1
Bitcoin Bitcoin btc
Price$83,297
24h %0.19%
Circulating Supply$20,090,909
2
Ethereum Ethereum eth
Price$2,672
24h %0.24%
Circulating Supply$122,092,941
3
Tether Tether usdt
Price$1.000
24h %-0.01%
Circulating Supply$183,870,584,013
4
BNB BNB bnb
Price$763
24h %0.66%
Circulating Supply$133,159,527
5
XRP XRP xrp
Price$1.50
24h %0.77%
Circulating Supply$63,092,975,951
Wednesday, September 30, 2026
Home NewsSuper Flu : Faktanya, dan Apa Saja yang Sudah Diketahui Hingga Saat Ini

Super Flu : Faktanya, dan Apa Saja yang Sudah Diketahui Hingga Saat Ini

by Suara Jatim
0 comments

Istilah “super flu” belakangan ramai dibicarakan karena lonjakan kasus influenza di sejumlah negara terjadi lebih cepat dari biasanya, lalu narasinya ikut bergulir sampai ke Indonesia. Di tengah arus info yang campur aduk, yang penting dipahami sejak awal: “super flu” bukan nama penyakit resmi. Ini label populer untuk menjelaskan satu varian influenza musiman yang sedang dominan, yakni influenza A(H3N2) subclade K.

Kementerian Kesehatan menegaskan situasi di Indonesia sampai akhir Desember 2025 masih terkendali dan tidak ada bukti peningkatan keparahan dibanding clade atau subclade influenza lain. Namun, karena influenza bisa berat pada kelompok tertentu, pembahasannya tetap perlu rapi, berbasis data, dan tidak menyepelekan tanda bahaya.


Istilah “super flu” itu apa, dan kenapa mendadak ramai

Kalau membaca judul berita di media global, “super flu” terdengar seperti ancaman baru. Padahal lembaga kesehatan publik menempatkannya sebagai bagian dari dinamika influenza musiman: virus berubah bertahap, lalu ada satu varian yang lebih “pas” menyebar di musim tertentu. UK Health Security Agency bahkan menyebut istilah “super flu” sebagai sebutan media, sementara yang dibicarakan tetap influenza H3N2 yang berevolusi dari waktu ke waktu.

Di Indonesia, kegaduhan istilah ini makin besar karena muncul angka temuan berbasis pemeriksaan genom, ditambah cerita orang sekitar yang merasa gejalanya “lebih nendang” dari pilek biasa. Kemenkes merilis penjelasan resmi agar publik tidak salah arah: gejalanya umumnya serupa flu musiman, dan tren nasional dua bulan terakhir justru dilaporkan menurun.

Kenapa disebut “super”, padahal influenza musiman

Label “super” biasanya muncul karena dua hal yang terjadi bersamaan. Pertama, penularannya terasa cepat karena virus dominan bertemu kondisi musim dan kerumunan. Kedua, ketika infeksi menyasar kelompok rentan, cerita kasus berat lebih mudah terdengar, lalu membentuk kesan seolah virusnya otomatis “lebih mematikan”. WHO dan WHO Eropa sama sama menyampaikan bahwa sejauh data yang ada, tidak ada bukti subclade K menyebabkan penyakit lebih berat, meski ia memang mendorong gelombang kasus yang besar di sejumlah tempat.

Agar tidak terjebak sensasi, pembacaan yang lebih berguna adalah melihat influenza sebagai “musimannya virus yang berubah bentuk sedikit demi sedikit”. Dari situ, kita bisa memetakan apa yang sudah diketahui dan apa yang masih dipantau, tanpa menutup mata pada risiko klinisnya.


Varian yang dimaksud: Influenza A(H3N2) subclade K

WHO dalam pembaruan situasi global influenza menyebut ada kenaikan cepat deteksi influenza A(H3N2) subclade K sejak sekitar Agustus 2025, berbasis data sekuens genetik dari berbagai negara. Subclade ini disebut sebagai J.2.4.1 (alias K) dalam penamaan tertentu, dan dipandang sebagai evolusi yang “menonjol” di tubuh keluarga H3N2.

