Anda ke Banjarmasin ? Jangan Lupa Mengenal Bekantan Maskot Kalsel yang Unik

oleh -536 views

KALSEL – Berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pendatang akan langsung mengenal bekantan. Sebab, monyet unik dengan hidung besar ini memang menjadi maskot atau ikon Kalsel.

Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono mengatakan, bekantan memiliki nama ilmiah Nasalis Larvatus. Ini adalah monyet berhidung panjang dan besar, dengan bulu berwarna coklat. Namun, ciri khas hidung tersebut hanya ditemukan pada spesies jantan.

“Bekantan banyak menghabiskan waktunya di atas pohon. Hidup dalam kelompok yang berjumlah antara 10-32 ekor. Sistem sosial bekantan adalah one male group. Dimana satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, serta beberapa betina dewasa dan anak-anaknya,” ujar Sapto, Sabtu (18/5).

Menurutnya, tahun 2016, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menetapkan bekantan sebagai bagian dari 25 hewan yang harus ditingkatkan populasinya. Artinya, primata ini menjadi satwa yang dilindungi di Indonesia.

“Tak hanya Indonesia. International Union for the Conservation of Nature (IUCN), juga menempatkan bekantan sebagai spesies langka. Berdasarkan the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), bekantan masuk dalam appendix I atau spesies yang terancam punah,” bebernya.

Sebab itu, imbuh Sapto, Kalimantan Selatan menjadikan bekantan sebagai maskot. Tentunya karena bekantan sendiri merupakan satwa yang hidup di daerah setempat, dan banyak ditemui di sana.

Menyambung kunjungan ke Kalimantan Selatan, tak afdol jika tak mampir ke gelaran Pasar Wadai yang saat ini tengah berlangsung. Kegiatan yang melibatkan ratusan pedagang tersebut berlangsung di Lapangan Taman Kamboja (Banjarmasin Expo). Ada banyak jajan buka puasa dan beragam kue yang ditawarkan.

“Bagi para pendatang, ini waktu yang tepat untuk berburu kuliner khas Banjarmasin. Mereka tidak perlu kemana-mana. Cukup ke Pasar Wadai, hampir semua kuliner yang dicari tersedia. Khususnya jenis kue,” jelasnya.

Menurut Adella, Pasar Wadai memiliki 4 konten besar. Yaitu Ngabuburit, Bakunjangan, Jumat Berbagi, dan Weekend Ceria. Ngabuburit berisi acara musik religi dan band lokal. Ada Parade Seni Budaya, Fashion Show, dan Kultum menjelang berbuka. Sedangkan Bakunjangan merupakan stand kue. Di sinilah puluhan kue khas Banjar dijajakan.

“Untuk konten Jumat Berbagi, ini adalah aktivitas makan bersama anak yakin. Dengan kata lain, pengunjung juga beramal di sana. Sementara pada konten Weekend Ceria, pengunjung bisa berbagi pengetahuan melalui Cooking Class bersama Chef Agus Sasirangan. Digelar juga Lomba Fashion Show, Parade Hadrah, hingga Lomba Lagu Religi,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, bekantan dan Pasar Wadai adalah dua hal berbeda. Namun, keduanya sama-sama unik dan merupakan kekayaan asli Kalimantan Selatan.

“Khusus Pasar Wadai, ini sangat luar biasa. Atraksinya fantastis dengan nuansa tradisional hingga Islami. Ada juga aktivitas sosial. Hadiahnya menarik. Semua momentum ini jangan sampai terlewatkan. Sebab, ada banyak value yang ditawarkan event ini. Selain ekonomi, Pasar Wadai juga menjadi media pencerah. Enjoy Banjarmasin,” terangnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *