Anda ke Cap Gomeh Tanjungpinang ? Coba Deh ke Vihara Patung Seribu

oleh -591 views

SUARAJATIM.CO.ID, TANJUNG PINANG – Setelah puas menikmati Festival Imlek yang dilanjut dengan perayaan Cap Go Meh, tak lengkap rasanya berkunjung ke Tanjung Pinang jika tak sekalian mampir ke Vihara Kristigarbha Bodhisatta atau lebih dikenal dengan sebutan Vihara Patung Seribu. Lokasinya di Kampung Sidomakmur Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, keunikan Vihara Patung Seribu telah menarik perhatian banyak wisatawan. Tempat ibadah umat Budha ini pun menjelma bak destinasi wisata. Mereka yang berkunjung pun berasal dari berbagai daerah, baik domestik maupun mancanegara.

“Vihara Patung Seribu diresmikan pada Februari 2017. Sejak saat itu, vihara ini menjadi salah satu magnet wisatawan berkunjung ke Tanjungpinang. Tempat ini selalu ramai pada akhir pekan dan hari libur nasional. Di sini, pengunjung dapat merasakan suasana Negeri Tirai Bambu. Sebab, ornamen di dalam vihara sangat khas dengan rumah ibadah di China,” ujarnya, Kamis (21/2).

Menurut Kabid Pemasaran area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasang, jumlah pengunjung meningkat selama libur Imlek 2019. Data yang ia peroleh, pengunjung lebih dari 5.000 orang dalam waktu kurang dari 2 pekan. Mereka antara lain berasal dari Medan, Jakarta, Palembang, dan sebagian dari Pulau Jawa. Ada juga yang dari mancanegara seperti China, India, Myanmar, Singapura, Malaysia, dan sebagian Eropa.

“Untuk bisa menikmati Vihara Patung Seribu, tiap pengunjung dikenakan tarif Rp5.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp30.000 untuk wisatawan mancanegara. Sementara untuk anak-anak, diperbolehkan masuk secara gratis. Di dalam, wisatawan bebas foto-foto atau selfie hingga waktu kunjung selesai atau tutup,” jelasna.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani menjelaskan, patung seribu yang menghias Vihara Kristigarbha Bodhisatta memiliki roman muka yang berbeda-beda. Di bawah setiap patung terdapat tulisan Mandarin yang menerangkan sosok patung beserta namanya.

“Konon, patung-patung tersebut merupakan representasi dari para murid Buddha yang disebut Arahat. Pengunjung tak bisa menyentuh langsung karena dibatasi pagar besi setinggi 1 meter. Namun, seluruh wajah dan ekspresi patung dapat dilihat dengan jelas,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Vihara Patung Seribu masuk dalam aset wisata religi. Keunikan vihara ini membuat wisatawan kepo dan ingin selfie. Khususna generasi millenial yang aktif di media sosial. Vihara ini bisa dikunjungi siapa saja, dari latar belakang agama apapun.

“Vihara Patung Seribu semakin memperkaya atraksi wisata yang ada di Kepulauan Riau. Dengan kata lain, Kepri bisa terus diandalkan untuk mendongkrak kunjungan wisman. Ini menjadi sajian pelengkap pada Festival Imlek dan Cap Go Meh,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *