1
Bitcoin Bitcoin btc
Price$83,375
24h %0.31%
Circulating Supply$20,090,909
2
Ethereum Ethereum eth
Price$2,674
24h %0.28%
Circulating Supply$122,092,941
3
Tether Tether usdt
Price$1.000
24h %0.00%
Circulating Supply$183,870,584,013
4
BNB BNB bnb
Price$761
24h %0.20%
Circulating Supply$133,159,532
5
XRP XRP xrp
Price$1.50
24h %0.58%
Circulating Supply$63,092,975,951
Wednesday, September 30, 2026
Home NewsTolak Tambang Nikel, 11 Warga Masyarakat Adat Maluku Dinyatakan Bersalah

Tolak Tambang Nikel, 11 Warga Masyarakat Adat Maluku Dinyatakan Bersalah

by Suara Jatim
0 comments

Putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman penjara kepada sebelas warga Maba Sangaji kembali menyalakan perdebatan lama soal cara negara mengelola konflik tambang, terutama ketika yang berdiri di garis depan adalah masyarakat adat yang merasa ruang hidupnya digerus. Perkara ini terjadi di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, kawasan kepulauan Maluku yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi episentrum industri nikel.

Di satu sisi, aparat dan jaksa menilai ada perbuatan pidana yang memenuhi unsur pasal perintangan kegiatan usaha pertambangan. Di sisi lain, jaringan advokasi, organisasi hak asasi, dan keluarga terdakwa menyebut kasus ini sebagai kriminalisasi atas pembela lingkungan dan pembela hak adat, apalagi pemicunya adalah penolakan terhadap operasi tambang yang dituding merusak hutan adat dan mencemari Sungai Sangaji.


Putusan di PN Soasio dan vonis yang dijatuhkan

Sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri Soasio, Kota Tidore Kepulauan. Pada 16 Oktober 2025, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara lima bulan delapan hari kepada sepuluh terdakwa. Nama para terdakwa yang disebut antara lain Sahrudin Awat, Jamaludin Badi, Alaudin Salamudin, Indrasani Ilham, Salsa Muhammad, Umar Manado, Nahrawi Salamudin, Julkadri Husen, Yasir Hi Samar, dan Hamim Djamal.

Pada hari yang sama, terdapat sidang terpisah yang juga menjatuhkan pidana kepada terdakwa lain, Sahil Abubakar, dengan lama hukuman yang disebut serupa. Dalam rangkaian perkara yang disebut diputus terpisah, ada pula putusan yang memuat vonis tambahan untuk beberapa nama yang sama, sehingga publik melihat konstruksi perkara ini tidak sesederhana satu berkas tunggal.

Pasal yang digunakan dan inti tuduhan perintangan

Dalam berbagai pemberitaan dan pernyataan organisasi pemantau, inti putusan dikaitkan dengan Pasal 162 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pasal yang sering dipersoalkan karena dianggap mudah dipakai untuk menjerat warga yang memprotes pertambangan berizin. Amnesty International Indonesia menyebut para warga dinyatakan bersalah terkait tindak pidana perintangan atau mengganggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang izin yang telah memenuhi syarat, merujuk pada pasal tersebut.

Isu pasal ini juga muncul dalam respons lembaga legislatif. Di kanal pemberitaan DPR, disebut bahwa para warga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 162 UU Minerba dan pasal itu selama ini mendapat kritik karena dinilai berpotensi menjadi alat represi terhadap warga penolak tambang.

Konsep Anti SLAPP yang ditolak majelis hakim

Salah satu titik paling ramai diperdebatkan adalah bagaimana majelis hakim menilai perkara ini tidak dilindungi konsep Anti SLAPP, istilah yang merujuk pada perlindungan terhadap partisipasi publik ketika warga memperjuangkan lingkungan dan kepentingan umum. Dalam liputan Dandapala dan Mongabay, majelis hakim berpendapat perbuatan para terdakwa, termasuk memasuki wilayah perusahaan dan mengambil kunci alat berat, tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan yang dilindungi Anti SLAPP.

Dalam pertimbangan yang ikut dikutip, hakim juga menyinggung perlunya batasan bagi orang yang mengklaim dirinya pembela lingkungan, dengan penekanan bahwa negara hukum tetap menuntut kepatuhan pada aturan pidana.


Kronologi penolakan tambang hingga penangkapan

Kasus ini tidak lahir dari ruang hampa. Di berbagai keterangan, penolakan warga muncul karena kekhawatiran atas kerusakan hutan adat, kebun, dan kualitas air sungai yang menjadi penopang hidup sehari hari.

