1
Bitcoin Bitcoin btc
Price$79,140
24h %-0.97%
Circulating Supply$20,081,100
2
Ethereum Ethereum eth
Price$2,488
24h %-0.26%
Circulating Supply$122,026,782
3
Tether Tether usdt
Price$1.000
24h %0.00%
Circulating Supply$183,410,739,313
4
BNB BNB bnb
Price$739
24h %-1.34%
Circulating Supply$133,161,677
5
XRP XRP xrp
Price$1.40
24h %-1.09%
Circulating Supply$62,744,504,852
Tuesday, September 8, 2026
Home NewsTak Hanya Bagikan Ilmu, RichWorks Juga Kenalkan Pengusaha ke Mitra

Tak Hanya Bagikan Ilmu, RichWorks Juga Kenalkan Pengusaha ke Mitra

by Suara Jatim
0 comments

Jakarta siang itu terasa berbeda. Bukan karena macetnya berkurang, tetapi karena satu ballroom di pusat kota sedang dipenuhi puluhan pengusaha yang kelihatan serius tetapi juga cukup antusias. Di ruangan itulah Inner Circle Meeting atau ICM yang digelar RichWorks bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berlangsung beberapa hari, dari 6 sampai 10 Maret 2023. Di sini, peserta bukan cuma duduk manis dengarkan materi, tetapi benar benar diajak naik kelas lewat ilmu, mentoring, dan jaringan mitra bisnis yang sudah dikurasi.

Di panggung, nama yang sering disebut adalah Aryani Firdaus, Chief Executive Officer RichWorks Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ICM ini disiapkan sebagai ruang aman untuk pengusaha yang ingin bertahan dan tumbuh di tengah ancaman resesi global, tapi juga tidak mau kehilangan momentum pemulihan ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup stabil.


Inner Circle Meeting RichWorks di Jakarta, Bukan Sekadar Kelas Bisnis

ICM bukan seminar sekali datang lalu pulang tanpa follow up. Format acaranya dibuat beberapa hari agar pengusaha punya waktu menyerap ilmu, konsultasi langsung, sekaligus membangun relasi yang relevan dengan kebutuhan bisnis masing masing.

Ruangan diatur seperti forum diskusi, bukan sesi ceramah satu arah. Di sudut ruangan, tampak beberapa booth mitra bisnis dari berbagai bidang, mulai dari penyedia layanan digital, logistik, hingga lembaga pembiayaan. Peserta dipersilakan mendekat, ngobrol, dan menjajaki kemungkinan kerja sama yang lebih konkret, bukan cuma tukar kartu nama untuk kemudian hilang kontak.

Konsep Inner Circle Meeting yang Lebih Intim

Berbeda dengan acara massal yang pesertanya bisa ribuan sampai antre di pintu masuk, Inner Circle Meeting diposisikan sebagai forum yang lebih terbatas. Peserta dipilih dari kalangan pengusaha yang memang sudah serius mengembangkan bisnis, banyak yang datang dari UMKM yang sedang dalam fase bertumbuh.

Karena jumlah pesertanya tidak terlalu besar, interaksi terasa lebih hangat. Pembicara dan mentor bisa menanyakan kondisi bisnis satu per satu, lalu memberikan masukan yang sifatnya lebih personal. Peserta juga lebih berani angkat tangan, bercerita soal masalah mereka, mulai dari omzet yang naik turun hingga bingung cara ekspansi ke luar kota.

Di sela sesi materi, tim RichWorks mengatur waktu khusus untuk mastermind kecil. Di sinilah para pengusaha duduk melingkar dalam kelompok kecil, membahas satu tema spesifik, misalnya strategi branding, cara meningkatkan penjualan online, atau menyusun SOP operasional yang lebih rapi. Suasana diskusinya santai, tapi isi obrolannya padat dengan insight praktis.