CDC di Amerika Serikat juga memasukkan subclade K dalam outlook musim penyakit pernapasan 2025 sampai 2026. Mereka menyatakan subclade K muncul dan menjadi dominan pada sampel H3N2 yang dikarakterisasi, menunjukkan betapa cepatnya pergantian varian dominan bisa terjadi pada influenza.

Subclade K, J.2.4.1, dan cerita evolusi virus

Dalam bahasa sederhana, “clade” dan “subclade” adalah cara ilmuwan mengelompokkan virus berdasarkan kekerabatan genetik. Ini berguna untuk memantau perubahan, memetakan penyebaran, dan mengecek kecocokan antigenik dengan vaksin. WHO mencatat subclade K memiliki sejumlah perubahan dibanding kerabat dekatnya, dan deteksinya meningkat di banyak wilayah dunia.

ECDC menambahkan konteks bahwa subclade K terdeteksi lintas benua dan menunjukkan divergensi yang cukup signifikan dari strain vaksin H3N2 yang direkomendasikan untuk musim tertentu, walau data efektivitas vaksin dunia nyata tetap perlu terus dikumpulkan.

Apa yang berubah pada virusnya, dan kenapa itu penting

Perubahan yang sering dibahas pada influenza adalah di protein permukaan seperti hemagglutinin, karena bagian ini berhubungan dengan cara virus menempel ke sel dan juga cara antibodi mengenalinya. ECDC memaparkan bahwa analisis filogenetik menunjukkan divergensi, dan uji in vitro mengarah pada kemungkinan mismatch vaksin terhadap subclade ini, meski itu tidak otomatis berarti vaksin “tidak berguna”.

Dari sisi data klinis awal, studi yang terbit di Eurosurveillance tentang Inggris pada periode yang didominasi subclade K mencatat reaktivitas ferret antisera terhadap subclade K menurun, tetapi estimasi awal efektivitas vaksin terhadap kunjungan IGD dan rawat inap masih berada dalam kisaran yang dianggap lazim, dengan angka yang lebih tinggi pada kelompok usia anak dibanding dewasa.

Kalimat kuncinya begini: pada influenza, mismatch antigenik bisa terjadi, tetapi perlindungan terhadap penyakit berat sering tetap ada karena imunitas manusia tidak hanya satu jalur.


Peta penyebaran: dari gelombang global sampai temuan di Indonesia

WHO mencatat deteksi subclade K meningkat di berbagai belahan dunia, termasuk teramati kuat sejak Agustus 2025 di Australia dan Selandia Baru, lalu menyebar ke banyak negara dalam beberapa bulan berikutnya. Dalam laporan yang sama, WHO menyebut subclade K sudah terdeteksi di lebih dari 34 negara dalam enam bulan terakhir pada saat laporan itu disusun.

Di Eropa, WHO Regional Office menyebut subclade K mendorong musim influenza yang intens dan datang lebih awal, serta dapat menyumbang sampai sekitar 90 persen dari kasus influenza terkonfirmasi di kawasan tersebut pada periode yang mereka bahas.

Mengapa musim ini terasa lebih cepat dan “penuh” di banyak tempat

ECDC menilai peningkatan influenza di Uni Eropa dan Area Ekonomi Eropa terjadi tidak biasa karena datang lebih awal, dengan A(H3N2) sebagai pendorong. Mereka juga mengingatkan ada ketidakpastian terkait dampak kesehatan masyarakat, termasuk karena faktor kekebalan populasi yang bisa lebih rendah bila H3N2 tidak dominan pada musim sebelumnya.

CDC, dari kacamata Amerika Serikat, menempatkan subclade K sebagai variabel yang berpotensi memengaruhi tingkat keparahan musim influenza, namun mereka juga menekankan terlalu dini untuk memprediksi persis dampaknya, dan vaksinasi tetap dianggap berperan penting.

Kalau ditarik ke satu benang merah, ini bukan cerita satu faktor saja. Musim, mobilitas, perilaku masyarakat, cakupan vaksin, dan komposisi virus yang beredar ikut membentuk “rasa” musim flu di lapangan.


