1
Bitcoin Bitcoin btc
Price$79,140
24h %-0.97%
Circulating Supply$20,081,100
2
Ethereum Ethereum eth
Price$2,488
24h %-0.26%
Circulating Supply$122,026,782
3
Tether Tether usdt
Price$1.000
24h %0.00%
Circulating Supply$183,410,739,313
4
BNB BNB bnb
Price$739
24h %-1.34%
Circulating Supply$133,161,677
5
XRP XRP xrp
Price$1.40
24h %-1.09%
Circulating Supply$62,744,504,852
Tuesday, September 8, 2026
Home NewsTolak Tambang Nikel, 11 Warga Masyarakat Adat Maluku Dinyatakan Bersalah

Tolak Tambang Nikel, 11 Warga Masyarakat Adat Maluku Dinyatakan Bersalah

by Suara Jatim
0 comments

Putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman penjara kepada sebelas warga Maba Sangaji kembali menyalakan perdebatan lama soal cara negara mengelola konflik tambang, terutama ketika yang berdiri di garis depan adalah masyarakat adat yang merasa ruang hidupnya digerus. Perkara ini terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, kawasan kepulauan Maluku yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi episentrum industri nikel.

Di satu sisi, aparat dan jaksa menilai ada perbuatan pidana yang memenuhi unsur pasal perintangan kegiatan usaha pertambangan. Di sisi lain, jaringan advokasi, organisasi hak asasi, dan keluarga terdakwa menyebut kasus ini sebagai kriminalisasi atas pembela lingkungan dan pembela hak adat, apalagi pemicunya adalah penolakan terhadap operasi tambang yang dituding merusak hutan adat dan mencemari Sungai Sangaji.


Putusan di PN Soasio dan vonis yang dijatuhkan

Sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri Soasio, Kota Tidore Kepulauan. Pada 16 Oktober 2025, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara lima bulan delapan hari kepada sepuluh terdakwa. Nama para terdakwa yang disebut antara lain Sahrudin Awat, Jamaludin Badi, Alaudin Salamudin, Indrasani Ilham, Salsa Muhammad, Umar Manado, Nahrawi Salamudin, Julkadri Husen, Yasir Hi Samar, dan Hamim Djamal.

Pada hari yang sama, terdapat sidang terpisah yang juga menjatuhkan pidana kepada terdakwa lain, Sahil Abubakar, dengan lama hukuman yang disebut serupa. Dalam rangkaian perkara yang disebut diputus terpisah, ada pula putusan yang memuat vonis tambahan untuk beberapa nama yang sama, sehingga publik melihat konstruksi perkara ini tidak sesederhana satu berkas tunggal.

Pasal yang digunakan dan inti tuduhan perintangan

Dalam berbagai pemberitaan dan pernyataan organisasi pemantau, inti putusan dikaitkan dengan Pasal 162 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pasal yang sering dipersoalkan karena dianggap mudah dipakai untuk menjerat warga yang memprotes pertambangan berizin. Amnesty International Indonesia menyebut para warga dinyatakan bersalah terkait tindak pidana perintangan atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang izin yang telah memenuhi syarat, merujuk pada pasal tersebut.

Isu pasal ini juga muncul dalam respons lembaga legislatif. Di kanal pemberitaan DPR, disebut bahwa para warga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 162 UU Minerba dan pasal itu selama ini mendapat kritik karena dinilai berpotensi menjadi alat represi terhadap warga penolak tambang.

Konsep Anti SLAPP yang ditolak majelis hakim

Salah satu titik paling ramai diperdebatkan adalah bagaimana majelis hakim menilai perkara ini tidak dilindungi konsep Anti SLAPP, istilah yang merujuk pada perlindungan terhadap partisipasi publik ketika warga memperjuangkan lingkungan dan kepentingan umum. Dalam liputan Dandapala dan Mongabay, majelis hakim berpendapat perbuatan para terdakwa, termasuk memasuki wilayah perusahaan dan mengambil kunci alat berat, tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan yang dilindungi Anti SLAPP.

Dalam pertimbangan yang ikut dikutip, hakim juga menyinggung perlunya batasan bagi orang yang mengklaim dirinya pembela lingkungan, dengan penekanan bahwa negara hukum tetap menuntut kepatuhan pada aturan pidana.