Dalam laporan yang memuat kronologi, penangkapan massal terjadi pada pertengahan Mei 2025. Amnesty menyebut pada 18 Mei 2025, 27 warga Maba Sangaji menggelar ritual adat sebagai bentuk protes, kemudian seluruh peserta ditangkap dan dibawa untuk pemeriksaan, lalu 11 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Versi kronologi lain yang menguatkan gambaran waktu dan jumlah juga muncul dalam liputan Diakronik, yang menyebut 27 warga ditangkap pada 19 Mei 2025 dan 11 orang ditetapkan tersangka.

Sengketa ruang hidup, kebun, dan Sungai Sangaji

Bagi warga, yang dipertaruhkan bukan hanya tanah, tetapi juga siklus hidup yang bertumpu pada hutan dan sungai. Diakronik menuliskan bahwa warga menilai aktivitas perusahaan merusak hutan adat dan sungai yang selama bertahun tahun menjadi penopang konsumsi rumah tangga. Dalam laporan yang sama, disebut adanya pemantauan bersama yang menyatakan aktivitas tambang berlangsung sejak akhir 2024 di area yang sebelumnya difungsikan warga sebagai kebun pala dan tanaman produktif lain, serta keluhan sungai yang keruh dan berlumpur.

Keluhan mengenai Sungai Sangaji juga muncul dalam narasi organisasi masyarakat sipil yang menilai protes warga berangkat dari kerusakan sumber air dan ruang hidup, bukan semata konflik administratif soal batas lahan.

Episode kunci alat berat dan perundingan yang berujung perkara pidana

Salah satu bagian kronologi yang sering disebut dalam pemberitaan adalah soal kunci alat berat. Diakronik memuat keterangan koordinator aliansi warga yang mengatakan kunci alat berat diberikan oleh pihak perusahaan dalam konteks kesepakatan agar perusahaan mau datang ke desa dan menjelaskan status lahan, bukan diambil paksa.

Di sisi lain, dalam uraian Dandapala, majelis hakim menilai tindakan memasuki wilayah perusahaan dan mengambil kunci alat berat, ditambah membawa parang, tidak dapat dibenarkan dengan alasan situasi setempat, sehingga dinilai memenuhi unsur pelanggaran yang tidak dilindungi Anti SLAPP.


Siapa 11 warga yang divonis dan bagaimana susunan perkaranya

Dalam perkara ini, publik kerap menyebutnya sebagai vonis terhadap sebelas warga, namun detail berkas menunjukkan ada pemisahan perkara. Hal ini membuat orang luar komunitas perlu membaca ulang agar tidak menyimpulkan keliru, terutama ketika beberapa nama muncul lebih dari sekali dalam putusan yang berbeda.

Amnesty merinci sepuluh nama yang dijatuhi hukuman lima bulan delapan hari, lalu menyebut sidang terpisah untuk Sahil Abubakar.

Mongabay menambahkan konteks bahwa majelis hakim memutus dua berkas perkara terpisah dan menyebut adanya perkara yang memuat vonis tambahan, termasuk vonis dua bulan kepada beberapa terdakwa pada salah satu berkas.

Mengapa ada vonis tambahan untuk sebagian terdakwa

Dalam liputan Mongabay, pada salah satu perkara, Sahil Abubakar disebut mendapat vonis lima bulan delapan hari, sedangkan tiga nama lain dalam berkas yang sama disebut mendapat dua bulan penjara, meski secara umum publik lebih banyak menangkap tajuk besarnya, yakni sebelas warga divonis. Detail seperti ini penting karena menunjukkan jaksa dan majelis hakim membedakan konstruksi perbuatan dan dakwaan alternatif dalam berkas tertentu.

Amnesty juga menyebut adanya dakwaan lain dalam proses, termasuk pasal berlapis yang sempat muncul sejak awal, walau pusat perhatian tetap pada pasal perintangan pertambangan.


Gelombang respons, dari koalisi sipil sampai lembaga politik

Kasus Maba Sangaji tidak berhenti di ruang sidang. Sejak para warga ditahan, aksi dukungan muncul di berbagai kota, termasuk di Jakarta, dan sejumlah lembaga negara menerima pengaduan atau permintaan pengawasan.

Mongabay menulis keluarga terdakwa datang ke Jakarta dan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM, Komnas Perempuan, serta Komisi Yudisial pada 28 Agustus 2025, dengan harapan ada rekomendasi perlindungan serta pengawasan persidangan.