Peserta Didominasi UMKM dan Pelaku Ekonomi Kreatif

Kolaborasi RichWorks dengan Kemenparekraf membuat acara ini banyak diisi pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ada yang punya bisnis kuliner khas daerah, ada yang mengelola homestay di destinasi wisata, ada pula yang fokus di produk kreatif seperti fesyen, aksesori, hingga kerajinan tangan lokal.

Latar belakang usaha mereka memang berbeda, tetapi tantangannya mirip. Mayoritas mengaku sempat terpukul saat pandemi, ketika kunjungan wisata turun dan daya beli masyarakat menurun. Setelah masa PPKM berakhir dan mobilitas mulai pulih, mereka butuh arah baru agar bisnis tidak sekadar hidup, tetapi benar benar tumbuh.

Di sinilah peran ICM terasa. Peserta tidak hanya diberi motivasi, tetapi diajak membaca data ekonomi, tren konsumsi, serta perubahan perilaku wisatawan domestik dan mancanegara. Mereka disadarkan bahwa pemulihan ekonomi yang berlangsung tidak otomatis menguntungkan semua pelaku usaha. Yang siap beradaptasi yang akan paling diuntungkan.


Kolaborasi RichWorks dan Kemenparekraf, Gandeng Pengusaha Naik Kelas

RichWorks Indonesia hadir di Tanah Air bukan tiba tiba. Sebelumnya, perusahaan pengembangan bisnis asal Malaysia ini sudah dikenal mampu membantu jutaan wirausahawan di negaranya menaikkan omzet sampai miliaran ringgit. Ketika kesempatan kolaborasi dengan Kemenparekraf terbuka, fokusnya jelas, yaitu membawa pengalaman tersebut ke Indonesia dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter UMKM lokal.

Kemenparekraf melihat kerja sama ini sebagai cara memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Bukan hanya mengandalkan promosi destinasi, tapi juga memperkuat pelaku usaha di baliknya. Mulai dari pemilik penginapan, pengusaha kuliner, sampai penyedia aktivitas wisata yang kreatif, semuanya butuh pembinaan bisnis jangka panjang.

Peran Kemenparekraf di Balik Layar

Di balik acara Inner Circle Meeting ini, Kemenparekraf berperan membuka akses dan menjembatani kebutuhan pelaku usaha dengan berbagai program pemerintah. Mereka membantu memastikan bahwa pembinaan yang diberikan RichWorks sejalan dengan target nasional, seperti penciptaan lapangan kerja baru dan penguatan desa wisata.

Lewat MoU dan berbagai program lanjutan, Kemenparekraf dan RichWorks berkomitmen tidak hanya berhenti di satu event. Ada skema pembinaan dan pendampingan yang terus berlanjut, baik secara online maupun tatap muka. Harapannya, pengusaha yang sudah mendapatkan ilmu dan akses jaringan di ICM akan lanjut didampingi sampai benar benar mandiri.

Di beberapa program sebelumnya, Kemenparekraf dan RichWorks bahkan sudah memberikan mentoring intensif ke puluhan UMKM dengan nilai bimbingan yang jika dikonversi ke biaya pasar mencapai miliaran rupiah. Investasi ini tidak sekadar angka, tetapi diharapkan kembali dalam bentuk peningkatan omzet UMKM dan penyerapan tenaga kerja di daerah.

Misi Mengurangi Kemiskinan Lewat Wirausaha

Dalam berbagai kesempatan, perwakilan RichWorks menyebut misi besar mereka adalah membantu wirausahawan agar tidak lagi terjebak dalam lingkaran “usaha jalan, tapi pemiliknya malah tidak sejahtera”. Pendekatan yang dibawa adalah bisnis berbasis sistem, bukan sekadar mengandalkan kerja keras pemilik.

Lewat ICM di Jakarta, misi ini diterjemahkan menjadi materi penguatan mindset, pengelolaan keuangan, pengembangan tim, hingga strategi pemasaran yang realistis untuk UMKM. Tujuannya jelas, agar pengusaha bisa menyusun target yang terukur, bukan hanya “ingin omzet naik” tanpa angka yang konkret.