Kronologi penolakan tambang hingga penangkapan

Kasus ini tidak lahir dari ruang hampa. Di berbagai keterangan, penolakan warga muncul karena kekhawatiran atas kerusakan hutan adat, kebun, dan kualitas air sungai yang menjadi penopang hidup sehari hari.

Dalam laporan yang memuat kronologi, penangkapan massal terjadi pada pertengahan Mei 2025. Amnesty menyebut pada 18 Mei 2025, 27 warga Maba Sangaji menggelar ritual adat sebagai bentuk protes, kemudian seluruh peserta ditangkap dan dibawa untuk pemeriksaan, lalu 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Versi kronologi lain yang menguatkan gambaran waktu dan jumlah juga muncul dalam liputan Diakronik, yang menyebut 27 warga ditangkap pada 19 Mei 2025 dan 11 orang ditetapkan tersangka.

Sengketa ruang hidup, kebun, dan Sungai Sangaji

Bagi warga, yang dipertaruhkan bukan hanya tanah, tetapi juga siklus hidup yang bertumpu pada hutan dan sungai. Diakronik menuliskan bahwa warga menilai aktivitas perusahaan merusak hutan adat dan sungai yang selama bertahun tahun menjadi penopang konsumsi rumah tangga. Dalam laporan yang sama, disebut adanya pemantauan bersama yang menyatakan aktivitas tambang berlangsung sejak akhir 2024 di area yang sebelumnya difungsikan warga sebagai kebun pala dan tanaman produktif lain, serta keluhan sungai yang keruh dan berlumpur.

Keluhan mengenai Sungai Sangaji juga muncul dalam narasi organisasi masyarakat sipil yang menilai protes warga berangkat dari kerusakan sumber air dan ruang hidup, bukan semata konflik administratif soal batas lahan.

Episode kunci alat berat dan perundingan yang berujung perkara pidana

Salah satu bagian kronologi yang sering disebut dalam pemberitaan adalah soal kunci alat berat. Diakronik memuat keterangan koordinator aliansi warga yang mengatakan kunci alat berat diberikan oleh pihak perusahaan dalam konteks kesepakatan agar perusahaan mau datang ke desa dan menjelaskan status lahan, bukan diambil paksa.

Di sisi lain, dalam uraian Dandapala, majelis hakim menilai tindakan memasuki wilayah perusahaan dan mengambil kunci alat berat, ditambah membawa parang, tidak dapat dibenarkan dengan alasan situasi setempat, sehingga dinilai memenuhi unsur pelanggaran yang tidak dilindungi Anti SLAPP.


Siapa 11 warga yang divonis dan bagaimana susunan perkaranya

Dalam perkara ini, publik kerap menyebutnya sebagai vonis terhadap sebelas warga, namun detail berkas menunjukkan ada pemisahan perkara. Hal ini membuat orang luar komunitas perlu membaca ulang agar tidak menyimpulkan keliru, terutama ketika beberapa nama muncul lebih dari sekali dalam putusan yang berbeda.

Amnesty merinci sepuluh nama yang dijatuhi hukuman lima bulan delapan hari, lalu menyebut sidang terpisah untuk Sahil Abubakar.

Mongabay menambahkan konteks bahwa majelis hakim memutus dua berkas perkara terpisah dan menyebut adanya perkara yang memuat vonis tambahan, termasuk vonis dua bulan kepada beberapa terdakwa pada salah satu berkas.

Mengapa ada vonis tambahan untuk sebagian terdakwa

Dalam liputan Mongabay, pada salah satu perkara, Sahil Abubakar disebut mendapat vonis lima bulan delapan hari, sedangkan tiga nama lain dalam berkas yang sama disebut mendapat dua bulan penjara, meski secara umum publik lebih banyak menangkap tajuk besarnya, yakni sebelas warga divonis. Detail seperti ini penting karena menunjukkan jaksa dan majelis hakim membedakan konstruksi perbuatan dan dakwaan alternatif dalam berkas tertentu.

Amnesty juga menyebut adanya dakwaan lain dalam proses, termasuk pasal berlapis yang sempat muncul sejak awal, walau pusat perhatian tetap pada pasal perintangan pertambangan.


Gelombang respons, dari koalisi sipil sampai lembaga politik

Kasus Maba Sangaji tidak berhenti di ruang sidang. Sejak para warga ditahan, aksi dukungan muncul di berbagai kota, termasuk di Jakarta, dan sejumlah lembaga negara menerima pengaduan atau permintaan pengawasan.