Seberapa berat “super flu” ini, dan apa yang bisa dipastikan

WHO menegaskan bahwa data epidemiologi yang tersedia tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit akibat subclade K, meski subclade ini merupakan evolusi yang patut dicatat pada influenza A(H3N2). WHO juga menyampaikan vaksin influenza masih diperkirakan memberi perlindungan, terutama terhadap luaran berat seperti kebutuhan layanan kesehatan dan rawat inap.

WHO Eropa mengulang pesan yang senada: subclade K mendorong infeksi, tetapi tidak ada bukti ia menyebabkan penyakit lebih berat. Pada saat yang sama, mereka mendorong vaksinasi sebagai langkah pencegahan terpenting untuk mengurangi luaran berat, terutama pada kelompok risiko tinggi.

Berat karena siapa yang tertular, bukan karena otomatis “lebih mematikan”

Dalam rilis resminya, Kemenkes menyatakan subclade K di Indonesia tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding clade atau subclade lain, dan gejalanya umumnya serupa flu musiman. Namun Kemenkes juga menekankan perlunya kewaspadaan, terutama pada kelompok rentan, serta menyarankan segera mengakses layanan kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari.

Ini poin yang sering hilang di perbincangan warganet. Influenza bisa menjadi berat bukan karena “judulnya super”, melainkan karena ia menyerang bayi, anak dengan komorbid, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit penyerta, lalu berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia atau perburukan penyakit kronis.


Gejala yang paling sering muncul, dan kapan harus curiga komplikasi

Kemenkes merinci gejala yang umumnya serupa flu musiman: demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Jadi kalau seseorang berharap ada gejala “unik” yang membedakan super flu dari flu lain, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Yang membuat influenza sering terasa lebih berat daripada pilek biasa adalah onset yang lebih mendadak, demam yang lebih tinggi, pegal dan lemas yang lebih menonjol, serta kondisi tubuh yang seperti “ditabrak” dalam satu malam. Pada sebagian orang, gejalanya bisa berkepanjangan dan memicu komplikasi, terutama jika ada risiko klinis yang sudah ada sebelumnya.

Tanda bahaya pada anak yang tidak boleh ditawar

CDC memuat daftar tanda bahaya pada anak yang perlu segera dievaluasi tenaga kesehatan, antara lain napas cepat atau sulit bernapas, bibir atau wajah kebiruan, nyeri dada, dehidrasi, kejang, tidak responsif, demam sangat tinggi yang sulit turun, sampai gejala membaik lalu kembali memburuk.

Dalam konteks Indonesia, daftar ini relevan untuk orang tua yang sering bingung membedakan “flu biasa” dengan kondisi yang mulai mengarah ke komplikasi. Pesannya sederhana: bila ada tanda bahaya, jangan menunggu tren berita. Tindakan cepat jauh lebih penting.

Flu dan pilek sering tertukar, padahal ritmenya beda

Pilek biasa sering datang perlahan, demamnya ringan atau bahkan tidak ada, lalu keluhan dominan di hidung dan tenggorokan. Influenza lebih sering datang mendadak dengan demam, lemas, nyeri otot, dan batuk yang lebih mengganggu. Meski begitu, memastikan penyebab tetap memerlukan penilaian klinis dan, bila perlu, pemeriksaan laboratorium, apalagi saat banyak virus pernapasan beredar bersamaan.


Bagaimana Kemenkes memotret situasi Indonesia

Kemenkes menyatakan subclade K terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel untuk influenza like illness dan severe acute respiratory infection di berbagai fasilitas kesehatan, lalu diperkuat dengan whole genome sequencing yang diselesaikan pada 25 Desember 2025.

Dalam periode itu, Kemenkes melaporkan 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus disebut terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Kenapa angkanya terlihat kecil, tapi tetap jadi perhatian

Angka 62 bukan berarti hanya 62 orang yang tertular. Itu angka temuan subclade K yang terkonfirmasi melalui rangkaian surveilans dan pemeriksaan genom pada sebagian sampel. Kemenkes menjelaskan dari 843 spesimen positif influenza, ratusan menjalani pemeriksaan WGS. Artinya, ini lebih tepat dibaca sebagai “potret varian yang beredar” ketimbang hitungan total kasus influenza di masyarakat.

