Pembukaan Saloka Theme Park jadi salah satu momen besar untuk dunia wisata di Jawa Tengah. Acara ini bukan cuma meresmikan taman bermain keluarga terbesar di provinsi tersebut, tapi juga menampilkan hiburan yang benar benar beda. Dari drumblek yang memenuhi area dengan suara gebukan khas, sampai kemunculan sinden bule yang bikin banyak orang terpukau. Suasananya meriah sejak pagi dan membuat pengunjung merasa ikut jadi bagian dari sejarah baru dunia rekreasi Jawa Tengah.
Peresmian Saloka yang Meriah dan Penuh Energi
Acara peresmian digelar pada Sabtu pagi. Begitu rombongan Menteri Pariwisata Arief Yahya memasuki area Saloka, bunyi drumblek langsung menyambut seperti pesta besar. Iringan drumband blek khas Salatiga itu berjalan mengawal Menpar dari pintu masuk hingga panggung utama.
Momen Pemukulan Drumblek oleh Menpar
Setelah memberi salam pada para undangan, Menpar Arief Yahya didaulat memukul drumblek sebagai tanda resminya pembukaan taman rekreasi tersebut. Suara gebukan itu langsung disambut sorak pengunjung. Menpar tersenyum dan berkata, “Semoga Saloka membawa kebahagiaan untuk masyarakat Semarang dan sekitarnya.”
Ujaran itu membuat suasana semakin hangat. Banyak yang percaya bahwa Saloka bakal jadi ikon wisata baru yang pantas dibanggakan.
Penampilan Sinden Bule yang Bikin Semua Orang Terpana
Tidak lama setelah drumblek menggemakan area, suasana berubah total ketika seorang perempuan bule naik ke panggung mengenakan kebaya anggun. Namanya Agnez, sinden bule yang dikenal fasih berbahasa Jawa. Begitu ia mulai melantunkan cengkok, penonton langsung terdiam.
Vokal Jawa yang Tidak Disangka Sangka dari Seorang Bule
Agnez tampil bersama Christian Orkestra yang memberikan nuansa musik lebih megah. Perpaduan sinden dan orkestra membuat pengunjung terkesima. Banyak yang berkata jika pelafalan dan cengkoknya terdengar sangat halus.
Seorang pengunjung bahkan terdengar berbisik, “Aku kira cuma gimmick, tapi ternyata suaranya beneran jago.”
Penari Lodra Dancer yang Membawakan Legenda Rawa Pening
Setelah sinden bule selesai, giliran kelompok Lodra Dancer menampilkan cerita legenda Rawa Pening. Gerakan penarinya memadukan unsur tradisional dan modern, membawa imajinasi penonton ke kisah rakyat tentang asal mula danau yang terkenal itu. Visual dan musiknya membuat banyak pengunjung tidak berkedip.
Barisan Pejabat dan Tokoh Penting Hadir di Pembukaan
Peresmian Saloka bukan acara kecil. Banyak tokoh penting hadir, menunjukkan dukungan penuh terhadap perkembangan wisata Jawa Tengah. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi hadir mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang sedang berhalangan hadir.
Kehadiran Tokoh dari Unsur TNI dan Pemerintah Daerah
Tampak Pangdam IV Diponegoro Mochamad Effendi, Bupati Semarang Mundjirin, serta Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu. Mereka terlihat antusias menyaksikan rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Jajaran Pimpinan Saloka dan Perwakilan Kemenpar Turut Mengisi Barisan Undangan
Dari pihak Saloka hadir Owner Ary Prasetyo, CEO David Santosa Prasetyo, CFO Danny Agung Nugroho, serta Managing Director Agustinus Teddy Darmanto. Dari Kemenpar hadir Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dadang Rizky Ratman bersama sejumlah jajaran lainnya.
Mereka terlihat bangga menyaksikan taman ini akhirnya berdiri dan dibuka untuk umum.