Dari Ilmu ke Aksi, Pengusaha Dipertemukan dengan Mitra

Salah satu hal yang paling membedakan Inner Circle Meeting dari pelatihan bisnis biasa adalah porsi networking yang sangat serius. Bukan networking basa basi, melainkan pertemuan yang sengaja diatur agar pelaku usaha bertemu dengan pihak yang bisa langsung mendukung perkembangan bisnis mereka.

Di setiap sesi istirahat, panitia tidak membiarkan peserta berkeliaran tanpa arah. Ada tim yang mengamati jenis usaha para peserta lalu mencoba mencocokkan dengan calon mitra yang hadir. Misalnya, pemilik usaha kopi lokal disambungkan dengan penyedia platform e commerce atau pelaku wisata yang butuh suvenir khas daerah.

Sesi Networking yang Dikurasi

Networking di sini mirip sesi “business matching”. Peserta boleh memperkenalkan diri singkat, menjelaskan masalah yang mereka hadapi, lalu mitra akan merespon apakah ada peluang kerja sama. Jika cocok, mereka bisa menjadwalkan pertemuan lanjutan di luar acara.

Ada pengusaha yang sebelumnya bingung mencari jalur distribusi baru, lalu dikenalkan dengan penyedia layanan logistik yang punya jaringan ke kota kota besar. Ada juga pemilik homestay di destinasi wisata yang dipertemukan dengan platform pemesanan online yang siap memberi pelatihan pemasaran digital secara cuma cuma sebagai bagian dari kerja sama.

Di panggung, Aryani mengingatkan bahwa kolaborasi seperti ini bukan hal pelengkap, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. Menurutnya, di era yang serba digital, pelaku usaha tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kolaborasi dan kemitraan menjadi kunci untuk memperkuat daya saing dan memperluas pasar, terutama saat ekonomi global masih diliputi ketidakpastian.

Contoh Kolaborasi yang Mulai Terbentuk

Dari cerita peserta, beberapa kolaborasi langsung mulai terbentuk bahkan sebelum acara selesai. Ada brand minuman lokal yang mendapat tawaran untuk mengisi kedai di area wisata, setelah sebelumnya sama sekali tidak punya akses ke pasar wisatawan.

Seorang pengusaha fashion muslimah bercerita, ia bertemu mentor yang mengajarinya cara memadatkan koleksi, fokus ke produk yang paling laku, lalu menyusun strategi kolaborasi dengan influencer lokal. Pertemuan singkat di sela acara bisa jadi pintu pembuka yang mengubah arah bisnisnya.

Kisah kisah kecil seperti ini yang ingin terus diperbanyak. RichWorks dan Kemenparekraf berharap, setiap pertemuan bisnis yang difasilitasi di ICM bukan hanya berakhir di foto bersama, tetapi lanjut menjadi kemitraan nyata yang menghasilkan omzet, tenaga kerja, dan manfaat bagi masyarakat sekitar.


Menyambut Ancaman Resesi dengan Strategi yang Lebih Matang

Di balik semangat acara, ada kenyataan yang tidak pernah disembunyikan para pembicara. Dunia masih dibayangi ancaman resesi global, inflasi tinggi, suku bunga naik, dan rantai pasok yang kadang terganggu. Semua ini bisa berdampak langsung ke cashflow bisnis, terutama UMKM yang modalnya tidak terlalu tebal.

Namun, data pemulihan ekonomi Indonesia yang cukup stabil membuat ruang optimisme tetap terbuka. Ada peningkatan investasi, konsumsi swasta yang berangsur pulih, dan kinerja ekspor yang dinilai masih bagus. Tantangannya adalah bagaimana pelaku usaha di level bawah bisa ikut menikmati pemulihan ini, tidak tertinggal karena kurang informasi dan keterampilan.