Justru di sinilah nilai surveilans: ketika varian dominan berubah, otoritas kesehatan bisa menyesuaikan komunikasi risiko, kesiapsiagaan layanan, dan penguatan pencegahan.

Jawa Timur ikut disorot, tapi konteksnya tetap surveilans

Fakta bahwa Jawa Timur termasuk provinsi dengan temuan terbanyak membuat istilah “super flu” cepat menempel di telinga publik, apalagi saat mobilitas akhir tahun tinggi. Namun rilis Kemenkes menekankan tren nasional dua bulan terakhir menurun dan situasi terkendali, sehingga framing yang tepat bukan kepanikan, melainkan kewaspadaan berbasis gejala dan kelompok rentan.

Pada titik ini, narasi yang sehat adalah memisahkan dua hal: perbincangan soal varian untuk pemantauan populasi, dan keputusan klinis untuk individu yang sakit hari ini.


Vaksin influenza saat subclade K dominan, masih relevan atau tidak

WHO menyampaikan bahwa meski ada perbedaan genetik antara virus yang beredar dan strain dalam vaksin, vaksin influenza musiman tetap diharapkan memberi perlindungan, terutama terhadap penyakit berat, dan tetap menjadi salah satu langkah kesehatan masyarakat paling efektif.

WHO Eropa menegaskan vaksinasi tetap langkah pencegahan terpenting untuk mengurangi luaran berat, dengan penekanan pada lansia, orang dengan kondisi penyerta, ibu hamil, dan anak.

Ada isu mismatch, tapi perlindungan terhadap yang berat tetap jadi target utama

ECDC mengakui ada sinyal mismatch dari data antigenik dan divergensi genetik, sementara data efektivitas dunia nyata masih terbatas dan perlu dipantau sepanjang musim. Namun ECDC juga menekankan vaksin tetap diharapkan memberi perlindungan terhadap penyakit berat sehingga masih merupakan alat kesehatan publik yang vital.

Data Inggris memberi gambaran awal yang lebih “membumi”: efektivitas vaksin terhadap kunjungan IGD dan rawat inap pada periode dominasi subclade K masih terukur, meski angkanya berbeda antar kelompok umur.

Kemenkes di Indonesia juga menganjurkan vaksin influenza tahunan terutama untuk kelompok rentan, dan menekankan vaksin tetap efektif mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.


Jika terlanjur sakit, apa yang disarankan dilakukan

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah saat mengalami gejala flu, memakai masker, menerapkan etika batuk, menjaga daya tahan tubuh, serta segera mengakses layanan kesehatan bila gejala memburuk atau tidak membaik lebih dari tiga hari.

Di level rumah tangga, langkah paling masuk akal tetap klasik: cukup istirahat, cukup minum, makan yang mudah diterima tubuh, dan mengurangi kontak dekat agar tidak menularkan ke orang rumah, terutama bila ada bayi, lansia, atau anggota keluarga dengan penyakit penyerta.

Antiviral influenza bukan untuk semua orang, tapi penting untuk kelompok prioritas

CDC merekomendasikan terapi antiviral sesegera mungkin untuk pasien dengan dugaan atau konfirmasi influenza yang dirawat di rumah sakit, mengalami penyakit berat atau progresif, atau masuk kelompok berisiko tinggi komplikasi. CDC juga menekankan keputusan memulai antiviral pada kelompok prioritas tidak perlu menunggu konfirmasi laboratorium.

Pesan klinisnya jelas: pada kelompok berisiko, influenza bukan sekadar “tunggu sembuh sendiri”. Semakin cepat dievaluasi, semakin besar peluang mencegah perburukan, terutama bila sudah ada gejala sesak, nyeri dada, atau penurunan kondisi umum.

Salah paham yang sering muncul saat istilah “super flu” viral

Kemenkes dan WHO sama sama menempatkan subclade K sebagai bagian dari influenza musiman, bukan sebagai penyakit baru dengan karakter yang sepenuhnya berbeda. Yang berubah adalah varian dominan dan pola penyebaran, sementara kerangka pencegahan dan penanganannya tetap influenza: vaksinasi untuk kelompok rentan, etika batuk, kebersihan tangan, masker saat sakit, dan kewaspadaan terhadap komplikasi.