Harapan Besar Menpar untuk Saloka Theme Park
Dalam sambutannya, Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa Saloka bisa jadi bagian penting pengembangan kawasan wisata Joglosemar yang terdiri dari Jogja, Solo, dan Semarang. Ia menegaskan bahwa sebuah destinasi wisata kuat harus punya tiga elemen utama, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.
Memperkuat Atraksi Jawa Tengah Tidak Bisa Mengandalkan Satu Ikon
“Borobudur itu luar biasa, tapi tidak cukup jika kita ingin kawasan wisata yang utuh,” ujar Arief Yahya. Ia menambahkan, “Kita bangun Joglosemar supaya wisatawan punya banyak pilihan. Kota Lama juga kita dorong jadi kota warisan dunia. Dan saya berharap Saloka ikut memperkaya itu.”
Menurutnya, keberadaan Saloka akan membuat wisatawan yang datang ke Semarang atau Solo punya aktivitas tambahan selain wisata budaya.
Komitmen Menpar untuk Membantu Pengembangan Saloka
Menpar juga mengatakan akan menggandeng operator cruise ship agar wisatawan mancanegara yang mendarat di Tanjung Emas bisa menjadikan Saloka sebagai destinasi tur. Ia menyebut bahwa jumlah penumpang kapal pesiar bisa mencapai ribuan, sehingga peluangnya sangat besar.
“Konektivitas Jawa Tengah sudah bagus. Kita punya tiga bandara internasional dan akses tol yang membuat perjalanan kurang dari dua jam. Saloka dari Semarang hanya sekitar satu jam, ini menarik sekali,” tutur Menpar.
Sektor Pariwisata yang Semakin Menjanjikan
Dalam sambutannya, Menpar menggarisbawahi bahwa pariwisata adalah sektor yang memiliki pertumbuhan paling cepat. Ia menyebut contoh daerah seperti Danau Toba dan Labuan Bajo yang Pendapatan Asli Daerahnya naik setelah menjadikan pariwisata sebagai sektor utama.
Menpar Menyampaikan Optimisme Soal Pariwisata Indonesia
“Pariwisata itu mudah dan murah untuk dikembangkan. Tahun 2019 atau 2020, pariwisata bisa jadi penyumbang devisa terbesar,” katanya. Dengan nada antusias, ia menambahkan, “Indonesia itu indah. Dunia pun bilang Indonesia indah.”
Pernyataan itu membuat tepuk tangan panjang dari hadirin, menunjukkan dukungan besar untuk pengembangan wisata nasional.
Dukungan dari Bupati Semarang untuk Saloka
Bupati Semarang Mundjirin juga menyampaikan harapan besar terhadap keberadaan Saloka. Ia berkata bahwa daerahnya selama ini bertumpu pada sektor Industri Pertanian dan Pariwisata, atau yang ia sebut sebagai Intan Pari.
Posisi Strategis Kabupaten Semarang yang Sangat Diuntungkan
“Letak kita di tengah Joglosemar membuat potensi wisata besar sekali. Saloka akan ikut menghidupkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Saloka banyak menggunakan tenaga kerja lokal, sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Mundjirin juga berharap Saloka terus berkembang dan membuka akses wisata baru seperti ke Rawa Kuning, Bukit Brawijaya, atau Bukit Cinta.
Pesan Gubernur Jawa Tengah Lewat Video
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tidak hadir langsung, namun ia mengirimkan pesan video yang diputar di layar besar. Dalam video itu, Ganjar terlihat tersenyum dan bercerita bahwa ia sudah mencoba beberapa wahana Saloka ketika berkunjung sebelumnya.
Ganjar Memberikan Apresiasi Besar untuk Pembukaan Saloka
“Selamat dan sukses atas dibukanya Saloka Theme Park,” ujar Ganjar. Ia juga berkata, “Saloka memberi banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin liburan. Tidak hanya bermain, tapi juga belajar lewat wahana science yang mereka punya.”
Ucapan itu menambah semangat seluruh pengunjung dan pengelola Saloka yang hadir.