Fokus ke Inovasi dan Tren Konsumen

Salah satu pesan kuat yang terus diulang adalah pentingnya inovasi yang nyambung dengan kebutuhan pasar. Pelaku usaha diajak untuk berhenti berjualan hanya berdasarkan intuisi, dan mulai membaca data. Apa yang sebenarnya dicari pelanggan, bagaimana perubahan gaya hidup pasca pandemi, dan produk seperti apa yang bisa menjawab keresahan mereka.

UMKM pariwisata, misalnya, didorong mengemas pengalaman wisata yang lebih personal. Bukan hanya menjual kamar, tetapi paket yang menggabungkan penginapan, kuliner lokal, dan aktivitas yang autentik. Pengusaha kuliner diajak memperhatikan tren makanan sehat, kemasan ramah lingkungan, serta layanan pesan antar yang rapi dan cepat.

Pendekatan seperti ini membuat bisnis tidak sekadar ikut arus, tetapi punya diferensiasi yang jelas di mata konsumen.

Kolaborasi untuk Bertahan dan Tumbuh

Di tengah kenaikan biaya produksi dan tekanan suku bunga, berbagi beban lewat kolaborasi menjadi strategi yang digarisbawahi. Alih alih membuka cabang sendiri di setiap kota, pengusaha bisa menggandeng mitra lokal yang sudah punya jaringan. Alih alih membangun sistem teknologi dari nol, mereka bisa bekerja sama dengan penyedia platform digital yang sudah siap pakai.

Lewat Inner Circle Meeting, peserta diberi contoh bagaimana pelaku usaha bisa berkongsi sumber daya, mulai dari gudang, pengiriman, sampai aktivitas promosi bersama. Ini membuat biaya per kepala lebih ringan, risiko tersebar, dan peluang bertemu pasar baru jauh lebih besar.


Kisah Peserta, Dari Bingung ke Punya Peta Jalan Bisnis

Di luar paparan ekonomi makro dan angka angka, yang paling terasa dari ICM adalah cerita para peserta sendiri. Banyak yang datang dengan wajah cemas, membawa cerita tentang omzet yang menurun, biaya operasional yang naik, dan kebingungan memanfaatkan peluang digital.

Beberapa hari kemudian, mereka pulang dengan notes penuh coretan rencana, daftar mitra yang siap diajak bicara, dan yang tidak kalah penting rasa percaya diri bahwa usaha mereka masih punya masa depan. Bukan karena tiba tiba semuanya jadi mudah, tetapi karena mereka tidak lagi merasa sendirian.

UMKM Kuliner Belajar Naik Kelas

Salah satu kelompok peserta yang mencuri perhatian adalah para pelaku UMKM kuliner. Ada penjual kue tradisional yang ingin memperluas pasar ke luar kota, pengusaha kopi yang ingin mengembangkan brand di platform online, sampai pemilik usaha catering rumahan yang mulai mendapat banyak pesanan korporasi.

Di sesi mentoring, mereka diajak menghitung ulang harga pokok produksi, margin keuntungan yang sehat, dan strategi packaging agar produk lebih layak masuk toko modern. Mentor memberi contoh konkret, mulai dari foto produk yang menarik, penataan menu, sampai cara menulis deskripsi yang menggugah selera di aplikasi pesan antar.

Bagi banyak pengusaha kuliner, hal se detail ini sering kali bukan prioritas karena sibuk di dapur. Di ICM, mereka dipaksa sejenak berhenti dari rutinitas dan melihat bisnis dari atas, seolah sedang memeriksa peta perjalanan. Tujuannya jelas, agar setiap langkah ekspansi yang diambil tidak sekadar ikut tren, tetapi sudah diperhitungkan risikonya.

Pengusaha Jasa Kreatif Dapat Akses ke Klien Lebih Besar

Di sudut lain, pengusaha jasa kreatif seperti fotografer, videografer, dan desainer grafis juga tidak ketinggalan. Mereka selama ini sering bergantung pada promosi dari mulut ke mulut. Di ICM, mereka belajar mengemas portofolio secara profesional, memanfaatkan media sosial, serta menjalin relasi dengan pengusaha lain yang bisa menjadi calon klien.