CDC juga mengingatkan musim virus pernapasan sering tumpang tindih, sehingga gejala influenza bisa mirip dengan infeksi lain, dan keputusan klinis perlu mempertimbangkan ko sirkulasi berbagai patogen. Karena itu, logika paling aman untuk publik bukan menebak dari tren, melainkan melihat gejala, faktor risiko, dan tanda bahaya.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot online1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi DataMahjongways Mengembangkan Interaksi Visual Melalui Integrasi Simbol Digital Yang DinamisAnalisis Mahjongways Memetakan Dinamika Visual Dan Respons Antarmuka Berbasis DataScatter Hitam Dianalisis Melalui Pemetaan Struktur Simbol Digital Berbasis Komputasi AdaptifAlgoritma Scatter Hitam Membantu Mengidentifikasi Dinamika Pola Melalui Analisis Data ObservasiPg Soft Mengembangkan Sistem Rendering Adaptif Untuk Mendukung Visualisasi Digital ModernTeknologi Pg Soft Mengoptimalkan Pemrosesan Grafis Melalui Arsitektur Rendering TerintegrasiTeknologi Pemodelan Data Membantu Menganalisis Dinamika Informasi Pada Ekosistem Digital ModernArsitektur Komputasi Terdistribusi Meningkatkan Keandalan Pengelolaan Data Pada Platform DigitalTeknologi Kecerdasan Komputasional Mendorong Pengembangan Sistem Digital Yang Lebih AdaptifPemrosesan Data Modern Membantu Memetakan Pola Informasi Melalui Pendekatan Komputasi TerukurTeknologi Integrasi Data Mempermudah Sinkronisasi Informasi Dalam Lingkungan Digital TerpaduVisualisasi Komputasi Modern Membantu Menginterpretasikan Perubahan Pola Pada Sistem Digital KompleksTeknologi Otomasi Data Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Informasi Pada Infrastruktur DigitalModel Komputasi Adaptif Mendukung Pengembangan Teknologi Digital Melalui Analisis Data BerkelanjutanPengembangan Pg Soft Mengintegrasikan Teknologi Rendering Dengan Interaksi Visual Yang ResponsifPg Soft Menerapkan Komputasi Visual Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengolahan Elemen DigitalEksplorasi Scatter Hitam Memetakan Distribusi Simbol Melalui Model Analitik Digital TerintegrasiPola Scatter Hitam Dikaji Menggunakan Pendekatan Visualisasi Data Dan Pemodelan StatistikMahjongways Menghadirkan Pendekatan Visual Interaktif Melalui Pemrosesan Simbol Yang AdaptifEksplorasi Mahjongways Mengungkap Perubahan Pola Visual Dalam Lingkungan Digital Terintegrasimahjong ways dalam bingkai desain visual dan budaya digitaljejak klasik menemukan bentuk baru melalui mahjong waysmahjong ways dan perjalanan simbol menuju layar interaktif moderncerita visual mengikuti perkembangan mahjong ways di era teknologimahjong ways dilihat dari sisi kreativitas dan identitas platformperubahan tampilan membawa mahjong ways ke perspektif yang berbedamahjong ways dalam percakapan seputar tradisi dan budaya digitaldari konsep lama ke format baru menelusuri mahjong wayssimbol dan tema mengiringi perjalanan mahjong ways di ruang digitalmahjong ways menjadi bagian dari perubahan desain hiburan moderngame online dan perubahan kebiasaan di tengah budaya internetkomunitas digital menjadi bagian dari perjalanan game onlinegame online dalam potret interaksi sosial di era platform modernjejak mobile membawa game online ke pengalaman yang semakin beragamketika game online bertemu dengan kreativitas dan komunitas digitalgame online dan pergeseran cara menikmati hiburan interaktifdari komunitas ke platform menyusuri perkembangan game onlinedesain visual membentuk identitas baru dalam dunia game onlinegame online di tengah perubahan teknologi dan budaya populerperjalanan game online mengikuti arah baru ekosistem digitaltekanan emosional muncul di tengah kebiasaan judi online yang