Di sisi lain, koalisi masyarakat sipil menggelar aksi solidaritas dan mendesak pengadilan membebaskan para warga, dengan argumen bahwa yang mereka lakukan adalah mempertahankan ruang hidup.

Pernyataan dari DPR soal kriminalisasi dan Pasal 162

Di kanal berita DPR, muncul keprihatinan bahwa warga yang mempertahankan tanah leluhur justru dipenjara. Dalam pemberitaan itu ditegaskan kembali rujukan Pasal 162 UU Minerba sebagai dasar bersalah, sekaligus dicatat bahwa pasal tersebut telah lama dikritik karena dianggap bisa dipakai menekan warga penolak tambang.

Framing ini menempatkan perkara Maba Sangaji sebagai alarm politik, bukan hanya persoalan hukum pidana biasa, sebab menyentuh isu pengakuan hak adat, hak atas lingkungan hidup, serta relasi kekuasaan antara investasi dan warga lokal.

Sikap dan suara dari DPD

DPD RI juga memuat pernyataan yang menilai para warga bukan kriminal, melainkan pejuang, sembari mendorong penyelesaian yang adil dan bijaksana jika memang ada pelanggaran dalam proses perjuangan. Dalam berita DPD, juga disebut adanya perkembangan proses peradilan di PN Soasio dalam konteks perkara yang melibatkan para warga.

Meski setiap lembaga punya bahasa politiknya masing masing, garis besarnya senada: ada kekhawatiran kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan ruang hidup.


Apa yang dipersoalkan warga, dan apa yang dijadikan pijakan pengadilan

Konflik tambang kerap punya dua narasi besar yang berjalan paralel dan saling menolak. Versi warga bicara tentang ruang hidup dan kerusakan ekologis, sedangkan versi hukum formal bicara tentang izin, batas wilayah, dan perbuatan pidana ketika protes berlangsung.

Dalam liputan Mongabay, disebut majelis hakim menyatakan perusahaan memiliki izin usaha pertambangan yang sah sejak 2017. Ini menjadi salah satu pijakan argumentasi bahwa kegiatan yang dihalangi adalah kegiatan berizin.

Namun dalam liputan yang sama, tim advokasi menyatakan lokasi operasi berada di wilayah adat dan disebut belum pernah ada persetujuan masyarakat, serta fakta ini dinilai tidak menjadi pertimbangan memadai dalam putusan.

Soal pengakuan wilayah adat yang sering mentok di administrasi

Di banyak daerah, masyarakat adat hidup dengan bukti sejarah, tapal batas komunal, dan memori kolektif yang kuat, tetapi pengakuan legal formal bisa tertinggal bertahun tahun. Diakronik menekankan bahwa kawasan operasi tambang berada di area yang secara historis diakui warga sebagai wilayah adat, dan warga merasa berhak mempertahankan ruang hidupnya meski pengakuan legal pemerintah diperdebatkan.

Ketika konflik sampai pengadilan pidana, perdebatan pengakuan wilayah adat sering tidak sempat diuji mendalam, karena ruang sidang pidana lebih fokus pada unsur perbuatan, niat, dan alat bukti atas tindakan pada hari kejadian.

Ketegangan antara pembela lingkungan dan batas hukum pidana

Dandapala mengutip pertimbangan majelis hakim yang mengingatkan bahwa mengklaim diri sebagai pembela lingkungan tidak otomatis memberi imunitas absolut dari hukum.

Sementara itu, Amnesty dan Mongabay menggambarkan posisi warga sebagai penjaga hutan dan sungai, serta menilai perkara ini memperlihatkan betapa mudahnya pembela lingkungan terseret kriminalisasi ketika berhadapan dengan industri ekstraktif.

Di titik ini, perdebatan publik menjadi lebih keras: apakah warga harus selalu protes lewat jalur administrasi dan gugatan terlebih dahulu, atau negara juga wajib memberi ruang aman bagi protes langsung ketika kerusakan sudah dirasakan di lapangan.


Kondisi penahanan, masa hukuman, dan langkah hukum yang mungkin ditempuh

Vonis lima bulan delapan hari terdengar pendek jika dibandingkan ancaman pidana berbagai pasal pertambangan. Namun bagi keluarga di desa, beberapa bulan penahanan bisa berarti hilangnya pendapatan, terputusnya pengasuhan, dan beban sosial yang panjang.

Dandapala menulis hakim ketua menyebut putusan ini membuat para terdakwa segera bebas karena masa hukuman hampir sama dengan masa penahanan yang telah dijalani sejak penangkapan pada Mei 2025.

