kali.