Mongabay menulis keluarga terdakwa datang ke Jakarta dan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM, Komnas Perempuan, serta Komisi Yudisial pada 28 Agustus 2025, dengan harapan ada rekomendasi perlindungan serta pengawasan persidangan.

Di sisi lain, koalisi masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas dan mendesak pengadilan membebaskan para warga, dengan argumen bahwa yang mereka lakukan adalah mempertahankan ruang hidup.

Pernyataan dari DPR soal kriminalisasi dan Pasal 162

Di kanal berita DPR, muncul keprihatinan bahwa warga yang mempertahankan tanah leluhur justru dipenjara. Dalam pemberitaan itu ditegaskan kembali rujukan Pasal 162 UU Minerba sebagai dasar bersalah, sekaligus dicatat bahwa pasal tersebut telah lama dikritik karena dianggap bisa dipakai menekan warga penolak tambang.

Framing ini menempatkan perkara Maba Sangaji sebagai alarm politik, bukan hanya persoalan hukum pidana biasa, sebab menyentuh isu pengakuan hak adat, hak atas lingkungan hidup, serta relasi kekuasaan antara investasi dan warga lokal.

Sikap dan suara dari DPD

DPD RI juga memuat pernyataan yang menilai para warga bukan kriminal, melainkan pejuang, sembari mendorong penyelesaian yang adil dan bijaksana jika memang ada pelanggaran dalam proses perjuangan. Dalam berita DPD, juga disebut adanya perkembangan proses peradilan di PN Soasio dalam konteks perkara yang melibatkan para warga.

Meski setiap lembaga punya bahasa politiknya masing masing, garis besarnya senada: ada kekhawatiran kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidup.


Apa yang dipersoalkan warga, dan apa yang dijadikan pijakan pengadilan

Konflik tambang kerap punya dua narasi besar yang berjalan paralel dan saling menolak. Versi warga bicara tentang ruang hidup dan kerusakan ekologis, sedangkan versi hukum formal bicara tentang izin, batas wilayah, dan perbuatan pidana ketika protes berlangsung.

Dalam liputan Mongabay, disebut majelis hakim menyatakan perusahaan memiliki izin usaha pertambangan yang sah sejak 2017. Ini menjadi salah satu pijakan argumentasi bahwa kegiatan yang dihalangi adalah kegiatan berizin.

Namun dalam liputan yang sama, tim advokasi menyatakan lokasi operasi berada di wilayah adat dan disebut belum pernah ada persetujuan masyarakat, serta fakta ini dinilai tidak menjadi pertimbangan memadai dalam putusan.

Soal pengakuan wilayah adat yang sering mentok di administrasi

Di banyak daerah, masyarakat adat hidup dengan bukti sejarah, tapal batas komunal, dan memori kolektif yang kuat, tetapi pengakuan legal formal bisa tertinggal bertahun tahun. Diakronik menekankan bahwa kawasan operasi tambang berada di area yang secara historis diakui warga sebagai wilayah adat, dan warga merasa berhak mempertahankan ruang hidupnya meski pengakuan legal pemerintah diperdebatkan.

Ketika konflik sampai pengadilan pidana, perdebatan pengakuan wilayah adat sering tidak sempat diuji mendalam, karena ruang sidang pidana lebih fokus pada unsur perbuatan, niat, dan alat bukti atas tindakan pada hari kejadian.

Ketegangan antara pembela lingkungan dan batas hukum pidana

Dandapala mengutip pertimbangan majelis hakim yang mengingatkan bahwa mengklaim diri sebagai pembela lingkungan tidak otomatis memberi imunitas absolut dari hukum.

Sementara itu, Amnesty dan Mongabay menggambarkan posisi warga sebagai penjaga hutan dan sungai, serta menilai perkara ini memperlihatkan betapa mudahnya pembela lingkungan terseret kriminalisasi ketika berhadapan dengan industri ekstraktif.

Di titik ini, perdebatan publik menjadi lebih keras: apakah warga harus selalu protes lewat jalur administrasi dan gugatan terlebih dahulu, atau negara juga wajib memberi ruang aman bagi protes langsung ketika kerusakan sudah dirasakan di lapangan.


Kondisi penahanan, masa hukuman, dan langkah hukum yang mungkin ditempuh

Vonis lima bulan delapan hari terdengar pendek jika dibandingkan ancaman pidana berbagai pasal pertambangan. Namun bagi keluarga di desa, beberapa bulan penahanan bisa berarti hilangnya pendapatan, terputusnya pengasuhan, dan beban sosial yang panjang.