Dalam praktiknya, “segera bebas” tetap bergantung pada administrasi pengurangan masa tahanan, putusan inkrah, serta sikap para pihak apakah menempuh upaya hukum lanjutan atau tidak.

Ruang banding, kasasi, dan pengawasan lembaga eksternal

Pada hari putusan, terdapat keterangan bahwa jaksa dan pihak terdakwa menyatakan pikir pikir.

Di luar mekanisme banding, keluarga juga menempuh jalur pengaduan dan pengawasan. Mongabay menuliskan pengaduan ke Komnas HAM dan Komisi Yudisial sebagai upaya mendorong perlindungan serta pengawasan agar persidangan berjalan adil dan transparan.

Sementara jaringan advokasi lingkungan mendorong pemulihan nama baik dan perlindungan nyata bagi pembela lingkungan, termasuk sorotan pada prosedur penangkapan.


Potret lebih lebar, nikel di Halmahera dan rasa tidak aman warga

Kasus Maba Sangaji muncul di tengah percepatan industri nikel di Maluku Utara, wilayah yang menjadi magnet investasi karena rantai pasok baterai dan hilirisasi. Di level nasional, narasi pertumbuhan sering dominan. Di level desa, narasi yang terdengar justru tentang air yang berubah warna, kebun yang hilang, dan ruang hidup yang menyempit.

Diakronik menggambarkan keluhan warga tentang sungai yang keruh dan munculnya banjir yang disebut pertama kali terjadi setelah operasi tambang berjalan, serta perubahan drastis pada akses air saat bekerja di kebun.

Mongabay juga memuat kesaksian keluarga terdakwa yang merasa keadilan tidak memihak warga kecil, karena yang dihukum adalah orang yang memprotes, sementara perusahaan yang dituding merusak lingkungan tidak tersentuh putusan pidana dalam perkara ini.

Ketika protes berubah menjadi perkara pidana

Garis pemisah antara aksi protes dan pelanggaran pidana sering ditentukan oleh konteks lapangan, relasi kuasa, serta cara aparat membaca situasi. Amnesty menuliskan adanya tuduhan dan proses pemeriksaan yang dipersoalkan, termasuk soal pendampingan hukum dan perlakuan saat interogasi, yang oleh mereka dinilai sebagai pelanggaran prosedur.

Dalam kasus seperti ini, publik biasanya terbelah. Ada yang menilai protes harus tertib dan tidak boleh menyentuh aset perusahaan. Ada pula yang menilai protes warga kerap menjadi satu satunya cara agar suara desa didengar, terutama ketika mereka merasa sosialisasi dan persetujuan tidak pernah ada.


Apa yang kemungkinan terjadi setelah vonis

Setelah putusan dijatuhkan, cerita tidak otomatis selesai. Ada beberapa lintasan yang biasanya berjalan bersamaan: proses hukum lanjutan, konsolidasi dukungan publik, serta negosiasi sosial di tingkat lokal.

Aksi solidaritas dan desakan koalisi sipil, termasuk yang berlangsung di Jakarta, menunjukkan isu ini sudah menjadi perhatian jaringan nasional.

Pada saat yang sama, keluarga dan tim hukum mendorong pengakuan bahwa para warga adalah pembela lingkungan yang seharusnya dilindungi, termasuk lewat rekomendasi lembaga seperti Komnas HAM.