berulangstres dan judi online menjadi bahasan dalam perubahan kondisi keuanganketika pengeluaran judi online mulai membawa tekanan dalam kehidupanbeban pikiran dapat bertambah seiring kebiasaan judi online berlangsungmasalah keuangan dan stres muncul dalam pembahasan seputar judi onlinejudi online dan tekanan emosional menjadi sorotan di ruang digitaldampak stres mulai dibahas seiring perubahan kebiasaan judi onlinetekanan hidup dan kebiasaan judi online dalam sorotan mediastres finansial menjadi bagian dari pembahasan dampak judi onlinememahami kaitan tekanan emosional dengan kebiasaan judi onlinegame digital mulai masuk dalam sorotan budaya hiburan modernperkembangan game digital menjadi bahasan di tengah perubahan teknologimedia mengulas perjalanan game digital dari konsol menuju platform modernfenomena game digital muncul dalam perbincangan industri hiburangame digital dan perubahan kebiasaan menjadi catatan di era internetsorotan terkini membahas arah baru perkembangan game digitalteknologi interaktif membawa game digital ke percakapan media yang lebih luasgame digital menjadi bagian dari pergeseran budaya hiburan masa kinicatatan media menyoroti perubahan wajah game digital dari waktu ke waktuplatform baru membuka babak berbeda dalam perjalanan game digitaljudi online kembali menjadi sorotan dalam pemberitaan digital terkinimedia menyoroti perkembangan platform judi online di ruang internetfenomena judi online masuk dalam pembahasan seputar budaya digitalberita terkini mengulas perubahan ekosistem judi online masa kinijudi online dan perkembangan teknologi menjadi bahan perbincangan mediasorotan baru membahas pergeseran perilaku di seputar judi onlineruang digital kembali mengangkat pembahasan tentang judi onlineperkembangan internet membawa judi online ke sorotan media terkinicatatan media mengulas fenomena judi online dari sisi digitalperubahan platform menjadi bahasan baru dalam pemberitaan judi onlineandi pratama dan cerita keberuntungan 8 juta di mahjong waysrizky membahas pengalaman 17 juta dalam permainan mahjong wayskisah dimas berawal dari game online hingga hasil 25 jutafajar menjadi perbincangan usai mendapat hasil 12 jutacerita bayu muncul di tengah tren mahjong ways masa kinirio mengulas pengalaman bermain dengan hasil sekitar 19 jutayoga dan perjalanan singkat menuju hasil permainan 7 jutaarif membagikan catatan pribadi soal hasil 14 jutabima dan pengalaman 28 juta yang ramai dibicarakandoni mengungkap cerita di balik hasil 22 juta mahjong wayscerita reza dengan hasil 9 juta dari mahjong ways16 juta jadi bagian pengalaman rangga di game onlinemaulana membahas perolehan 23 juta dari mahjong winsgame digital membawa cerita baru bagi ilham dengan hasil 11 jutahasil 28 juta diceritakan bagus saat memainkan mahjong ways 2yusuf mengulas pengalaman bermain dengan perolehan 14 jutamahjong online dan cerita farhan tentang hasil 8 jutadava mengungkap pengalaman 19 juta saat memainkan game mahjonggame online menjadi bagian cerita akmal dengan hasil 26 jutafauzan dan perolehan 21 juta dalam permainan mahjong winscerita rendi dengan hasil 7 juta dari mahjong ways18 juta jadi pengalaman baru bagi rafli di game onlinemahjong wins menghadirkan cerita hasil 27 juta bagi hendrapengalaman dion dan perolehan 13 juta dalam game digitalhasil 22 juta diceritakan arya setelah memainkan mahjong ways 2fikri mengulas permainan online dengan hasil sekitar 16 jutamahjong online dan kisah ilham soal perolehan 10 jutasatria mengungkap pengalaman 24 juta dalam game mahjonggame online menjadi catatan baru bagi wahyu dengan hasil 15 jutaperolehan 30 juta dikaitkan dengan cerita rehan di mahjong wins