Dandapala menulis hakim ketua menyebut putusan ini membuat para terdakwa segera bebas karena masa hukuman hampir sama dengan masa penahanan yang telah dijalani sejak penangkapan pada Mei 2025.

Dalam praktiknya, “segera bebas” tetap bergantung pada administrasi pengurangan masa tahanan, putusan inkrah, serta sikap para pihak apakah menempuh upaya hukum lanjutan atau tidak.

Ruang banding, kasasi, dan pengawasan lembaga eksternal

Pada hari putusan, terdapat keterangan bahwa jaksa dan pihak terdakwa menyatakan pikir pikir.

Di luar mekanisme banding, keluarga juga menempuh jalur pengaduan dan pengawasan. Mongabay menuliskan pengaduan ke Komnas HAM dan Komisi Yudisial sebagai upaya mendorong perlindungan serta pengawasan agar persidangan berjalan adil dan transparan.

Sementara jaringan advokasi lingkungan mendorong pemulihan nama baik dan perlindungan nyata bagi pembela lingkungan, termasuk sorotan pada prosedur penangkapan.


Potret lebih lebar, nikel di Halmahera dan rasa tidak aman warga

Kasus Maba Sangaji muncul di tengah percepatan industri nikel di Maluku Utara, wilayah yang menjadi magnet investasi karena rantai pasok baterai dan hilirisasi. Di level nasional, narasi pertumbuhan sering dominan. Di level desa, narasi yang terdengar justru tentang air yang berubah warna, kebun yang hilang, dan ruang hidup yang menyempit.

Diakronik menggambarkan keluhan warga tentang sungai yang keruh dan munculnya banjir yang disebut pertama kali terjadi setelah operasi tambang berjalan, serta perubahan drastis pada akses air saat bekerja di kebun.

Mongabay juga memuat kesaksian keluarga terdakwa yang merasa keadilan tidak memihak warga kecil, karena yang dihukum adalah orang yang memprotes, sementara perusahaan yang dituding merusak lingkungan tidak tersentuh putusan pidana dalam perkara ini.

Ketika protes berubah menjadi perkara pidana

Garis pemisah antara aksi protes dan pelanggaran pidana sering ditentukan oleh konteks lapangan, relasi kuasa, serta cara aparat membaca situasi. Amnesty menuliskan adanya tuduhan dan proses pemeriksaan yang dipersoalkan, termasuk soal pendampingan hukum dan perlakuan saat interogasi, yang oleh mereka dinilai sebagai pelanggaran prosedur.

Dalam kasus seperti ini, publik biasanya terbelah. Ada yang menilai protes harus tertib dan tidak boleh menyentuh aset perusahaan. Ada pula yang menilai protes warga kerap menjadi satu satunya cara agar suara desa didengar, terutama ketika mereka merasa sosialisasi dan persetujuan tidak pernah ada.


Apa yang kemungkinan terjadi setelah vonis

Setelah putusan dijatuhkan, cerita tidak otomatis selesai. Ada beberapa lintasan yang biasanya berjalan bersamaan: proses hukum lanjutan, konsolidasi dukungan publik, serta negosiasi sosial di tingkat lokal.

Aksi solidaritas dan desakan koalisi sipil, termasuk yang berlangsung di Jakarta, menunjukkan isu ini sudah menjadi perhatian jaringan nasional.

Pada saat yang sama, keluarga dan tim hukum mendorong pengakuan bahwa para warga adalah pembela lingkungan yang seharusnya dilindungi, termasuk lewat rekomendasi lembaga seperti Komnas HAM.