Jika upaya hukum ditempuh, perkara akan bergerak ke babak baru yang lebih teknis. Jika tidak, fokus kemungkinan bergeser ke pemulihan kehidupan keluarga terdakwa dan kelanjutan konflik lahan serta kualitas lingkungan di sekitar Sungai Sangaji, isu yang sejak awal menjadi pemantik utama penolakan tambang menurut berbagai laporan.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasimahjong ways dalam bingkai desain visual dan budaya digitaljejak klasik menemukan bentuk baru melalui mahjong waysmahjong ways dan perjalanan simbol menuju layar interaktif moderncerita visual mengikuti perkembangan mahjong ways di era teknologimahjong ways dilihat dari sisi kreativitas dan identitas platformperubahan tampilan membawa mahjong ways ke perspektif yang berbedamahjong ways dalam percakapan seputar tradisi dan budaya digitaldari konsep lama ke format baru menelusuri mahjong wayssimbol dan tema mengiringi perjalanan mahjong ways di ruang digitalmahjong ways menjadi bagian dari perubahan desain hiburan moderngame online dan perubahan kebiasaan di tengah budaya internetkomunitas digital menjadi bagian dari perjalanan game onlinegame online dalam potret interaksi sosial di era platform modernjejak mobile membawa game online ke pengalaman yang semakin beragamketika game online bertemu dengan kreativitas dan komunitas digitalgame online dan pergeseran cara menikmati hiburan interaktifdari komunitas ke platform menyusuri perkembangan game onlinedesain visual membentuk identitas baru dalam dunia game onlinegame online di tengah perubahan teknologi dan budaya populerperjalanan game online mengikuti arah baru ekosistem digitaltekanan emosional muncul di tengah kebiasaan judi online yang berulangstres dan judi online menjadi bahasan dalam perubahan kondisi keuanganketika pengeluaran judi online mulai membawa tekanan dalam kehidupanbeban pikiran dapat bertambah seiring kebiasaan judi online berlangsungmasalah keuangan dan stres muncul dalam pembahasan seputar judi onlinejudi online dan tekanan emosional menjadi sorotan di ruang digitaldampak stres mulai dibahas seiring perubahan kebiasaan judi onlinetekanan hidup dan kebiasaan judi online dalam sorotan mediastres finansial menjadi bagian dari pembahasan dampak judi onlinememahami kaitan tekanan emosional dengan kebiasaan judi onlinegame digital mulai masuk dalam sorotan budaya hiburan modernperkembangan game digital menjadi bahasan di tengah perubahan teknologimedia mengulas perjalanan game digital dari konsol menuju platform modernfenomena game digital muncul dalam perbincangan industri hiburangame digital dan perubahan kebiasaan menjadi catatan di era internetsorotan terkini membahas arah baru perkembangan game digitalteknologi interaktif membawa game digital ke percakapan media yang lebih luasgame digital menjadi bagian dari pergeseran budaya hiburan masa kinicatatan media menyoroti perubahan wajah game digital dari waktu ke waktuplatform baru membuka babak berbeda dalam perjalanan game digitaljudi online kembali menjadi sorotan dalam pemberitaan digital terkinimedia menyoroti perkembangan platform judi online di ruang internetfenomena judi online masuk dalam pembahasan seputar budaya digitalberita terkini mengulas perubahan ekosistem judi online masa kinijudi online dan perkembangan teknologi menjadi bahan perbincangan mediasorotan baru membahas pergeseran perilaku di seputar judi onlineruang digital kembali mengangkat pembahasan tentang judi onlineperkembangan internet membawa judi online ke sorotan media terkinicatatan media mengulas fenomena judi online dari sisi digitalperubahan platform menjadi bahasan baru dalam pemberitaan judi onlineandi pratama dan cerita keberuntungan 8 juta di mahjong waysrizky membahas pengalaman 17 juta dalam permainan mahjong wayskisah dimas berawal dari game online hingga hasil 25 jutafajar menjadi perbincangan usai mendapat hasil 12 jutacerita bayu muncul di tengah tren mahjong ways masa kinirio mengulas pengalaman bermain dengan hasil sekitar 19 jutayoga dan perjalanan singkat menuju hasil permainan 7 jutaarif membagikan catatan pribadi soal hasil 14 jutabima dan pengalaman 28 juta yang ramai dibicarakandoni mengungkap cerita di balik hasil 22 juta mahjong wayscerita reza dengan hasil 9 juta dari mahjong ways16 juta jadi bagian pengalaman rangga di game onlinemaulana membahas perolehan 23 juta dari mahjong winsgame digital membawa cerita baru bagi ilham dengan hasil 11 jutahasil 28 juta diceritakan bagus saat memainkan mahjong ways 2yusuf mengulas pengalaman bermain dengan perolehan 14 jutamahjong online dan cerita farhan tentang hasil 8 jutadava mengungkap pengalaman 19 juta saat memainkan game mahjonggame online menjadi bagian cerita akmal dengan hasil 26 jutafauzan dan perolehan 21 juta dalam permainan mahjong winscerita rendi dengan hasil 7 juta dari mahjong ways18 juta jadi pengalaman baru bagi rafli di game onlinemahjong wins menghadirkan cerita hasil 27 juta bagi hendrapengalaman dion dan perolehan 13 juta dalam game digitalhasil 22 juta diceritakan arya setelah memainkan mahjong ways 2fikri mengulas permainan online dengan hasil sekitar 16 jutamahjong online dan kisah ilham soal perolehan 10 jutasatria mengungkap pengalaman 24 juta dalam game mahjonggame online menjadi catatan baru bagi wahyu dengan hasil 15 jutaperolehan 30 juta dikaitkan dengan cerita rehan di mahjong wins