Ada desainer yang bercerita bagaimana ia akhirnya bertemu pemilik brand fesyen lokal yang selama ini hanya ia lihat dari jauh lewat Instagram. Pertemuan di ruang konferensi, obrolan santai sambil coffee break, lalu berlanjut menjadi janji untuk mengerjakan koleksi kapsul bersama.

Cerita seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi pelaku usaha, satu klien yang tepat bisa menjadi titik balik perjalanan bisnis. Itulah mengapa sesi networking di ICM diperlakukan sama pentingnya dengan sesi materi di panggung.


Kenapa Program Seperti ICM Penting untuk Ekosistem Usaha

Kalau melihat keseluruhan rangkaian Inner Circle Meeting, jelas bahwa acara seperti ini bukan hanya soal “bagi bagi ilmu”. Ada upaya serius untuk menghubungkan tiga hal penting yang sering kali berjalan sendiri sendiri, yaitu pengetahuan, jaringan, dan akses program pemerintah.

RichWorks datang dengan pengalaman membimbing jutaan wirausahawan di Malaysia. Kemenparekraf membawa mandat besar untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Para peserta membawa realitas lapangan, mulai dari keterbatasan modal, keterbatasan SDM, sampai keinginan kuat untuk membuat bisnis mereka bertahan dan berkembang.

Di tengah ancaman resesi global dan berbagai gejolak ekonomi, program seperti ICM menjadi ruang pertemuan semua kepentingan ini. Di satu sisi, pemerintah bisa memastikan kebijakannya menyentuh pelaku usaha langsung. Di sisi lain, pengusaha tidak hanya diminta bertahan, tetapi diberi bekal dan mitra agar bisa melompat lebih jauh.

Bagi peserta, yang paling terasa mungkin bukan hanya slide presentasi, tetapi momen saat mereka menyadari bahwa perjalanan bisnis mereka masih panjang dan peluang masih terbuka lebar. Mereka pulang dengan tas berisi materi, kartu nama mitra baru, dan kepala penuh ide yang siap dieksekusi pelan pelan di kota masing masing.