Jika upaya hukum ditempuh, perkara akan bergerak ke babak baru yang lebih teknis. Jika tidak, fokus kemungkinan bergeser ke pemulihan kehidupan keluarga terdakwa dan kelanjutan konflik lahan serta kualitas lingkungan di sekitar Sungai Sangaji, isu yang sejak awal menjadi pemantik utama penolakan tambang menurut berbagai laporan.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot onlineindustri game online mulai mengalami perubahan di era digitalperkembangan platform membawa babak baru bagi industri game onlinemedia digital menyoroti arah baru industri game onlineindustri game online dan pergeseran tren hiburan modernkomunitas pengguna ikut mendorong perubahan dalam industri game onlinetransformasi teknologi membentuk wajah baru industri game onlineindustri game online masuk dalam sorotan ekosistem digitalperubahan kebiasaan pengguna mempengaruhi perjalanan industri game onlineruang media membuka perbincangan baru seputar industri game onlineindustri game online menjadi bagian dari perkembangan budaya digitalmahjong online menghadirkan kembali nuansa klasik dalam ekosistem digital yang terus berkembangjejak klasik mahjong online terlihat dalam perubahan desain platform di era digitaltransformasi platform digital memberikan wajah baru pada mahjong online masa kiniruang digital modern membawa mahjong online mendekati gaya interaksi generasi baruperubahan teknologi membentuk perjalanan mahjong online dari konsep klasik menuju digitalketika platform modern mengemas mahjong online dengan pendekatan visual yang lebih dinamisevolusi media digital memperlihatkan bagaimana mahjong online beradaptasi dengan zamankonsep klasik kembali muncul saat mahjong online masuk ke lanskap platform modernperkembangan ekosistem internet membuka bab baru bagi mahjong online dan identitas klasiknyadari tradisi ke layar digital mahjong online menunjukkan perubahan konsep di era modernmahjong online menjadi bagian dari perubahan arah hiburan di era platform digitalperjalanan mahjong online memperlihatkan pertemuan konsep tradisional dengan inovasi teknologi modernplatform digital masa kini memberikan ruang baru bagi perkembangan mahjong onlinemahjong online dan transformasi tampilan interaktif yang mengikuti perubahan kebiasaan digitaldari konsep tradisional mahjong online berkembang mengikuti irama teknologi yang terus bergerakkehadiran mahjong online mencerminkan pergeseran konsep klasik dalam dunia digital modernteknologi modern membuka perspektif baru terhadap perjalanan mahjong online di internetmahjong online mengalami perubahan identitas seiring berkembangnya desain platform digitalantara unsur klasik dan inovasi mahjong online menemukan tempat di era modernperkembangan platform interaktif membawa mahjong online memasuki babak baru dalam ekosistem digitaltren game penghasil uang mahjong waysmahjong ways kembali masuk radar mediatren mahjong ways di era digitalmahjong ways dalam sorotan media moderngame digital mahjong ways kian diperbincangkanmahjong ways mewarnai tren platform modernfenomena mahjong ways di dunia digitalmahjong ways dan perubahan tren gamemedia menyoroti perkembangan mahjong waysmahjong ways dalam arus tren modernmahjong online mulai mengisi ruang percakapan baru di tengah perkembangan media digitalfenomena mahjong online muncul dalam arus perubahan kebiasaan pengguna internet masa kinimedia digital mencatat pergeseran minat pengguna terhadap konten mahjong online yang beragammahjong online menjadi salah satu topik yang ikut meramaikan percakapan di platform internetperubahan pola konsumsi konten membawa mahjong online ke dalam diskusi digital yang lebih luaskehadiran mahjong online mewarnai perkembangan topik hiburan dalam lanskap media internet modernmaju pesatnya platform interaktif membuat mahjong online semakin sering dibicarakan pengguna digitalmahjong online dan perubahan cara masyarakat mengikuti perkembangan konten di era internettren percakapan digital memperlihatkan munculnya mahjong online di berbagai ruang media modernperjalanan mahjong online menjadi bagian dari dinamika konten yang berkembang di internettren game online masa kinifenomena baru game online digitalgame online dalam era modernperkembangan tren game online terkinipopularitas game online terus berkembanggame online dan dunia digitaltren hiburan game online modernfenomena game online di internetperubahan dunia game online moderngame online menjadi tren digitalketika tren game online berubah platform digital mulai menciptakan pola interaksi barusaat dunia game online berkembang media digital membuka ruang bagi perubahan baruketika kebiasaan pengguna bergeser game online mulai menemukan arah yang berbedasaat media digital terus tumbuh perkembangan game online memasuki fase yang baruketika perilaku digital berubah game online ikut menyesuaikan dengan arus zamansaat platform modern berkembang game online mulai mengikuti perubahan kebiasaan penggunaketika ruang interaktif meluas game online menemukan tempat baru di media digitalsaat arus internet berubah game online mulai membentuk warna baru dalam percakapanketika media modern bergerak cepat game online ikut mengalami perubahan pola digitalsaat konten interaktif berkembang game online mulai menjadi bagian dari arus digital1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi Data