You may also like

Leave a Comment

nagabet76slot gacorslot onlineindustri game online mulai mengalami perubahan di era digitalperkembangan platform membawa babak baru bagi industri game onlinemedia digital menyoroti arah baru industri game onlineindustri game online dan pergeseran tren hiburan modernkomunitas pengguna ikut mendorong perubahan dalam industri game onlinetransformasi teknologi membentuk wajah baru industri game onlineindustri game online masuk dalam sorotan ekosistem digitalperubahan kebiasaan pengguna mempengaruhi perjalanan industri game onlineruang media membuka perbincangan baru seputar industri game onlineindustri game online menjadi bagian dari perkembangan budaya digitalmahjong online menghadirkan kembali nuansa klasik dalam ekosistem digital yang terus berkembangjejak klasik mahjong online terlihat dalam perubahan desain platform di era digitaltransformasi platform digital memberikan wajah baru pada mahjong online masa kiniruang digital modern membawa mahjong online mendekati gaya interaksi generasi baruperubahan teknologi membentuk perjalanan mahjong online dari konsep klasik menuju digitalketika platform modern mengemas mahjong online dengan pendekatan visual yang lebih dinamisevolusi media digital memperlihatkan bagaimana mahjong online beradaptasi dengan zamankonsep klasik kembali muncul saat mahjong online masuk ke lanskap platform modernperkembangan ekosistem internet membuka bab baru bagi mahjong online dan identitas klasiknyadari tradisi ke layar digital mahjong online menunjukkan perubahan konsep di era modernmahjong online menjadi bagian dari perubahan arah hiburan di era platform digitalperjalanan mahjong online memperlihatkan pertemuan konsep tradisional dengan inovasi teknologi modernplatform digital masa kini memberikan ruang baru bagi perkembangan mahjong onlinemahjong online dan transformasi tampilan interaktif yang mengikuti perubahan kebiasaan digitaldari konsep tradisional mahjong online berkembang mengikuti irama teknologi yang terus bergerakkehadiran mahjong online mencerminkan pergeseran konsep klasik dalam dunia digital modernteknologi modern membuka perspektif baru terhadap perjalanan mahjong online di internetmahjong online mengalami perubahan identitas seiring berkembangnya desain platform digitalantara unsur klasik dan inovasi mahjong online menemukan tempat di era modernperkembangan platform interaktif membawa mahjong online memasuki babak baru dalam ekosistem digitaltren game penghasil uang mahjong waysmahjong ways kembali masuk radar mediatren mahjong ways di era digitalmahjong ways dalam sorotan media moderngame digital mahjong ways kian diperbincangkanmahjong ways mewarnai tren platform modernfenomena mahjong ways di dunia digitalmahjong ways dan perubahan tren gamemedia menyoroti perkembangan mahjong waysmahjong ways dalam arus tren modernmahjong online mulai mengisi ruang percakapan baru di tengah perkembangan media digitalfenomena mahjong online muncul dalam arus perubahan kebiasaan pengguna internet masa kinimedia digital mencatat pergeseran minat pengguna terhadap konten mahjong online yang beragammahjong online menjadi salah satu topik yang ikut meramaikan percakapan di platform internetperubahan pola konsumsi konten membawa mahjong online ke dalam diskusi digital yang lebih luaskehadiran mahjong online mewarnai perkembangan topik hiburan dalam lanskap media internet modernmaju pesatnya platform interaktif membuat mahjong online semakin sering dibicarakan pengguna digitalmahjong online dan perubahan cara masyarakat mengikuti perkembangan konten di era internettren percakapan digital memperlihatkan munculnya mahjong online di berbagai ruang media modernperjalanan mahjong online menjadi bagian dari dinamika konten yang berkembang di internettren game online masa kinifenomena baru game online digitalgame online dalam era modernperkembangan tren game online terkinipopularitas game online terus berkembanggame online dan dunia digitaltren hiburan game online modernfenomena game online di internetperubahan dunia game online moderngame online menjadi tren digitalketika tren game online berubah platform digital mulai menciptakan pola interaksi barusaat dunia game online berkembang media digital membuka ruang bagi perubahan baruketika kebiasaan pengguna bergeser game online mulai menemukan arah yang berbedasaat media digital terus tumbuh perkembangan game online memasuki fase yang baruketika perilaku digital berubah game online ikut menyesuaikan dengan arus zamansaat platform modern berkembang game online mulai mengikuti perubahan kebiasaan penggunaketika ruang interaktif meluas game online menemukan tempat baru di media digitalsaat arus internet berubah game online mulai membentuk warna baru dalam percakapanketika media modern bergerak cepat game online ikut mengalami perubahan pola digitalsaat konten interaktif berkembang game online mulai menjadi bagian dari arus digital1213141516Slot Online Menghadirkan Pengalaman Digital Yang Didukung Pemrosesan Data Secara Real TimeMahjongways Menganalisis Pola Visual Dan Dinamika Simbol Berdasarkan Pemrosesan Data DigitalMahjongways Mengembangkan Dinamika Permainan Melalui Pengelolaan Data Dan Elemen Visual TerintegrasiAnalisis Komputasi Modern Membantu Memetakan Dinamika Sistem Digital Berdasarkan Data ObservasiMember Baru Mendorong Dinamika Komunitas Digital Menuju Pengalaman Yang Lebih Aktif Dan Menarikslot onlinemahjongwayasarsitektur layananpemrosesan data adaptifmember baruSlot Online Terbaru Menghadirkan AnalisisScatter Hitam Dianalisis Melalui PemetaanPola Scatter Hitam Membentuk Distribusi Visual Yang Dapat Dikaji Menggunakan Komputasi AdaptifArsitektur Teknologi TerdistribusiTeknologi Visualisasi Data